fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

Panduan

 Keamanan Digital dan Keamanan Siber? Apa Perbedaanya?

Wiliam

Teknologi semakin mempermudah kehidupan manusia, bahkan semua aktivitas bisa dilakukan secara online. Namun, ada beberapa bahaya yang mengintai salah satunya Penyalahgunaan identitas yang disimpan secara digital.

Mungkin ada istilah yang anda dengar dan belum tahu perbedaan nya, yakni keamanan digital dan keamanan Siber? Kira-kira apa ya yang menjadi Pembeda antara keduanya? Berikut ini akan diulas beberapa informasi terkait keamanan digital dan keamanan siber.

Pengertian Keamanan Digital dan Keamanan Siber

Jika melihat definisi, keamanan digital merupakan pengamanan segala informasi data pengguna yang ada di internet. Sedangkan keamanan cyber cenderung mengacu pada perlindungan secara teknis meliputi sistem, komputer, penyimpanan dari akses yang tidak memiliki izin serta perlindungan jaringan.

Sebenarnya, keamanan cyber merupakan bagian dari keamanan digital. Jadi keduanya saling bersinergi untuk menjaga keamanan informasi pribadi seseorang. Keamanan cyber erat kaitannya dengan entitas yang menciptakan ancaman dengan cara memanfaatkan keberadaan ruang cyber yang internet.

Perbedaan mendasar dari keduanya adalah keamanan cyber tidak menangani kesalahan individu wall, atau keamanan fisik. Jadi, secara keseluruhan keamanan saya bar itu ada dan muncul akibat ancaman yang datang dari sistem yang saling terkoneksi.

Untuk sekarang, hampir keseluruhan layanan online memiliki sistem keamanan digital nya sendiri. Sebab serangan cyber dan aku minta bertanggung jawab sangat marak. Tindakan ini amat merugikan pengguna apalagi yang menyimpan data dan informasi pentingnya secara digital.

Bagaimana Cara Aman Penyimpanan Informasi Digital?

Karena sifatnya yang mudah sekali di akses oleh hacker, tentu Anda ingin mengetahui bagaimana cara terbaik dan aman menyimpan informasi secara digital. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Menyimpan Data Secara Offline

Memang tidak ada yang salah dari penyimpanan data informasi secara online. Namun, Anda harus bijak memilah informasi mana saja yang sebaiknya disimpan secara online dan mana yang harus disimpan secara offline. Hindari menyimpan informasi pribadi seperti kartu SIM, KTP, ataupun kartu keluarga secara online di Cloud.

Meski dirasa menyimpan online lebih mudah ditemukan dan praktis, namun beberapa orang tak bertanggung jawab bisa memanfaatkan data anda dan menyalahgunakannya. Untuknya, sebaiknya simpan informasi penting tersebut dalam hardisk maupun flashdisk dan berbagai penyimpanan offline  lainnya.

2. Gunakan Sistem Website yang Aman

Tips selanjutnya adalah memilih situs website yang aman. Banyaknya aktivitas online yang dilakukan setiap hari memungkinkan Anda mengunjungi beberapa situs, dan sebelum login Anda harus berhati hati.

Jika website tersebut meminta Anda mengirimkan data pribadi untuk registrasi, usahakan memeriksa keamanan data dan situs tersebut dipastikan sudah memiliki sertifikat SSL di dalamnya.

Cara mengetahuinya adalah melihat ujung paling kiri kolam URL. Apabila terdapat logo gembok, maka dipastikan website tersebut sudah mengantongi sertifikat SSL.

3. Gunakan Kata Sandi yang Kuat

Tips berikutnya yakni membuat kata Sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak. Biasanya, kata Sandi ini menjadi syarat utama apabila anda membuat akun atau merealisasi di website tertentu. Kata Sandi yang rumit tidak mudah dibobol oleh hacker. Gunakan kombinasi antara angka, huruf, dan simbol.

Sebisa mungkin menghindari penggunaan kata Sandi berdasarkan hari lahir, ataupun nama. Sebab kata Sandi semacam itu sangat mudah ditebak oleh para hacker.

4. Gunakan Two Factor Authentication

Agar lebih aman menyimpan data secara digital, selanjutnya hidupkan two factor authentication. Fitur ini merupakan salah satu sistem keamanan yang biasa digunakan pada website ataupun aplikasi.

Dengan menghidupkan Autentikasi dua faktor, keamanan data bisa lebih terjaga. Selain itu, orang lain tidak mudah mengakses data pribadi anda. Fitur ini juga bisa berupa scan wajah, kode OTP, ataupun Sidik jari.

Jenis Keamanan Siber

Beberapa jenis keamanan Siber harus anda ketahui guna menambah pengalaman dan lebih berhati hati saat berselancar di dunia digital. Berikut ini beberapa macam nya:

  • Cloud security, merupakan usaha melindungi data yang Tersimpan di Cloud. Koni Ponen yang dilibatkan untuk melindungi data di sini yakni kebijakan kontrol, layanan lain yang mendukung keamanan cloud, dan teknologi
  • Network security, merupakan pengamanan jaringan dalam upaya melindungi jaringan internet serta meningkatkan keamanannya. Biasanya digunakan oleh perusahaan dengan sistem jaringan pada setiap kegiatan nya.
  • Application security, adalah jenis keamanan cyber yang spesifik melindungi keamanan aplikasi dari berbagai ancaman. Mengingat aplikasi sangat rentan terhadap ancaman cyber, sehingga sangat penting untuk menerapkan application security. Caranya bisa dengan menggunakan prosedur autentikasi, enkripsi, logging, dan uji keamanan aplikasi.

Akibat yang Ditimbulkan Oleh Keamanan Siber Lemah

Karena keduanya sangat berkaitan, apabila ada satu yang bermasalah maka yang lainnya pun ikut terpengaruh. Lemahnya keamanan cyber bisa berdampak buruk pada jaringan yang terhubung satu sama lain dalam dunia cyber. Apabila suatu jaringan, maka dampak buruknya akan dirasakan jaringan lain.

Dalam keamanan cyber dibutuhkan koordinasi dengan banyak bidang, diantaranya jejaring organisasi atau individu, keamanan informasi atau digital, internet, Dan beberapa faktor lainnya.

Intinya, apapun yang dilakukan secara digital harus disertai pengamanan yang kuat agar informasi bisa tetap terjaga ke rahasianya. Sebab tidak menutup kemungkinan ada banyak sekali pihak yang memanfaatkan informasi pribadi kita untuk hal yang merugikan.

Demikianlah beberapa informasi mengenai perbedaan keamanan digital dan keamanan cyber. Keduanya sama-sama saling bersinergi dalam mendukung aktivitas dan menjaga keamanan data serta informasi Anda.

Baca Juga