fbpx

Order Now - Dedicated Server High Performance

General

Ketahui Tentang Perbedaan Hacker dengan Cracker

Yodik Prastya

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengarkan istilah hacker dan cracker? Kebanyakan mungkin akan menganggap bahwa keduanya sama karena suka melakukan peretasan terhadap suatu jaringan ataupun suatu sistem. Padahal, ada sejumlah perbedaan hacker dengan cracker yang cukup mendasar.

Secara garis besar, hacker memang merupakan orang ataupun pihak yang hobi mencari adanya celah guna menyusup ke dalam suatu jaringan atau sistem komputer. Berbeda dengan cracker. Ia merupakan orang yang biasanya merusak dan meretas sisitem ataupun jaringan.

Dari sini saja, mungkin sudah terlihat cukup jelas perbedaan antar keduanya. Tapi sebenarnya, masih ada lagi perbedaan lain yang akan membuatmu tidak lagi menganggap bahwa hacker dan cracker adalah orang yang kerjanya meretas sistem keamanan atau jaringan saja.

Ulasan Lengkap Perbedaan Hacker dan Cracker

Ada banyak perbedaan yang dibawa oleh keduanya. Entah itu dari segi definisi sampai pandangan orang lain terhadap kedua ‘profesi’ tersebut. Berikut ini penjelasan lengkap perbedaan antara keduanya:

1. Definisi

Hacker merupakan orang yang memiliki tugas untuk menyusup, meretas, dan mencari celah keamanan dari suatu sistem, jaringan, dan lain sejenisnya. Mereka akan mencoba mencari kekurangan dari sistem tersebut.

Meskipun mencari celah, hacker tidak sampai merusak sistem yang ada di dalamnya. Mereka melakukannya karena memang punya kelebihan dalam mengulik jaringan dan juga sistem.

Sehingga, hacker biasanya hanya melakukan peretasan karena rasa penasaran. Mereka terkadang juga meretas suatu sistem komputer untuk menjadi alat mengasah kemampuan dalam hal peretasan.

Sedangkan cracker, merupakan seseorang yang punya kecenderungan akan merusak suatu sistem maupun jaringan komputer yang telah berhasil diretas. Jadi, bisa dikatakan kalau cracker punya konotasi negatif.

Bahkan tidak jarang seorang cracker ini akan mengambil berbagai informasi dan data-data rahasia untuk kepentingan pribadinya. Misalnya saja menjual data-data tersebut kepada orang yang menginginkannya.

2. Tujuan

Dari segi tujuan juga jelas nampak perbedaannya. Kalau hacker itu hanya bertujuan untuk meretas agar mengetahui celah yang ada pada suatu sistem maupun jaringan. Bahkan tak jarang, seorang hacker dipekerjakan oleh instansi yang di dalamnya memiliki banyak dokumen penting ataupun informasi yang sangat rahasia.

Dengan kata lain, hacker masih dipandang positif oleh sebagian orang yang memang sudah mengerti apa tujuan dan tugasnya dalam meretas suatu jaringan.

Berbeda dengan cracker. Mereka biasanya punya tujuan utama meretas suatu jaringan ataupun sistem agar mendapatkan banyak informasi maupun data-data tanpa izin. Selain itu ada juga cracker yang hanya ingin merusak sistem ataupun jaringan.

Tentu saja, kedua pihak ini berbeda. Hacker bisa dinilai tidak melanggar hukum dan di sisi sebelahnya yakni cracker melakukan perbuatan ilegal yang sangat bertentangan dengan hukum.

3. Tingkatan Kemampuan

Keduanya mungkin saja berbeda dari tingkat kemampuan. Hacker dan cracker jelas memiliki kemampuan yang berbeda karena tujuan mereka yang juga berbeda. Hacker bertugas untuk meretas dan bahkan bisa saja ia yang juga memperbaiki sistem tersebut.

Sedangkan untuk cracker yang tugasnya merusak, biasanya belum paham betul bagaimana mengembangkan ataupun meningkatkan keamanan dari suatu jaringan maupun sistem.

Meskipun begitu, tingkat kemampuan dari cracker tidak bisa diragukan. Ada banyak cracker yang sudah tertangkap memiliki kemampuan meretas komputer di atas rata-rata. Sudah tahu ada yang kasus pengambilan kartu kredit terbesar di dunia? Jelas cracker dengan kemampuan rata-rata tidak akan bisa melakukannya.

Penutup

Meskipun ada perbedaan hacker dengan cracker yang cukup mendasar, keduanya masih sama-sama diperlukan. Jika tidak ada cracker, mungkin tingkat keamanan sistem ataupun suatu jaringan di dunia ini tidak akan sekuat sekarang.

Baca Juga