Cara Setting WP Rocket

Cara Setting WP Rocket

Cara setting WP Rocket – sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin memaksimalkan kecepatan loading wordpress. Website yang memiliki kecepatan loading yang baik akan memberikan pengalaman pengunjung yang baik juga dan berpeluang membuat situs Anda berada di pencarian teratas SERP. Hal ini karena kecepatan loading blog adalah salah satu karakteristik website yang disukai oleh mesin pencari atau yang populer disebut dengan SEO friendly.

Cara setting WP rocket sangatlah mudah. Ada banyak cara untuk menjadikan situs WordPress Anda memiliki kecepatan yang baik seperti menggunakan layanan hosting terbaik, menggunakan layanan CDN (Content Delivery Network) dan juga melakukan banyak optimasi lain.
Bagi Anda pengguna WordPress, Anda akan menemukan banyak solusi untuk mempercepat situs WordPress. Salah satunya yaitu dengan menciptakan caching untuk file statis di web WordPress Anda. Dengan adanya cache, ketika pengguna mengakses website atau postingan akan dilayani langsung dari folder cache. Melayani post dari cache akan membuat beban blog dan postingan Anda dimuat lebih cepat daripada tanpa situs yang tidak menggunakan cache.

Apa itu WP Rocket?

Banyak plugin cahce WordPress yang bisa Anda gunakan, salah satunya adalah WP-Rocket. WP Rocket adalah salah satu plugin cache WordPress berbayar (premium) yang dapat Anda manfaatkan untuk mempercepat situs WordPress milik Anda. Cara kerja WP Rocket adalah dengan mengurangi beban file HTML, JavaScript dan CSS pada suatu website.Jenis plugin ini juga dilengkapi dengan fitur penting yang sangat berguna untuk website Anda.

Bagaimana Cara Setting WP Rocket?

Untuk menggunakan plugin WP Rocket agar bekerja maksimal dan meningkatkan kecepatan website WordPress Anda dengan sangat cepat ketika di akses,maka Anda harus melakukan pengaturan yang benar. Bagaimana cara setting WP Rocket yang benar?

Cara Mudah Setting WP Rocket

Instal plugin

Langkah pertama yang harus Anda lakukan di sini adalah dengan menginstal plugin terlebih dahulu. Jika Anda membeli sendiri, berarti tinggal upload file Zip yang sudah Anda dapatkan dari member area.

Dashboard

Pengaturan pertama WP Rocket ada pada dashboard. Di sini ada beberapa keterangan termasuk masa berlaku lisensi. Yang Anda lakukan si sini adalah dengan menghidupkan toggle pada bagian Rocket Tester & Rocket Analytics.

Nantinya Rocket Tester akan memberikan Anda notifikasi lebih awal jika ada update baru WP Rocket yang belum rilis ke umum / beta update. Sedangkan Analytics memungkinkan WP Rocket menganalisa data-data blog Anda, misalnya spesifikasi server, jenis CMS, dan masih banyak lagi.

Cache

Pada bagian ini tersedia opsi untuk mengaktifkan mobile cache. Yang dipakai di sini adalah mobile cache karena mayoritas pengakses internet saat ini melalui handphone. Yang perlu Anda ingat pada bagian ini adalah User Cache dan Cache Lifespan cukup dibiarkan default saja.

File Optimization

Fungsi file optimization di sini “merampingkan” kode-kode Html, Js, dan Css di blog Anda agar lebih sedikit requestnya dan lebih kecil ukurannya. Pada bagian Basic Settings berikan ceklis pada semua kotak. Sedangkan untuk bagian CSS Files berikan ceklis pada kotak pertama dan ketiga. Akan tetapi Combine CSS Files tidak perlu dilakukan jika blog Anda sudah support HTTP/2. Untuk bagian JavaScript Files juga hanya diberi ceklis. Anda tidak perlu melakukan Combine Js Files jika blog Anda sudah menggunakan HTTP/2.

Media

Pada bagian media, berikan ceklis untuk semua kotak yang tersedia. Anda juga dapat mengaktifkan fitur WebP compatibility jika Anda menginginkan WP Rocket menampilkan gambar versi WebP di browser tertentu yang sudah support WebP. Akan tetapi yang perlu Anda ingat adalah WP Rocket tidak membuat versi WebP dari image yang sudah ada di blog Anda. WP Rocket hanya mengatur image versi apa yang akan ditampilkan di browser.

Preload

Pada fitur ini akan sangat memungkinkan WP Rocket menghasilkan cache mulai dari link-link yang ada di Homepage dan berdasarkan Sitemap blog Anda ketika Anda menambah atau meng-update konten baru di blog.
Pada bagian DNS prefetching, masukkan URL web-web eksternal yang script nya terpasang di blog Anda, misalnya kode pixel Facebook, kode tracking Google Analytics, kode GTM, dan kode lainnya.
Akan tetapi file tersebut yang berasal dari luar blog And tidak bisa dioptimasi sehingga dengan adanya DNS prefetching akan membuat waktu load file-file tersebut lebih cepat, khususnya saat diakses dari hp.

Advanced Rules

Bagian ini sebenarnya bisa dikosongkan saja kecuali meman benar-benar membutuhkannya. Beberapa fitur yang tersedia di sini adalah Exclude URL tertentu, Exclude cookie tertentu dan bersihkan cache otomatis pada URL tertentu.

Database

Jika Anda pernah menggunakan plugin WP Optimize, fiturnya 100% sama dengan bagian ini. Gunanya adalah untuk membersihkan sampah dan mengoptimasi database blog Anda sehingga lebih ringan diakses. Di sini Anda harus memberikan ceklis pada semua kotak kecuali “auto dra

Related Posts