fbpx

Membandingkan Antara Laravel VS Codeigniter

Salah satu kendala yang cukup sering dialami oleh pemula atau mereka yang masih belajar dan framework adalah, menentukan mana framework PHP ideal atau yang lebih baik. Jika berbicara tentang framework, maka perbandingan yang sepadan mungkin lebih tepat untuk Laravel vs CodeIgniter. Jelas karena keduanya adalah yang paling populer saat ini.

Mana yang Bisa Anda Pilih, Laravel VS Codeigniter?

Sebelum memperbandingkan antara Laravel vs CodeIgniter, tak ada salahnya membahas persamaan mendasar dari keduanya terlebih dahulu. Tujuannya agar Anda memiliki gambaran tentang pilihan framework mainstream saat ini. Kecuali jika sudah mahir, Anda mungkin memiliki preferensi framework lain untuk dipertimbangkan.

Pada dasarnya, baik Laravel maupun CodeIgniter merupakan framework yang kompatibel terhadap PHP. Jadi bisa dikatakan bahwa keduanya sama-sama sebagai framework PHP. Selain itu, keduanya juga menjadi yang paling populer di antara framework PHP lainnya saat ini.

Selanjutnya, mari kita bahas satu per satu framework populer ini.

CodeIgniter adalah framework PHP Model, View dan Controller (MVC) untuk mempercepat proses pengembangan melalui penyederhanaan kode PHP. Tool ini sudah mendukung PHP dan MySQL versi terbaru.

Contoh website dengan CodeIgniter antara lain:

  • Nissan
  • The Mail & Guardian
  • Casio Computer
  • McClatchy
  • Buffer

Laravel adalah framework PHP Model, View dan Controller (MVC) yang dikembangkan Taylor Otwell tahun 2011. Framework ini ditujukan untuk memaksimalkan penggunaan PHP, utamanya dalam hal pengembangan website, meningkatkan kualitas serta meningkatkan pengalaman .

Baca Juga :  7 Tips Konsisten Menulis di BlogĀ 

Contoh website dengan Laravel antara lain:

  • Asgard CMS
  • MyRank
  • LaravelIO
  • Laravel Trick
  • Walking

Berikut Ini Perbedaan Antara Laravel Dan Codeigniter

1. Orientasi

Codeigniter merupakan pemrograman yang lebih fokus pada objek, atau disebut dengan Object-oriented. Sementara Laravel bersifat gabungan dari Object-Oriented dengan Relational Database, yang kemudian dikenal dengan Object Relational.

2. Autentikasi

Sesuai preferensi, Codeigniter memang tidak dilengkapi dengan fitur autentikasi kelas. Berbeda dengan Laravel yang menyediakan fitur autentikasi kelas.

3. Unit testing

Codeigniter tidak dilengkapi unit testing, sementara Laravel memiliki unit testing

4. Cara Kerja Pemrograman

Pemrograman CodeIgniter terjadi berdasar terjadinya event tertentu, yang kemudian disebut sebagai Object-oriented Event-driven. Berbeda dengan Laravel yang mengabungkan sejumlah komponen yang ada agar menjadi program, atau disebut sebagai Component-Oriented.

5. Tingkat Kesulitan

Codeigniter bisa jadi pilihan yang lebih ideal bagi pemula karena cenderung lebih sederhana. Di lain sisi, Laravel yang menawarkan fitur lebih lengkap bisa saja menyulitkan pemula dalam mempelajarinya dan lebih ideal untuk programmer yang sudah cukup berpengalaman.

Setelah mengetahui perbedaan dari kedua framework di atas, hal tersulit selanjutnya adalah menentukan mana yang mungkin akan Anda pelajari. Hal ini juga berhubungan dengan framework mana yang lebih ideal untuk Anda gunakan nantinya. Tips berikut untuk memudahkannya:

Alasan Memilih CodeIgniter

Framework ini, seperti yang sudah dijelaskan di atas, bisa jadi pilihan ideal bagi programmer pemula yang ingin belajar tentang Framework PHP. Anda yang sudah sedikit memahami tentang bahasa PHP, tidak akan memerlukan banyak waktu untuk menguasainya. CodeIgniter juga lebih identik dengan PHP native.

CodeIgniter juga terbilang lebih ringan dan bisa jadi opsi efisien untuk kebutuhan pengembangan yang tak terlalu kompleks. Meski begitu, support CodeIgniter juga masih setara dengan Laravel. Ia juga memiliki banyak komunitas dan forum yang kelak memudahkan proses belajar Anda nantinya.

Baca Juga :  Inilah Cara Membuat Website Dengan Google Sites

Alasan Memilih Laravel

Lain lagi jika Anda dituntut untuk mengembangkan aplikasi yang cukup besar dan kompleks dengan struktur kode yang harus rapi. Sebaiknya, Anda belajar menggunakan Laravel saja untuk memastikan langkah pengembangan jangka panjang. Ada banyak fitur yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat website Anda benar-benar sesuai dengan harapan. 

Tak hanya itu, fitur yang ada di Laravel juga bisa dikatakan bisa diandalkan, meskipun membutuhkan waktu lebih untuk menguasainya. Tenang, Laravel juga memiliki dukungan komunitas yang besar untuk memastikan ada cukup tempat untuk belajar. Selain itu, developer Laravel juga aktif sehingga Anda tak akan merasa sendirian.  

Kesimpulan

Demikianlah perbandingan antara Laravel VS Codeigniter yang perlu Anda ketahui. Ya, tak ada framework sempurna karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tugas Anda hanya menentukan mana yang ideal sesuai kebutuhan.