fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

General

Mengenal Algoritma Google Tujuan dan Cara Kerjanya

Yodik Prastya

Mengenal algoritma Google masih menjadi hal yang wajib bagi siapapun yang ingin memiliki website dengan kinerja tinggi. Bagaimanapun, Google masih menjadi mesin pencari terbesar dan masih menjanjikan ladang popularitas maupun promosi bisnis yang bagus. Apabila Anda masih awam, tak ada kata terlambat untuk mulai belajar bukan?

Mengapa Anda Harus Mengenal Algoritma Google?

Ya, Anda yang ingin memaksimalkan potensi eksistensi digital, maka sebaiknya mengenal algoritma Google. Pemahaman Anda akan pola dan faktor yang digunakan mesin pencari ini bisa menjadi pedoman bermanfaat jika Anda ingin memiliki website yang powerful. Hal ini berlaku bagi Anda yang ingin memiliki website yang dapat memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang. 

Algoritma Google adalah sistem pemeringkatan yang digunakan pada mesin pencari Google. Sistem ini dirancang agar mampu menampilkan hasil penelusuran yang paling sesuai dengan kata kunci yang sedang dicari oleh penggunanya. Jadi, kata kunci yang dimasukkan oleh orang di kolom pencarian, tidak secara asal ditampilkan begitu saja.

Singkatnya, apabila ingin website Anda bisa ditampilkan di hasil penelusurannya, maka website tersebut pun harus mematuhi kriteria dalam algoritma Google. Jika tidak, maka jangankan bisa direkomendasikan di hasil penelusuran. Bahkan bisa jadi website tidak akan ditampilkan sama sekali, meskipun konten di dalamnya dirasa bernilai sekalipun.

Demi memberikan pelayanan terbaik kepada para penggunanya, Google selalu memperbarui untuk meningkatkan kinerja algoritma mesin pencarinya tersebut. Pembaruan ini biasanya diperkenalkan dengan nama dan istilah yang berbeda-beda. Tentu saja, para pemilik website pun tetap harus mengikuti pembaruan ini agar website mendukung tujuan Google agar tetap sesuai dengan tren.

Bagi pengguna, algoritma Google memudahkan mereka dalam mendapatkan informasi yang sudah dipilih sesuai dengan standar yang ditetapkan Google. Dengan demikian, website akan terdorong untuk lebih menyajikan konten yang berkualitas. Artinya, pengalaman pengguna pun juga semakin meningkat karena langsung disuguhkan oleh konten yang relevan dan berbobot sejak halaman pertama hasil penelusurannya.  

Lantas, bagaimana cara kerja dari algoritma Google dalam mencapai berbagai tujuan di atas? Dalam hal ini, mesin pencari akan menerapkan setidaknya 3 tahap yang sebenarnya masih terdiri dari beberapa mekanisme lebih detil lainnya. Ketiga tahapan tersebut adalah crawling, indexing dan retrieval.

Crawling

Crawling adalah tahap pertama dalam algoritma Google yang dijalankan saat mesin pencari  mendapatkan data di suatu website. Nah, pada tahap pertama ini, mesin pencari mengerahkan bot Spider yang akan memindai dan mencoba mengumpulkan detail di halaman website yang sedang dikunjunginya. Data yang beragam di tiap website ini bisa berasal dari berbagai elemen di halaman website antara lain judul, keyword, internal link dan sebagainya.

Dengan jumlah website yang begitu banyak di internet, maka bot ini pun juga harus bekerja ekstra. Untuk itu, bot milik Google tersebut mampu mengenali hingga ribuan halaman website hanya dalam hitungan detik saja. Namun demikian, kinerja bot ini masih perlu Anda tolerir mengingat jumlah website baru sendiri terus bermunculan tiap detiknya.

Belum lagi bot crawler juga masih harus kembali mengunjungi website tersebut lagi untuk memeriksa adakah perubahan pada website atau tidak. Dari hasil kunjungan dan pembacaan data, bot kemudian akan memberikan tanda ke halaman website sebagai nonindex. Artinya, halaman tersebut mungkin berisi konten yang sama atau duplikat sehingga tak perlu diindex lagi.

Indexing

Di lain sisi, halaman website yang tidak ditandai sebagai nonindex, akan melalui tahap pemrosesan. Hasil dari proses lanjutan ini adalah data halaman website untuk kemudian dimasukkan dalam basis data. Dengan kata lain, data website yang lolos tersebut dapat ditampilkan di halaman hasil penelusuran milik Google.  

Lalu bagaimana nasib halaman website yang tidak masuk ke dalam index? Tentu saja, halaman tersebut tidak dapat dicari melalui mesin pencari Google atau bisa jadi lebih sulit untuk ditemukan. Bisa dikatakan bahwa halaman tersebut kini berada di deep web.

Retrieval

Retrieval adalah mekanisme saat Google memproses pertanyaan atau permintaan yang dikirim oleh penggunanya. Tahap ini terjadi pada saat ada seseorang di internet yang menggunakan Google untuk mencari informasi tertentu lalu mengetikkannya di kkolom pencarian. Algoritma Google kemudian menerapkan metode khsusu untuk menentukan halaman website mana saja yang dinilai paling relevan dan bernilai dengan pencarian yang dilakukan oleh orang tersebut. 

Metode khusus ini mungkin bisa dikatakan sebagai ranking atau pemeringkatan. Ya, setiap mesin pencari, tak hanya Google, juga menerapkan prosedur pemeringkatannya sendiri. Namun idealnya, algoritma mesin pencari selalu berusaha untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pengguna.  

Kesimpulan

Mengenal algoritma Google mungkin hanyalah salah satu hal yang perlu Anda lakukan jika ingin mendapatkan kinerja website yang sesuai harapan. Masih ada pekerjaan lain yang juga membutuhkan perhatian Anda. Pastikan Anda selalu mengikuti perkembangan algoritma agar dapat menyesuaikan diri dengan tren.

Baca Juga