Mengenal Microsite, Micro Tapi Efeknya Macro!

Mengenal Microsite, Micro Tapi Efeknya Macro!

Sering mendengar tentang microsite namun belum tahu lebih jauh tentangnya? Nah untuk mengenal microsite lebih jauh lagi, kami akan memberikan ulasan lengkapnya dalam artikel ini! Seorang marketer tentu paham betapa pentingnya strategi marketing yang efektif dan efisien. Dengan budget yang tidak terlalu besar, marketer yang cerdas bisa menghasilkan konversi lead yang banyak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, sayangnya kebanyakan strategi marketing sudah saturated karena terlalu banyak yang menggunakannya.

 

Nah salah satu strategi marketing yang masih powerful hingga hari ini yaitu microsite. Bahkan bisa dibilang, microsite kini menjadi tren marketing yang paling happening. Gabungan antara spesialisasi, copywriting, hingga desain menjadikan microsite ini sebagai mahakarya yang dapat mendongkrak penjualan. Nah dalam artikel ini, DewaBiz akan memandu Anda agar lebih mengenal microsite.

 

Mengenal Microsite, Senjata Branding dan Marketing Paling Ampuh

Dari segi pemasaran, dunia internet yang kita kenal hari ini berbeda dengan dunia internet yang dulu. Website standar saja tidak cukup untuk lead generation. Sehingga tentunya perlu dilakukan perubahan strategi agar mendapatkan konsumen yang tertarget. Jika menilik tren branding dan marketing yang sedang hype, maka microsite menempati urutan teratas. Microsite dianggap sebagai metode pemasaran yang paling powerful dalam menarik lebih banyak konsumen tertarget.

 

Microsite ini bisa digunakan, baik untuk B2B (business to business) ataupun B2C (business to costumer). Khususnya untuk konsep bisnis B2C, microsite ini lebih efektif jika dibandingkan dengan metode branding lainnya. Untuk mengenal microsite lebih mendalam lagi, mari kita bahas apa itu microsite!

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Blog Penting Untuk Bisnis

Microsite pada dasarnya merupakan satu atau beberapa halaman website yang terpisah dengan website utama. Misalnya jika Anda punya website dengan label nama domain ‘lelelulu’,  maka microsite Anda punya label domain bisa saja ‘promolelelulu’. Ide utama dibuatnya microsite pada umumnya yaitu untuk menawarkan platform alternatif yang masih berhubungan dengan brand Anda.

 

Microsite bisa saja berisikan konten-konten yang membahas salah satu elemen dari brand Anda, misalnya produk, layanan, promo, dan lainnya. Pada umumnya, microsite menekankan sesuatu yang berbeda dengan elemen-elemen yang ada di website utama, misalnya logo, desain, konten, font, dan lainnya. Pada intinya, microsite ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan branding atau marketing yang lebih khusus.

 

Lebih detail lagi, microsite merupakan website yang memiliki halaman tidak lebih dari 4 halaman. Dari segi nama domain, microsite ini pada umumnya berbentuk domain khusus namun tidak jauh berbeda dengan nama domain website utama.  Berikut adalah beberapa karakteristik yang mencirikan microsite:

  • Biasanya, microsite ini dibuat untuk keperluan jangka pendek.
  • Microsite membahas salah satu elemen dari brand, baik itu produk, layanan, dan lainnya.
  • Microsite berisikan konten-konten dengan kata kunci yang sangat spesifik.
  • Microsite juga menawarkan desain yang berbeda dengan branding website utama.
  • Dari segi manajemen website, microsite juga berdiri sendiri. Microsite punya alamat email, konten, dan media sosial yang berbeda dengan website utama.
  • Khusus membahas demo produk.
  • Berisikan form registrasi atau survey.

 

Perbedaan Microsite dengan Website

Microsite ini memang sangat sulit dibedakan dengan website dari segi tampilan website. Namun sebenarnya perbedaannya bisa Anda temukan dengan mudah yaitu dari nama domainnya. Oke untuk mengenal microsite lebih jauh, coba cek beberapa perbedaan microsite dengan website di bawah ini!

  • Berbeda Domain

Ya betul sekali, microsite ini punya nama domain yang berbeda dengan website utama. Berbeda dengan landing page, microsite ini tidak menggunakan subdomain. Microsite menggunakan domain khusus.

 

  • Microsite Bukan Subdomain

Jangan sampai salah kaprah ya, microsite bukanlah subdomain! Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, microsite punya domain tersendiri. Sedangkan subdomain merupakan domain turunan dari domain utama.

 

  • Microsite Tidaklah Permanen

Berbeda dengan website yang dibuat agar bisa eksis selama-lamanya, microsite ini dibuat tidaklah permanen. Microsite ini pada umumnya dibuat dengan range waktu tertentu. Misalnya jika Anda punya penawaran khusus, maka Anda buat microsite dimana jangka eksisnya disesuaikan dengan penawaran khusus tersebut.

 

  • Microsite Punya Konten Yang Berbeda

Jika Anda mengunjungi microsite, maka Anda akan menemukan konten-konten yang dibuat dan didesain berbeda dengan website utama.

 

  • Halaman yang Lebih Sedikit

Website berisikan banyak sekali halaman yang mencakup keseluruhan informasi mengenai brand. Nah beda hal dengan microsite, dimana microsite pada umumnya hanya berisikan beberapa halaman saja. Sedikitnya halaman bukanlah tanpa alasan yaitu agar orang bisa fokus pada apa yang ditawarkan oleh microsite.

 

  • Microsite Punya Strategi yang Berbeda

Website merupakan rumah utama dari brand. Nah microsite ini ibarat rumah yang berbeda namun masih satu pemilik. Jadi dalam hal strategi ‘pun, microsite ini berbeda dengan website utama.

 

Perbedaan Microsite dan Landing Page

Jika Anda belum tahu apa itu microsite dan landing page, maka Anda akan kesulitan menemukan perbedaan diantara keduanya. Padahal, keduanya memiliki perbedaan, namun memang agak sulit dicek perbedaannya oleh orang awam. Untuk sebagian besar perbedaannya terletak pada tujuan pembuatannya. Landing page ini dibuat dengan tujuan meningkatkan konversi penjualan. Sedangkan microsite dibuat untuk meningkatkan brand awareness.

 

Microsite merupakan website yang berisikan ide-ide unik yang mengenai salah satu produk atau layanan dari brand Anda. Tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan data leads seperti landing page, tapi memang untuk meningkatkan visibilitas atau ciri khas dari layanan atau produk. Sebaliknya, landing page dibuat khusus untuk menarik lebih banyak konversi penjualan. Jadi landing page ini memang fokus di penjualan, sedangkan microsite ini fokus di branding.

 

Jenis-jenis Microsite

Sudah lebih paham bukan perbedaan antara microsite dengan landing page? Nah agar Anda mengenal microsite lebih baik lagi, maka perhatikan kedua jenis microsite berikut ini!

  • Microsite yang Fokus Pada Kampanye

Jenis microsite yang pertama yaitu microsite yang fokus pada kampanye. Microsite jenis ini dibuat untuk menciptakan imej brand, produk, atau layanan tertentu. Pada umumnya, jenis microsite satu ini berisikan konten-konten yang berkaitan dengan produk atau layanan tertentu. Konten bisa berbentuk tulisan, gambar, ataupun video. Namun microsite ini bisa diisi dengan berbagi jenis konten, asalkan memang ditujukan untuk brand awareness.

 

Keuntungan microsite jenis kampanye ini yaitu ‘take and leave’. Artinya, Anda hanya perlu membuatnya sekali saja. Setelah website terisi oleh konten dan file, maka tugas Anda sudah selesai. Jika website utama masih bertahan, orang-orang akan pergi ke microsite untuk melihat produk atau layanan yang lebih spesifik.

 

  • Microsite Media

Jenis microsite lainnya yaitu microsite yang dibuat dengan gaya jurnalistik atau media. Website berisikan konten-konten original dan berbagai berita mengenai produk atau layanan tertentu. Misalnya jika Anda punya microsite yang fokus membahas ayam goreng, maka didalam microsite tersebut berisikan konten yang berkaitan dengan ayam goreng.

 

Selain itu terdapat juga kabar berita mengenai tanggal launcing, partnership, dan lainnya. Jarang sekali orang yang menggunakan microsite jenis media ini untuk meningkatkan brand awareness. Mengapa? Karena microsite yang fokus pada kampanye jauh lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan popularitas brand.

 

  • Microsite Kombinasi

Selain beberapa jenis microsite di atas, ada juga microsite yang menggabungkan kampanye dengan media. Artinya, didalam website selain terdapat kampanye produk atau layanan, juga terdapat berbagai konten yang dibuat dengan style jurnalistik.

 

Tujuan Dibuatnya Microsite

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa banyak brand yang menggunakan microsite untuk branding. Microsite dibuat berbeda dengan website utama, jadi apa gunanya? Agar Anda lebih mengenal microsite lebih detail lagi, coba cek beberapa tujuan dibuatnya microsite berikut ini!

  • Untuk memperlebar brand image dengan konsep yang jauh lebih kreatif.
  • Untuk mendapatkan target yang lebih spesifik.
  • Sebagai platform alternatif untuk meningkatkan visibilitas.
  • Untuk menarik perhatian banyak orang pada produk atau layanan tertentu.
  • Sebagai alternatif untuk mendapatkan data e-mail dan juga meningkatkan follower di media sosial.
  • Memperlihatkan sisi lain dari brand.
  • Menjadi salah satu bagian dari keseluruhan produk dan layanan yang dimiliki brand.
  • Microsite juga dibuat agar lebih mudah dalam pengorganisasian data.

 

Kentungan Memiliki Microsite

Tak dapat dipungkiri, microsite ini dapat menjadi ‘senjata’ paling ampuh untuk branding. Jika Anda menggunakan microsite untuk tujuan yang tepat dan mengeksekusinya dengan tepat, maka ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Apa saja sih keuntungan memiliki microsite, coba cek di bawah ini!

  • Tertarget

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar pemasaran bisa tepat sasaran, salah satunya yaitu microsite. Microsite dibuat dengan tujuan khusus. Itu artinya, Anda bisa berinteraksi dengan orang-orang yang memang ‘kepo’ dengan salah satu produk atau layanan milik Anda.

 

  • Lebih SEO-friendly

Salah satu elemen terpenting dari SEO yaitu fokus pada topik saja. Nah microsite ini dibuat memang untuk membahas satu topik saja. Itu artinya Anda bisa mengoptimasi website lebih mudah dan cepat. Google menyukai website yang berisikan kata kunci tertentu. Itu artinya, microsite ini juga lebih mudah mendapatkan ranking di search engine.

 

  • Meningkatkan User Experience

Website berisikan banyak sekali kategori, sehingga terkadang membuat bingung penggunanya. Nah microsite ini berbeda! Pengunjung website tidak lagi merasa bingung karena yang dipresentasikan tidak banyak. Itu artinya user experience jadi lebih baik, dan brand Anda bisa mendapatkan trust yang lebih tinggi.

 

  • Rendah Biaya

Microsite ini hanya berisikan beberapa halaman saja dengan konten yang tidak terlalu banyak. Itu artinya microsite ini bisa dibilang relatif rendah biaya. Meskipun budget-friendly, microsite ini juga lebih mudah dalam meningkatkan ROI. Selain itu, microsite juga bisa digunakan sebagai platform CTA (call to action), lalu diambil datanya untuk dianalisa lebih mendalam lagi.

 

  • Media Untuk Bereksperimen

Karena microsite ini relatif lebih murah dan lebih mudah dibuat dibanding website, maka microsite ini dapat menjadi media yang paling tepat untuk bereksperimen. Apalagi untuk branding, kreatifitas mesti menjadi kunci agar brand awareness terus meningkat tajam.

 

Nah demikianlah pembahasan microsite dari berbagai sisi, semoga Anda bisa mengenal microsite lebih baik lagi. Nah bagi Anda yang ingin membuat microsite, Anda bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pembuatan microsite di DewaBiz. Anda bisa mendapatkan domain, hosting, hingga jasa backlink yang sesuai dengan microsite Anda! O ya sebagai informasi nih, DewaBiz lagi punya promo gila-gilaan! Anda bisa mendapatkan potongan diskon hingga 75% untuk pembelian hosting! Yuk jangan tunggu lebih lama lagi!

 

 

Related Posts