fbpx

Pentingnya Melakukan Backup Website dan 2 Pilihan Caranya

Anda mungkin sudah memahami bagaimana sengitnya persaingan di kancah per-website-an saat ini. Tak hanya dari kompetitor, risiko ancaman lainnya datang dari peretas yang ingin mencuri atau bahkan menghapus konten. Untuk mengantisipasi risiko situs yang corrupt, memilih cara backup website yang tepat pun jadi semakin penting.

Apa Itu Backup Website?

Sederhananya, backup website adalah membuat cadangan data file dan database yang menyusun situs. File yang berupa data instalasi dan konten ini biasanya berupa plugin maupun tema, sedangkan database berisi data halaman, unggahan, , tag, komentar, pengguna dan sebagainya. Data penting ini kemudian disalin dengan cara backup website.

Setelah melakukan backup, Anda akan memiliki file cadangan yang berupa arsip yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Kegunaan dari file cadangan ini tak sekedar untuk mengamankan situs yang diretas, file rusak atau saja, tetapi juga pada saat Anda melakukan maintenance. Tentu Anda tak ingin situs bisnis menjadi blank karena maintenance yang gagal backup bukan?

Kegiatan backup ini banyak disediakan oleh untuk lebih memudahkan para pengguna. Selain bisa disimpan otomatis oleh layanan hosting, Anda juga bisa mempertimbangkan mengamankan arsip cadangan website di penyimpanan Anda sendiri, entah itu di , harddisk khusus atau bahkan di layanan . Jika Anda ragu dengan layanan hosting, bisa memilih backup manual melalui , ataupun backup otomatis melalui plugin khusus.

2 Pilihan Cara Backup Website

Jadi, secara keseluruhan ada 3 cara backup website yang bisa Anda pilih sesuai preferensi. Pilihan-pilihan tersebut yaitu cara manual menggunakan cPanel , dan cara otomatis menggunakan plugin backup dan fitur layanan hosting. Berikut penjelasannya:

Baca Juga :  Cara Menggunakan DewaVPN

1. Backup Menggunakan cPanel

Cara manual ini bisa dikatakan wajib Anda kuasai sebagai pengetahuan mendasar. Langkah pencadangan dan pemulihan melalui cPanel ini juga bisa dibilang mudah saja. Namun konsistensi melakukan backup secara rutin menjadi tantangan nyata di sini.

Baca Juga : Panduan Membuat Website Toko Online dengan WordPress dan WooCommerce  

Untuk melakukan backup manual website ini, langkah yang perlu Anda lakukan yaitu

  1. Masuk ke cPanel lalu lihat bagian Files
  2. Silakan pilih Backup Wizard kemudian pilih opsi yang akan Anda lakukan (Back Up untuk pencadangan data, atau Restore untuk pemulihan data).   
  3. Selanjutnya, pilih Full Backup lalu klik Generate Backup
  4. Silakan tulis alamat email Anda (digunakan untuk mengirimkan link unduhan file arsip hasil pencadangan)
  5. Setelah pembuatan backup selesai, silakan buka kotak masuk email Anda tersebut
  6. Buka email kemudian klik link yang disediakan
  7. Setelah proses pengunduhan arsip backup selesai, silakan pindahkan file .tar.gz tersebut ke lokasi aman. File ini pulalah yang harus Anda gunakan saat hendak memulihkan website dengan klik Restore (seperti yang dijelaskan pada langkah ke-2)
  8. Selesai, Anda bisa melihat history pembuatan backup di Backup Wizard

2. Cara Backup Menggunakan Plugin

Saat sebagian orang lebih yakin dengan cara manual di atas, ternyata ada pula yang tak sesempat itu untuk melakukan backup secara rutin. Opsi solusi yang bisa dipertimbangkan untuk mereka adalah opsi backup secara otomatis menggunakan plugin backup . Atau jika tidak, lebih memilih mempercayakan pencadangan situs ke layanan hosting.

Penggunaan plugin backup bisa dilakukan dari admin area dengan langkah yang sederhana saja, antara lain:

  1. Memilih plugin yang ingin digunakan untuk melakukan backup
  2. Login ke WordPress lalu masuk ke menu plugin dan pilih Add New
  3. Temukan backup plugin kemudian klik Install
  4. Terakhir, klik Activate untuk mulai menggunakan plugin tersebut
Baca Juga :  Macam-macam Control Panel Hosting, Ini 5 yang Paling Oke

Kebanyakan plugin backup bisa secara otoomatis langsung membuat backup untuk Anda. Namun sebagian lainnya, ada yang memerlukan pengaturan khusus sebelum bisa digunakan. Maka dari itu, perhatikan instruksi detail yang disertakan dengan plugin yang ditawarkan.  

Kesimpulan

Setelah Anda mengetahui manakah cara backup website yang ideal, satu solusi masalah keamanan sudah bisa dipegang. Ini karena Anda jadi lebih mudah dalam melakukan pencadangan secara rutin. Setidaknya, kini Anda bisa memiliki lapisan keamanan lain saat situs benar-benar mengalami serangan.