fbpx

Virtual Hosting: Pengertian, Tipe-tipe, dan Penggunaannya

Virtual hosting adalah suatu metode untuk hosting atau melayani beberapa nama atau website sekaligus dalam satu server. Ini memungkinkan Anda untuk membuat berbagai website dengan nama domain yang berbeda-beda dalam satu server yang sama.

Dengan virtual hosting, satu server dapat berbagi resources atau sumber daya seperti memory atau processor cycle, tanpa harus menggunakan satu nama domain. Sehingga, Anda tidak ada perlu mengeluarkan biaya lagi untuk menambahkan resources.

Tipe-tipe Virtual Hosting 

jenis virtual hosting

Terdapat tiga tipe utama virtual hosting, yakni IP-based, port-based, dan. Bagaimana cara ketiga tipe tersebut? Berikut penjelasannya:

1. IP-Based

Virtual hosting IP-based atau berbasis IP ini merupakan metode yang paling sederhana dari ketiga tipe virtual hosting. 

Ketika virtual hosting tipe ini digunakan, setiap website baik dengan satu DNS (domain name system) maupun gabungan nama-nama domain, akan mengarah ke alamat IP yang unik. Jadi, akan ada beberapa alamat IP untuk satu server.

Server dikonfigurasi dengan berbagai network interface, yakni interface virtual pada penghubung fisik yang sama. Atau, beberapa alamat IP pada satu interface.

Web server dapat membuka listening socket yang berbeda untuk masing-masing alamat IP serta mampu menerima TCP. Klien tidak terlibat dalam proses ini dan tidak seperti virtual hosting name-based, tidak ada masalah dengan kompabilitasnya.

Kekurangan dari pendekatan ini adalah server membutuhkan alamat IP yang berbeda-beda untuk setiap website. Sehingga, akan ada biaya tambahan untuk menggunakan virtual hosting jenis ini.

2. Port-based

Virtual hosting port-based hampir sama cara kerjanya dengan virtual hosting IP-based. 

Baca Juga :  Cara Mengarahkan Domain ke Email Hosting Paling Lengkap

Keunggulan dari pendekatan ini adalah, port-based memungkinkan seorang webmaster untuk mampu menguji berbagai website dengan hanya menggunakan satu alamat IP atau hostname. Atau, dalam keadaan mendesak, dapat meng-hosting website dalam jumlah yang sangat besar.

Website yang berbasis port ini, secara eksplisit terikat pada nomor port unik dan alamat IP. Nomor port yang biasa digunakan untuk alamat IP ini dapat membedakan satu website individu dengan website lainnya yang terikat pada alamat IP yang sama.

3. Name-based

Virtual hosting name-based atau berbasis nama merupakan pendekatan hosting virtual yang paling populer dan banyak digunakan saat ini. Dengan jenis ini, Anda dapat meng-hosting beberapa domain atau website pada satu mesin dengan satu IP. Jadi, semua domain di server itu akan berbagi satu IP.

Selain itu, teknik ini juga lebih mudah dalam konfigurasi daripada virtual hosting berbasis IP. Anda hanya perlu mengkonfigurasi DNS (Domain Name System) untuk memetakannya dengan alamat IP yang benar. Lalu, mengkonfigurasi Apache untuk mengenalinya dengan nama domain..

Penggunaan Virtual Hosting

pengertian virtual hosting

Virtual website sering digunakan dalam skala besar pada perusahaan-perusahaan yang memiliki model sebagai penyedia hosting website dengan harga yang murah untuk pelanggannya. Sebagian besar penyedia layanan hosting web di seluruh dunia, menggunakan hosting virtual.

Selain itu, banyak perusahaan bisnis menggunakan virtual hosting untuk tujuan internal. Seperti alasan administratif untuk mengoperasikan beberapa situs web yang terpisah untuk , , atau departemen yang berbeda.

Apabila Anda ingin mencari hosting yang berkualitas, dewabiz menyediakan super hosting dengan performa tinggi. Anda bisa mengatur resource hosting sesuai kebutuhan. Harga sangat terjangkau mulai Rp55 ribu saja per bulan.Nah, itulah penjelasan mengenai virtual hosting. Semoga ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan ada tentang tipe-tipe dan penggunaan virtual hosting.

Baca Juga :  Pengertian Firebase, Fungsi, Fitur, dan Kelebihannya