fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

Technology

Tujuan Teknologi Layanan Jaringan serta Fungsinya

Yanti puspita

Teknologi Layanan Jaringan (TLJ) adalah sistem yang di rancang untuk melayani pengguna menggunakan berbagai jenis perangkat. Tujuannya adalah untuk membangun dan merancang segala sesuatunya agar bekerja secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan setiap pengguna.

Namun tujuannya bukan hanya itu, ada beberapa tujuan lain. Lantas apa saja tujuan tersebut? Tenang, karena akan kami bahas pada ulasan berikut ini serta fungsi lalu pengenalan beberapa teknologi layanan jaringan.

Tujuan Teknologi Layanan Jaringan

Kali ini kami menjelaskan maksud dari teknologi layanan jaringan (TLJ) yang kami peroleh dari berbagai sumber media, mulai dari media cetak hingga media elektronik (Internet). Seperti:

Tujuan Adanya Teknologi Layanan Jaringan

Keberadaan teknologi layanan jaringan (TLJ) tentunya memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah dengan mengetahui koneksi fisik komputer dengan berbagai perangkat.

  • Jalani proses menentukan apakah ada koneksi fisik ke komputer atau mesin lain.
  • Lakukan cara pada proses jabat tangan.
  • Melakukan proses negosiasi terhadap berbagai fitur yang saling berkaitan satu sama lain.
  • Jalani proses pengaturan untuk memulai dan menyelesaikan pesan atau sinyal.
  • Ikuti proses pengaturan format pesan yang di gunakan.
  • Tetapkan langkah dan tindakan ketika pesan rusak atau ketika pesan tidak lengkap.
  • Melakukan proses penemuan untuk mengetahui asal muasal kerugian terkait jaringan dan mengambil tindakan sebagai solusinya.
  • Di gunakan untuk menyelesaikan proses koneksi apa pun yang di lakukan sebelumnya.

Fungsi Teknologi Layanan Jaringan Komputer

Teknologi layanan jaringan atau (TLJ) adalah suatu bentuk layanan yang di sediakan oleh jaringan komputer yang bertindak untuk memfasilitasi penggunaan sumber daya bersama. Baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

Sebab setiap bagian jaringan komputer meminta dan menyediakan layanan untuk mencapai tujuan bersama. Pihak yang memberikan layanan di sebut server, dalam hal ini mesin server atau komputer.

Sedangkan pihak yang meminta layanan di sebut klien. Arsitektur ini di sebut arsitektur client-server dan di gunakan pada hampir semua aplikasi jaringan komputer. Secara rinci, fungsi teknologi layanan jaringan adalah:

  • Membantu menyimpan informasi agar dapat di percaya dan selalu update.
  • Sistem penyimpanan data terpusat atau terdistribusi yang di kelola dengan baik yang memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai lokasi. Dan membatasi akses ke data saat sedang di proses.
  • Ada resource sharing, seperti berbagi penggunaan printer, CPU, memori dan harddisk.
  • Komunikasi data seperti email, pesan instan dan chatting.
  • Mempermudah mengakses informasi seperti menjelajahi website.

Pengenalan Tentang Beberapa Teknologi Layanan Jaringan

Terdapat banyak teknologi layanan jaringan yang dapat mendukung dan memudahkan pengelolaan sistem, beberapa di antaranya adalah:

1. DHCP

DHCP adalah bentuk teknologi layanan jaringan yang di sediakan oleh komputer server untuk secara otomatis menetapkan alamat IP ke setiap komputer klien pada jaringan. DHCP merupakan teknologi yang sangat membantu administrator jaringan.

Karena dengan mengaktifkan DHCP pada komputer server. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan tidak perlu lagi menetapkan alamat IP secara manual.

Sebab alamat IP diberikan oleh server untuk secara otomatis di tetapkan ke klien yang terhubung ke jaringan. Sehingga konfigurasi pada komputer klien hanya perlu di atur secara otomatis.

Fungsi DHCP

Secara otomatis memberikan IP (alamat IP) untuk setiap klien/pengguna yang terhubung ke jaringan komputer.

Dapat menghemat tenaga terutama bagi administrator jaringan, karena tidak sulit untuk memberikan alamat IP pada setiap komputer klien yang terhubung ke jaringan, administrator cukup menghubungkan komputer, lalu IP komputer ke IP komputer server tanpa konfigurasi manual.

Memberikan alamat IP dinamis dan statis, alamat IP dinamis adalah alamat IP yang terus berubah setiap kali komputer klien di hidupkan. Sedangkan alamat IP statis adalah alamat IP yang akan tetap ada selamanya.

2. DNS

Server nama domain atau DNS adalah server komputer yang tugasnya menerjemahkan atau mengubah alamat IP menjadi nama domain atau nama domain menjadi alamat IP yang dapat di mengerti oleh komputer.

Misal ketika kamu login ke Internet maka yang kamu ketikkan. Adalah alamat domain situs yang ingin mengakses, misalnya facebook.com. Jika kamu mengikuti prosesnya maka alamat yang kamu ketikkan akan di terjemahkan oleh DNS menjadi alamat IP misal 192.168.90.1.

Tujuannya agar dapat di mengerti oleh mesin komputer. DNS biasanya di gunakan dalam aplikasi yang terhubung ke Internet seperti browser web atau layanan email. Selain itu, DNS juga dapat kamu terapkan pada jaringan pribadi dan intranet.

Dengan DNS bisa sangat membantu setiap pengguna. Karena pengguna tidak perlu khawatir mengingat alamat IP dalam bentuk angka yang lebih sulit dari kata-kata.

Pengguna hanya perlu memasukkan nama domain, lalu selebihnya adalah pekerjaan DNS. Untuk mengubahnya menjadi bentuk alamat yang benar.

Cara Kerja DNS

Cara kerja DNS agar setiap komputer klien yang terhubung ke Internet dapat terhubung ke server DNS. Maka server DNS memerlukan program klien yang di sebut Resolver. Resolver yang biasanya di bangun atau di instal pada program browser (seperti Mozilla, Internet Explorer), Google Chrome, dll.)

Jika alamat host yang kamu cari sudah di temukan dan di berikan, maka prosesnya selesai. Jika tidak, penyelesai DNS akan mencari informasi cache yang di buat penyelesai untuk menyimpan hasil kueri sebelumnya. Jika ada, maka di simpan pada cache data dan hasilnya akan ia berikan.

Jika masih tidak di temukan pada cache, DNS server akan mencari alamat server DNS pertama yang di tentukan pengguna. Server DNS di konfigurasi untuk mencari nama domain pada cache-nya. Jika nama domain yang di cari oleh server DNS tidak kamu temukan.

Maka pencarian di lakukan dengan menelusuri file database (zona) milik server. Jika masih tidak ada, pencarian di lakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang bersangkutan.

3. FTP

FTP atau File Transfer Protocol adalah layanan jaringan, biasanya berupa perangkat lunak atau perangkat aplikasi khusus, yang menggunakan protokol jaringan. Fungsinya untuk memfasilitasi transfer file antar komputer mana pun yang terhubung ke jaringan.

FTP juga bisa di katakan sebagai protokol Internet yang bekerja pada lapisan aplikasi, yang merupakan standar untuk mentransfer file komputer antar mesin dalam suatu kerangka. Ada dua bagian utama dalam FTP yaitu FTP Server dan FTP Client.

Kedua bagian ini selalu berkomunikasi, FTP client biasanya berbentuk program atau software khusus yang fungsinya mengeluarkan perintah FTP ke server FTP, sedangkan FTP server adalah layanan atau daemon Windows yang berjalan pada komputer yang merespons perintah dari klien FTP.

FTP di kenal sebagai salah satu protokol komunikasi Internet pertama dan masih di gunakan sampai sekarang. FTP banyak di gunakan untuk memfasilitasi pengunduhan dan pengunggahan file komputer ke server Internet.

Fungsi FTP

Fungsi FTP yang di kenal luas adalah. Untuk memudahkan pengunduhan atau pengunggahan file menggunakan jaringan komputer Internet.

Demikian penjelasan dari kami mengenai tujuan, fungsi serta pengenalan teknologi layanan jaringan. Semoga penjelasan itu dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga