Pasar crypto dalam seminggu kebelakang memperlihatkan penurunan yang cukup tajam. Hal ini bukan saja dialami oleh dogecoin. Tapi Bitcoin sebagai aset kripto terbesar juga mengalami hal yang sama, sehingga membuat resah banyak trader dan investor.
Beberapa analis pun banyak yang memprediksi Bitcoin akan terus meningkat. Namun tidak sedikit yang bertanya-tanya, mungkinkah Bitcoin jatuh di bawah U$ 80.000. Aset kripto yang memiliki volatilitas tinggi tentunya hal yang wajar dengan fenomena ini.
Bitcoin merupakan aset kripto pionir yang memperkenalkan ide baru tentang uang yang sepenuhnya eksis di dunia maya. Mata uang digital yang terdesentralisasi ini telah diterima secara luas dan kini menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati.
Apa Itu Bitcoin?
Dilansir dari Pintu, Bitcoin adalah bentuk uang digital yang tersebar secara elektronik dan tidak dikeluarkan ataupun diatur oleh pemerintah mana pun. Dijalankan oleh jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk sistem keuangan terdesentralisasi.
Bitcoin dapat digunakan untuk menyimpan nilai dan dapat dikirim kapan saja kepada siapa saja di mana pun. Perangkat lunak Bitcoin bersifat open source, memungkinkan siapa saja di seluruh dunia untuk menjalankan server Bitcoin dan turut berkontribusi dalam jaringan.
Sejarah Bitcoin
Pada bulan Oktober 2008, seseorang yang dikenal dengan nama Satoshi Nakamoto menerbitkan sebuah dokumen sepanjang delapan halaman berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.” Dokumen tersebut disebarkan ke milis yang terdiri dari para ahli kriptografi dan ilmuwan komputer.
Kemudian, jaringan Bitcoin resmi diluncurkan pada tahun 2009, berdasarkan panduan implementasi yang dirilis oleh Nakamoto dan telah melewati sejumlah revisi oleh berbagai programmer.
Pada tanggal 26 April 2011, Satoshi mengirimkan email kepada rekan-rekan pengembang di komunitasnya, menyatakan bahwa ia memilih untuk meninggalkan proyek Bitcoin dan menyerahkan pengembangan kode serta jaringan kepada sekelompok relawan.
Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?
Bitcoin memanfaatkan teknologi yang dikenal sebagai blockchain, sebuah buku kas digital yang digunakan untuk mencatat dan memastikan bahwa semua transaksi Bitcoin aman dan tidak dapat diubah.
Blockchain Bitcoin menyimpan catatan lengkap semua transaksi Bitcoin sejak pertama kali mata uang ini diciptakan. Setiap individu yang mengakses Bitcoin dapat melihat seluruh transaksi yang tercatat dalam blockchain.
Semua pengguna Bitcoin memiliki salinan identik dari semua catatan yang ada di perangkat mereka. Setiap transaksi di Bitcoin dilindungi dengan kriptografi. Untuk memverifikasi transaksi dan mencegah pengeluaran ganda, Bitcoin menggunakan sebuah proses yang disebut proof-of-work atau penambangan, yang dilindungi oleh kriptografi yang kompleks.
Kenapa Orang Berinvestasi Bitcoin?
Banyak orang memilih untuk berinvestasi dalam Bitcoin karena dianggap sebagai aset yang dapat menyimpan nilai serta melindungi kekayaan mereka dari inflasi. Bitcoin dianggap sebagai penyimpan nilai yang sebanding dengan emas karena sifatnya yang langka dan sulit diproduksi.
Namun, Bitcoin memiliki keunggulan dibandingkan emas. Berbeda dengan emas, Bitcoin dapat ditransfer secara global 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan biaya untuk memindahkannya hampir tidak ada.
Karena kelangkaan, tingkat keamanan, likuiditas tinggi, dan ketersediaannya di seluruh dunia, banyak orang berkeyakinan bahwa harga Bitcoin akan meningkat seiring berjalannya waktu dan dapat berfungsi sebagai mata uang alternatif di masa depan.
Prospek Harga Bitcoin Potensi Penurunan di Bawah US$80.000?
Bitcoin menunjukkan tren penurunan yang berkelanjutan meskipun pandangan jangka panjang tetap optimis. Meskipun proyeksi untuk jangka waktu yang lebih lama positif, penurunan harga BTC dalam waktu dekat menunjukkan risiko adanya tekanan dari jual.
Bitcoin Memerlukan Dukungan dari Investor
Permintaan yang jelas untuk Bitcoin menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, dengan permintaan spot jatuh drastis dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak Juli 2024 dan merupakan pertama kalinya terjadi dalam lebih dari empat bulan.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skeptisisme di kalangan investor, yang menyebabkan berkurangnya minat untuk membeli dan meningkatnya tekanan bearish dalam jangka pendek.
Kondisi permintaan yang menyusut menunjukkan bahwa para pelaku pasar enggan untuk membuka posisi baru. Jika permintaan tidak segera pulih, Bitcoin mungkin mengalami kesulitan untuk mempertahankan harga saat ini, yang meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut.
Holder jangka panjang (LTH) kini lebih cenderung melakukan akumulasi daripada menjual, terlihat dari metrik Perubahan Posisi Bersih LTH. Dalam satu bulan terakhir, para investor ini telah mengumpulkan lebih dari 107.413 BTC.
Secara historis, akumulasi oleh LTH menunjukkan kepercayaan jangka panjang, tetapi dalam jangka waktu dekat, hal ini sering mendahului periode penurunan harga. LTH cenderung mengakumulasi saat harga rendah dan mulai menjual saat terjadi reli kenaikan.
Pola ini menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin masih menghadapi beberapa penurunan sebelum pemulihan yang lebih signifikan dimulai. Meskipun akumulasi oleh jangka panjang terlihat positif, dampak jangka pendeknya bisa menyebabkan volatilitas tambahan dan potensi penyesuaian harga.
Harga BTC Dapat Mengalami Penurunan Lebih Lanjut
Harga Bitcoin saat ini berada di US$82.305 dan menunjukkan pola candlestick wedge menurun yang semakin melebar. Meski pola ini biasanya bullish secara makro, dalam jangka pendek ini mengindikasikan kemungkinan penurunan lebih lanjut.
BTC mungkin perlu menguji level support yang lebih rendah sebelum memastikan pembalikan arah. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, prediksi harga jangka pendek menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin kehilangan level support penting di US$80.000 dan jatuh hingga menguji US$76.741.
Jika kondisi ekonomi makro memburuk lebih jauh, penurunan bisa berlanjut hingga mencapai US$72.000. Skenario semacam ini akan menambah tekanan bearish di pasar crypto.
Namun, perubahan dalam sentimen investor dapat mempengaruhi arah pergerakan ini. Jika akumulasi meningkat di level support psikologis US$80.000, Bitcoin bisa kembali mendapatkan momentum bullish.
Jika Bitcoin berhasil melewati US$82.761, akan membuka kemungkinan bagi BTC untuk melampaui US$85.000, dengan target akhir di US$87.041. Perkembangan ini akan membalikkan pandangan bearish dan menunjukkan adanya kekuatan baru di pasar.
Pergerakan Harga Bitcoin
Dilansir dari Pintu Market, harga Bitcoin hari ini adalah Rp 1.350.773.703 dengan volume perdagangan Bitcoin (BTC) mencapai US$31.573.256.181, yang mencerminkan penurunan sebesar -20,40% dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Sementara itu, Bitcoin (BTC) pernah mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$108.786 dan terendah sebesar US$67,81. Saat ini, nilainya masih 24,89% lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi tersebut dan 120.394,43% lebih tinggi dibandingkan dengan harga terendahnya.
Untuk kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) saat ini adalah US$1.622.914.218.610. Nilai kap pasar ini diperoleh dengan mengalikan harga token dengan jumlah token BTC yang beredar, yaitu 20 juta token yang tersedia untuk diperdagangkan saat ini.
Sedangkan, valuasi terdilusi penuh (FDV) untuk Bitcoin (BTC) adalah US$1.622.914.218.610. Ini merupakan gambaran statistik mengenai kapitalisasi pasar maksimum, yang akan tercapai jika semua 21 juta token BTC beredar dalam satu waktu. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.