fbpx

Pahami Cara Menyusun Strategi SEO Yang Benar

Saat ini, kesadaran akan pentingnya Search Engine Optimization (SEO) memang semakin meningkat. Sayangnya, peningkatan ini tak cukup dibarengi dengan pemahaman akan bagaimana menyusun sebuah SEO yang proporsional. Lantas, bagaimana menyusun strategi SEO yang tepat?

Cara Menyusun Strategi SEO

Strategi SEO adalah proses mengorganisir konten dalam berdasarkan topik untuk meningkatkan peluangnya muncul di halaman Search Engine Result Page (SERP) atau hasil penelusuran. Proses ini harus Anda lakukan demi meningkatkan potensi tumbuhnya traffic organik dari mesin pencari.

Selain itu, strategi SEO yang baik juga membantu Anda dalam memastikan bahwa website Anda bisa terus produktif menghasilkan konten relevan yang berkualitas. Jadi, menggunakan cara ini, Anda tak lagi sekedar menyajikan konten yang mungkin ingin dilihat orang, tetapi konten yang memang dicari dan dibutuhkan oleh pengguna internet.

Apabila website Anda memuat konten yang berantakan, besar kemungkinan bot mesin pencari membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengindeks dan menentukan authority yang kemudian berimbas pada peringkat di SERP.

Untuk menghindari hal seperti ini, berikutu ini 9 langkah yang bisa Anda terapkan untuk menyusun sebuah strategi SEO sesuai kebutuhan.

1. Membuat Daftar Topik dan Kata Kunci

Sebelum mengerjakan kata kunci, ada baiknya Anda menentukan topik website terlebih dahulu. Topik ini bertujuan untuk mengarahkan, arah pengembangan konten Anda nantinya.

Anda bisa membuat daftar berisi 10 kata dan istilah yang paling mencerminkan produk atau layanan Anda.

Untuk memudahkan Anda, manfaatkan SEO tool untuk menemukan daftar kata, search volume dan variasinya yang masih ada hubungannya dengan Anda tersebut. Beberapa tool yang bisa Anda coba antara lain ’s Keyword Tool, Ahrefs, SEMRush, GrowthBar dan sebagainya.

2. Membuat Daftar Long-Tail Keywords  

Berdasarkan topik yang sudah ditentukan sebelumnya, Anda kemudian bisa membuat long-tail keywords. Nah kata kunci ini kemudian bisa digunakan untuk membuat postingan atau halaman yang menjelaskan topik tertentu di halaman-halaman pilar yang Anda tentukan.    

Pada proses ini, Anda bisa mengoptimalkan suatu halaman untuk kata kunci tertentu. Anda bisa menggunakan keyword tool di atas untuk menemukan 5-10 long-tail keyword yang relevan terhadap sebuah halaman pilar. Anda kemudian bisa menerapkan hal serupa pada pilar lainnya.

Baca Juga :  Panduan Mudah Cara Instalasi Python 3 di Windows, Linux, dan Mac

3. Buat Halaman untuk Masing-Masing Topik

Seperti yang dijelaskan, bahwa setiap topik kemudian dikembangkan menjadi halaman pilar tertentu.

Nah di antara halaman utama ini, Anda bisa memilih salah satu yang akan menjadi semacam halaman andalan dengan long-tail keyword yang sudah Anda temukan sebelumnya. Bisa dikatakan halaman ini seakan menjadi daftar isi, dimana Anda menjelaskan topik utama dan kilasan tentang sub-topik yang terkait.

4. Membuat Sebuah Blog

Nyatanya, blog bisa membantu pemeringkatan kata kunci sekaligus menjalin relasi lebih dekat dengan para pengguna website Anda. Postingan blog bisa menjadi sebuah halaman web baru yang menambahkan peluang Anda untuk naik peringkat di SERP.

Inilah alasannya mengapa tak sedikit website besar menambahkan blog dalam halaman mereka.

5. Membuat Jadwal untuk Blog

Mungkin postingan blog yang Anda buat nantinya tak selalu terkait dengan topik pilihan. Namun nyatanya, menulis sesuatu yang menjadi perhatian pelanggan Anda juga bisa membangun nilai authority pada algoritme mesin pencari.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjadwalkan produksi konten untuk blog yang mungkin lebih mampu menjangkau minat pengunjung. 

Selesai dengan langkah SEO on-page di atas, selanjutnya Anda perlu memperhatikan SEO off-page, salah satunya dengan building.

Proses untuk mendapatkan tautan masuk () dari situs lain ini juga berdampak pada peringkat SERP website Anda nantinya. Maka dari itu, Anda pun perlu memikirkannya dari awal.

7. Sesuaikan Ukuran media 

Apabila Anda ingin memastikan tingkat mobile-friendly yang baik pada website, pastikan Anda sudah menyesuaikan ukuran media sebelum mengunggahnya ke situs.

Tak hanya demi menghemat bandwith, kompresi terhadap file media juga memastikan bahwa halaman website Anda bisa dimuat lebih cepat. Namun tetap perhatikan pula standar minimal kualitas media agar tak membuat pengunjung kecewa. 

8. Selalu Ikuti Perkembangan SEO

Dunia SEO selalu berkembang, sementara Anda harus berusaha untuk bertahan di peringkat teratas SERP selama mungkin.

Untuk itu, selalu ikuti tren dan praktik SEO terkini. Anda bisa mendapatkan update informasi semacam ini misalnya di Moz, SEOBook, Search Engine Roundtable, Search Engine Land, Diggity Marketing dan di sini. 

9. Menganalisa Kinerja 

Anda juga harus secara konsisten memantau keberhasilan dari proses SEO yang dilakukan secara keseluruhan. Pada proses ini, Anda juga bisa mengetahui mana saja yang perlu peningkatan atau perbaikan. Manfaatkan tool untuk web analytics untuk menganalisa kinerja praktik yang sudah Anda lakukan.

Komponen yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menentukan Strategi SEO

Tahapan dalam menyusun strategi Search Engine Optimization di atas, sepertinya cukup sederhana saja bukan? Namun demikian, Anda juga perlu mengetahui apa saja komponen yang diperlukan. Berikut ini hal-hal yang akan ada dalam proses penyusunan strategi SEO Anda    

Baca Juga :  Mengenal Apa Itu DevOps dan Manfaatnya Bagi Bisnis

1. Keyword

Topik dan kata kunci menjadi bagian pertama yang bisa Anda selesaikan dengan melakukan riset kata kunci. Ingat bahwa kata kunci inilah yang kemudian menjadi penghubung antara website Anda dengan para calon pengunjung.

Apabila tidak diseleksi dengan tepat, besar kemungkinan konten Anda yang bernilai tak akan pernah ditemukan pemirsanya.

2. Konten  

Setelah mendapatkan rentetan kata kunci, berikutnya Anda harus bisa mengemas mereka ke dalam konten yang relevan dan benar-benar berkualitas.

Konten ini sendiri bisa sangat beragam mulai dari posting blog, artikel, konten web, infografis, dan sebagainya. Pastikan pula bahwa konten yang Anda benar-benar unik dan original, hasil buatan Anda, bukan plagiat.

3. Meta Tag dan Judul

Judul meta adalah teks yang dipublikasikan pada mesin pencari dengan panjang maksimal tertentu, idealnya tak lebih dari 40-50 karakter. Anda bisa menerapkan diktasi yang menarik, menggungah rasa penasaran untuk memancing minat calon pengunjung.

Optimalkan judul tersebut dengan menambahkan kata kuncinya. Sementara meta deskripsi adalah informasi sekilas yang ada di bawah judul.  

Kumpulan backlink atau tautan balik berguna untuk meningkatkan otoritas website Anda. Backlink ini didapatkan dari situs luar yang merujuk ke website Anda.

Situs perujuk tersebut juga haruslah memiliki kualitas yang tak kalah tinggi sehingga dapat meningkatkan kredibilitas situs Anda di mata mesin pencari. Anda bisa menggunakan tool seperti pemeriksa otoritas domain untuk mengetahui domain authority dan page authority untuk memastikan bagaimana kinerja backlink terhadap situs Anda.

5. Kecepatan  

Proses penyesuaian ukuran media yang dilakukan dengan kompresi gambar, atau konten lainnya. Hal ini ditujukan untuk memastikan bahwa halaman situs Anda tetap menarik namun juga cepat untuk dimuat.

Ingat bahwa pengunjung hanya butuh 3 detik pertama sebelum mereka meninggalkan situs Anda karena dipaksa menunggu loading. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan aspek lain penentu kecepatan seperti kualitas hosting, tema, dan lainnya.

6. Media Sosial

Hal lain yang mungkin perlu ditambahkan adalah media sosial. Ya, platform ini dapat mendatangkan traffic tersendiri di luar mesin pencari. YouTube, Facebook, , Twitter dan media sosial lain sudah cukup membuktikannya. Ya, media sosial sudah menjadi cara wajib bagi bisnis apapun untuk lebih dekat dengan calon pelanggan mereka.

Kesimpulan

Ya, menyusun strategi SEO memang sesederhana dalam 9 tahap di atas saja. Namun untuk bisa melakukannya secara konsisten dari waktu ke waktu, dibutuhkan energi yang besar dan kecermatannya dalam memaksimalkan setiap komponen yang