fbpx

Cara Cek Domain Bekas untuk Blogger Yang Ingin Mendapatkan Backlink Berkualitas

bisa memanfaatkan expired untuk fungsi-fungsi tertentu yang salah satunya untuk meningkatkan peluang mendapatkan moneysite dengan memanfaatkan backlink dari domain tersebut. Oleh sebab itu, blogger harus mengetahui cara cek agar menemukan yang benar-benar bermutu. 

Nah, bagi blogger yang ingin mengetahui lebih jauh terkait strategi menemukan domain bekas yang bagus, maka silakan baca penjabaran listicle di bawah ini. Setelah itu terapkan dalam pencarian serta pastikan kalau website memang layak untuk menjadi konsumsi publik. Ini ulasan cara yang dimaksud:

1. Periksa Dulu Jenis Domain

Ada dua jenis domain bekas yang mana blogger harus memilih salah satu dari jenis tersebut. Jenis yang pertama adalah domain branded sedangkan yang kedua jenis domain KOD atau Keyword on Domain. Blogger harus benar-benar teliti dalam mempetakan jenis domain yang ingin digunakan. 

Sekadar saran, silakan gunakan jenis domain bekas branded saja daripada yang KOD. Sebab, umumnya, jenis domain bekas branded adalah milik perusahaan yang sudah tidak diaktifkan kembali namun tetapi memiliki nilai backlink yang tinggi. 

Sedangkan jenis domain KOD atau Keyword on Domain, adalah domain bermasalah yang tidak aktif karena mendapatkan penalti dari . Nah, kalau ingin memanfaatkan backlink dari domain bekas, tentu domain KOD sangat tidak layak untuk digunakan.  

2. Umur Domain harus Tetap Diperhitungkan 

Blogger tidak boleh menggunakan semua domain bekas atau yang sudah tidak aktif. Paling tidak, umur domain juga harus menjadi pertimbangan karena juga menjadi syarat kualitas dari domain itu sendiri. Nah, untuk hal ini, blogger harus tetap selektif ketika menentukan pilihan.

Domain bekas yang layak menjadi pilihan adalah domain yang telah berusia minimal dua tahun. Kalkulasinya bukan dari masa non aktif melainkan dari saat website tersebut telah muncul di Engine. Nah, cara untuk mengetahui umur sebuah , blogger bisa mengecek langsung secara yang situsnya bertebaran di

Baca Juga :  Perbedaan Cloud Hosting vs Shared Hosting, Mana yang Lebih Bagus?

3. Domain Wajib Index Google

Cara cek domain bekas yang berikutnya adalah silakan memilih domain yang masih terindeks Google. Paling tidak, kalau menggunakan domain semacam ini, blogger seakan hanya melanjutkan saja, bukan harus melakukan optimasi dari awal. 

Sebaliknya kalau menggunakan domain tidak aktif sekaligus tidak terdeteksi Google Search Engine, maka sejatinya usaha blogger akan sia-sia. Sudah kadung capek mengunggah berkualitas, tetapi Google justru tidak menemukannya. Alhasil, pencarian nama domain bekas menjadi hal yang tidak berguna. 

Baca Juga Artikel Berikut : Syarat Pembelian/Pendaftaran Domain TLD Indonesia

4. Jangan Memilih Domain Bekas yang Terdeteksi Penyuplai Backlink Spam

Kalau blogger ingin memanfaatkan domain bekas untuk mendapatkan backlink, maka pilih domain clean backlink atau domain bukan penyuplai backlink spam. Selain blogger lebih mudah untuk mencari domain, kredibilitas website juga lebih mumpuni. 

Justru sebaliknya, kalau blogger memilih domain bekas yang penuh dengan backlink spam, tentu website Anda ke depan juga bakal mewarisi hal tersebut. Bisa jadi, Google akan melakukan banned sehingga blogger sendiri yang rugi karena website gagal monetize. 

5. Periksa Riwayat Domain

Cara yang selanjutnya ialah, silakan periksa riwayat domain terlebih dahulu. Blogger perlu mengkhawatirkan hal ini, karena banyak domain yang non aktif karena telah terjadi pelanggaran konten di dalamnya. Oleh karena itu, blogger tidak boleh salah memilih domain atau website yang akan terkena imbasnya. 

Selain spam, domain non aktif yang tidak boleh dipakai adalah domain dengan niche melanggar hukum. Seperti domain yang digunakan untuk website judi online, pornografi, berita hoaxs dan website-website negatif yang lainnya. Blogger harus menghindari domain ini supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari. 

Baca Juga :  Cara Menampilkan Google Maps di Website WordPress

6. Jumlah DA/PA maupun TF/CF harus Ideal

Jangan asal memilih domain bekas tetapi pastikan jumlah DA/PA maupun TF/CF-nya harus tepat. Ini juga prasyarat kalau domain tidak aktif tersebut memang layak untuk dipergunakan. Untuk itu, blogger harus mengetahui ukuran platform di atas dengan benar. 

Domain bekas dengan nilai DA/PA maupun TF/CF yang ideal berada di kisaran minimal 10, 20 dan 30. Sedangkan untuk ukuran yang maksimal adalah 100. Hal ini penting kalau blogger ingin menerapkan konsep SEO di dalam website yang telah dibangunnya. 

Menurut ahli SEO, DA/PA dan TF/CF merupakan parameter pertama untuk optimasi SEO jika menggunakan domain non aktif. Oleh sebab itu, supaya website lebih mudah terdeteksi Google, maka konsep ini harus menjadi pertimbangan para blogger.  

Fungsi Domain Bekas

Selain untuk mendapatkan backlink berkualitas serta agar website segera di-monetize, ternyata ada satu fungsi lain dari penggunaan domain bekas yaitu fungsi 301 Redirect. Ini merupakan rekayasa yang memungkinkan untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang masuk ke dalam situs. 

Ilustrasinya ialah, kalau domain yang asli adalah Sumenep.com dan blogger sekaligus telah membeli domain bekas Madura.com dengan jumlah viewer lebih banyak, maka ketika pengunjung membuka website asli (Sumenep.com), otomatis langsung redirect ke domain bekas (Madura.com). Alhasil, jumlah pengunjung menjadi semakin besar akibat sinkronisasi dengan domain tidak aktif tetapi populer. 

Itulah beberapa cara cek domain bekas dan fungsinya yang bisa blogger jadikan rujukan. Jangan lupa, esensi dari sebuah keberhasilan ngeblog, tidak semata terletak pada backlink dan sejenisnya. Tetapi, konten artikel yang ditulis juga harus bagus serta memihak pada gaya penulisan yang dipahami oleh manusia. Untuk itu, silakan terapkan dan buatlah tulisan sebanyak-banyaknya. 

Baca Juga Artikel Berikut : Ketahui Jenis-jenis Domain dan Fungsinya