fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

Digital MarketingTechnologyUmum

Content Pillar Adalah: Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Yanti puspita

Bagi kamu yang kiprahnya tidak jauh dari dunia konten, content pillar adalah hal yang patut di kuasai dan tidak boleh di anggap remeh nih. Untuk mengembangkan akun media sosial dan situs web perusahaan, kamu perlu merencanakan konten dengan cermat.

Jadi, pilar-pilar konten ini merupakan pedoman yang bisa kamu gunakan untuk memastikan bahwa konten yang kamu buat sejalan dengan branding perusahaan. Lantas, apa itu content pillar, apa saja manfaat content pillar dan bagaimana cara membuatnya? Yuk simak pembahasan berikut ini!

Content Pillar Adalah

Content pillar adalah topik utama yang akan di jadikan landasan strategi konten media sosial perusahaan atau bisnis. Ibarat rumah, content pillar berfungsi mendukung strategi konten secara keseluruhan.

Umumnya pilar konten ini terdiri dari 3-5 topik/tema utama yang menjadi pedoman brand dalam pembuatan konten. Pedoman ini ada dengan tujuan agar konten yang di hasilkan konsisten dan relevan dengan target audiens.

Pilar konten atau content pillar sendiri di tentukan oleh dua hal, yaitu kebutuhan audiens dan kebutuhan perusahaan atau brand.

Jenis-Jenis Content Pillar

Dalam strategi pemasaran, terdapat beberapa jenis content pillar yang umum di gunakan, yaitu:

Functional Content

Inilah pilar-pilar topik yang bisa mewakili nilai merek dan deskripsi produk yang kemudian di sajikan secara menarik. Contohnya bisa berupa konten tentang USP (Unique Selling Point) dan identitas produk, tips atau cara penggunaan, konten promosi, dan testimoni pelanggan.

Emotional Content

Ini adalah jenis konten untuk media sosial dan situs web yang bisa memanfaatkan sisi emosional target pasar kamu. Kebanyakan konten jenis ini bersifat emosional sehingga penontonnya merasakan keterkaitan hingga hatinya mudah terkagum-kagum dan takjub. Misalnya, kamu bisa menyertakan kata-kata bijak yang relevan dengan bisnis kamu.

Educative Content

Konten yang ini bersifat informatif dan bertujuan untuk memberikan nilai atau pengetahuan edukasi yang baik kepada penonton nya. Educative Content ini sering di gunakan oleh akun media sosial untuk meningkatkan citra merek nya. Konten ini bisa berupa pendapat ahli tentang bisnis kamu.

Agile Content

Konten ini biasanya berisi topik viral atau trending isu atau mungkin bertema liburan. Oleh karena itu, kamu harus selalu update dan terus melakukan riset pasar dan tren industri yang sedang berkembang.

Manfaat Content Pillar Adalah

Meski terkesan sepele, namun sebenarnya banyak manfaat yang bisa di peroleh dari content pillar, antara lain:

Membuat Konten yang Lebih Terencana

Meskipun kamu sudah memiliki rencana konten, memiliki content pillar dapat membantu kamu menghasilkan lebih banyak ide konten. Jika kamu kehabisan ide, maka kamu bisa dengan mudah memikirkan tema atau kategori konten yang bisa kamu buat dan kemudian meneliti topik baru.

Sesuai Dengan Kebutuhan Pelanggan

Content pillar selalu di buat tidak hanya berdasarkan apa yang di inginkan brand. Jangan sampai konten yang kamu buat tidak relevan dengan target pasar kamu. Karena fleksibel, content pillar juga dapat menyesuaikan isi konten jika tren kebutuhan atau minat pelanggan mulai berubah.

Mengoptimalkan SEO

Rupanya, content pillar juga berperan besar dalam optimasi SEO. Dengan content pillar, struktur website bisa lebih terorganisir, dengan tata letak dan navigasi yang hierarkis.

Semakin mudah pengunjung menavigasi situs web perusahaan kamu, semakin banyak mesin pencari yang memberikan skor SEO yang baik. Ini karena mesin pencari mencari situs secara keseluruhan, bukan satu halaman dalam satu waktu.

Meningkatkan Konversi

Jenis konten yang di bangun berdasarkan pilar tertentu berpotensi meningkatkan konversi. Apalagi jika di dukung dengan CTA yang sesuai dan menarik. Jika content pillar di buat dengan benar, maka strategi pemasaran konten juga dapat di rencanakan dan di jalankan dengan lebih efektif.

Identitas Merek Menjadi Lebih Kuat & Konsisten

Content pillar menjadi panduan agar konten yang kamu buat tidak terlalu sering berubah. Audiens biasanya memutuskan untuk mengikuti akun media sosial karena suatu alasan, salah satunya adalah identitas yang kuat.

Jika konten yang kamu buat tidak konsisten, merek kamu mungkin akan tertinggal. Di tambah lagi, brand kamu akan lebih sulit di ingat nantinya.

Cara Membuat Content Pillar

Setelah mengetahui apa itu content pillar, jenis dan manfaatnya kini saatnya kamu juga mengetahui bagaimana cara membuat content pillar ini. Yuk langsung simak ulasan berikut ini!

Riset Pasar

Untuk memahami kebutuhan target pasar, lakukan riset dengan cara yang benar terlebih dahulu. Riset ini bisa di lakukan dengan banyak cara, mulai dari survei atau sekadar menggunakan tools riset pasar yang tersedia secara gratis.

Meneliti Tren Industri

Kamu tidak ingin konten yang kamu buat menjadi ketinggalan zaman dan tidak menarik minat siapa pun, bukan? Jadi, setelah mendapatkan data mengenai kebutuhan target audiens, melakukan riset tren industri juga penting karena pada akhirnya masyarakat otomatis akan mengikuti tren yang berubah. Perusahaan juga harus mengikuti perubahan tersebut agar tidak kalah dengan kompetitor. Jadi, content pillar menjadi senjata utama untuk membedakan brand kamu dengan kompetitor lainnya.

Risat Kompetitor

Jadi, apakah kamu sudah melakukan riset pasar dan tren industri, tetapi lupa melihat apa yang di lakukan pesaing kamu? Bisa jadi content pillar yang kamu buat tidak unik, kurang menarik, dan pernah di buat oleh kompetitor sebelumnya.

Dengan melakukan riset ini, kamu dapat mempelajari kelebihan dan kekurangan kompetitor. Lalu merumuskannya menjadi content pillar yang lebih baik lagi.

Audit Media Sosial

Nah, audit media sosial ini adalah kegiatan penting untuk mengevaluasi akun media sosial kamu. Analisis konten mana yang berhasil dan mana yang tidak.

Ini semua karena penting bagi kamu untuk mengetahui apa yang di sukai pengikut kamu dan mana yang tidak. Setelah itu, kamu bisa langsung merumuskan temuan kamu ke content pillar yang akan kamu buat.

Mulailah Membangun Content Pillar

Menurut Content Marketing Institute, setidaknya ada 3 jenis konten dalam content pillar yang perlu kamu buat:

  • Head term, topik paling umum dalam kategori konten. Contoh: sakit kepala
  • Core topic, topik inti yang membantu menjelaskan konteks istilah-istilah kunci. Contoh: cara mencegah sakit kepala.
  • Subtopik, berisi kumpulan aset topik yang dapat menjadikan konten website atau media sosial kamu sebagai sumber referensi yang komprehensif. Misalnya : obat sakit kepala paling ampuh

Faktanya, tidak ada aturan tegas tentang bentuk content pillar kamu. Yang penting isinya lengkap dan mudah di rujuk.

Selain itu, pastikan content pillar yang kamu buat relevan dengan merek dan kebutuhan target audiens kamu. Pilar konten adalah bagian penting dalam menciptakan strategi konten. Jadi, jika kamu belum punya brand, maka kamu bisa membuatnya sekarang juga.

Penutup

Itulah dia gambaran mengenai content pillar yang bisa kamu terapkan pada kebutuhan digital marketing perusahaan kamu. Menguasai strategi content pillar ini akan membantu kamu mengelola konten secara terstruktur dan tepat sasaran untuk mencapai tujuan bisnis yang kamu targetkan.

Baca Juga