fbpx

Apa Itu WebP File dan Bagaimana Mampu Mengoptimalkan Performa Website

Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh para pengelola website adalah ukuran gambar. Ya, elemen grafis dengan ukuran besar dapat membuat proses memuat halaman menjadi lebih berat dan mempengaruhi pengalaman pengguna. Untuk itu, WebP menjadi salah satu file gambar yang dipilih. Tapi apa itu WebP file?  

Apa Itu WebP File? 

Apa itu WebP file adalah format gambar yang menggunakan kompresi lossless dan lossy, serta menggunakan predictive . Artinya, gambar ini dapat dikecilkan ukurannya tanpa banyak mengalami penurunan kualitas. Tak salah jika kemudian gambar ini mampu mengoptimalkan proses loading halaman .

Metode lossless pada WebP file adalah metode kompresi gambar yang tetap mempertahankan bit aslinya dengan efisiensi 26% lebih tinggi dibandingkan format lainnya. Sementara metode lossy pada WebP, adalah kompresi yang sedikit mengurangi data asli pada gambar. Koding prediktif WebP adalah proses pengkodean gambar untuk kompresi keyframe dan dapat  mengurangi ukuran gambar sampai 34% tanpa banyak mengurangi detail.

Format gambar WebP ini mulai dikembangkan dengan akuisisi oleh pada 2010 silam dan semakin lazim digunakan untuk penggunaan website. Dengan karakteristiknya tersebut, format gambar ini pun menjadi pilihan ideal untuk website atau yang memiliki banyak konten gambar, seperti blog fotografi, desain maupun travelling. 

Kelebihan dan Kekurangan Gambar WebP untuk Website

Dari penjelasan di atas, mungkin Anda berpikir bahwa format gambar yang diperkenalkan Google ini akan memberikan dampak positif saja pada website. Nyatanya, tidak sesederhana itu. Ada pula beberapa kekurangan yang juga perlu Anda ketahui dari penggunaan file gambar WebP ini.  

Baca Juga :  Apa itu URL? Pengertian dan Penjelasannya

1. Kelebihan Gambar WebP 

●  Efisien, karena kompresinya mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan ukuran file yang lebih kecil dibanding format seperti JPEG maupun PNG

●  Gambar yang dibuat dengan format ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil memudahkan distribusinya

●  Format gambar yang dihasilkan juga mendukung transparansi sehingga ideal untuk ikon maupun logo di tampilan website

●  Efisiensinya juga efektif dalam membuat performa website tetap optimal karena halaman yang lebih ringan dan cepat untuk dimuat 

2. Kekurangan Gambar WebP

●  Sayangnya, format gambar ini belum support di semua browser, utamanya Safari dan Explorer sehingga diperlukan khusus agar ia dapat dibuka oleh browser tersebut 

●  Saat ini, file WebP hanya bisa dibuka oleh browser berbasis chromium dan gecko seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, Opera Mini, Microsoft Edge dan Samsung Internet

Cara Menangani File WebP

Perlu Anda ketahui bahwa file WebP ini sudah banyak dibawakan dalam berbagai konten dan modern. Besar kemungkinan, Anda sudah memiliki file gambar ini di , laptop atau pun smartphone Anda. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya file gambar ini sudah cukup populer dan perangkat modern sudah mampu menangani file jenis ini.

Nah, apabila Anda ingin lebih jauh mengenal apa itu WebP file dan ingin mendapatkannya, bisa mencoba melakukan pencarian di internet. Gambar yang memang cukup mirip dengan gambar JPEG dan PNG ini bisa Anda simpan dengan cara biasa.

Baca Juga : Mengenal Apa itu VPS Windows dan Kelebihannya

Ya, cukup klik kanan pada gambar WebP lalu pilih Save Image As dan Save ke direktori penyimpanan Anda. Sementara di browser smartphone, Anda bisa tekan tahan gambar lalu pilih opsi Simpan Gambar.

Baca Juga :  Cara Memasang Live Chat Pada WordPress dan 3 Plugin Terbaiknya

Sementara untuk membuka atau mengedit WebP file, Anda bisa mengandalkan aplikasi edit gambar populer seperti GIMP, Microsoft Paint ataupun ImageMagick. Saat ini, semua perangkat modern sudah mampu menangani jenis file ini sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk mengedit dan menyimpannya.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang apa itu WebP file yang memang bisa menjadi opsi terbaik untuk elemen grafis di website maupun blog. Dengan kualitas detail gambar yang tetap bisa diterima, ukuran gambar dapat diperkecil lebih dari sepertiga dari ukuran aslinya. Hasilnya, performa website bisa tetap optimal meskipun memiliki cukup banyak gambar di dalamnya.