fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

General

Cara Merubah Localhost Menjadi Domain, Fungsi, Hingga Jenis-Jenis

Yanti puspita

Cara merubah localhost menjadi domain akan sangat berguna bagi kamu yang ingin mengakses server lokal tanpa melibatkan pengetikan localhost di browser. Dengan demikian kamu tidak akan repot-repot lagi nanti. Lalu bagaimana ya cara mengganti localhost dengan nama domain ini?

Kamu tidak perlu khawatir, karena sekarang kamu sudah berada di tempat yang tepat. Sebab pada artikel kali ini, kami akan mengajak kamu untuk mencoba cara mengubah localhost menjadi nama domain yang cepat dan mudah. Penasaran, kan? Yuk, simak tutorial lengkapnya!

Cara Merubah Localhost Menjadi Domain

Jika kamu berpikir cara merubah localhost menjadi domain memerlukan langkah yang rumit dan ruwet, maka kamu salah besar. Karena dengan langkah yang tepat, merubah localhost menjadi domain bisa di lakukan hanya dalam beberapa kedipan mata. Yuk, segera ikuti langkah-langkah berikut ini!

Edit File Host

Cara merubah localhost menjadi domain yang pertama adalah dengan mengedit file host. Kamu bisa memulai dengan mengganti localhost dengan nama domain kamu sendiri pada tahap ini. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka direktori C:\Windows\System32\drivers\etc
  • Klik kanan file host > Buka dengan > Notepad
  • Di Notepad, gulir ke bawah ke baris kode terbawah, dan tambahkan skrip
  • Pastikan penempatan nama domain sudah sesuai dengan script Jangan lupa ganti mydomain.com dengan domain yang ingin kamu gunakan
  • Klik File > Simpan untuk menyimpan file host

Edit Berkas Httpd-Vhosts.Conf

Kamu dapat melanjutkan untuk mengubah localhost menjadi nama domain dengan mengedit file lain yaitu httpd-vhosts.conf. Berikut langkah mudahnya:

  • Buka direktori
  • Edit file dengan mengklik kanan > Buka dengan > Notepad
  • Di Notepad, gulir ke bawah ke baris kode terbawah, dan tambahkan skrip
  • Jangan lupa untuk mengatur bagian yang disorot ke nama domain dengan nama yang kamu inginkan
  • Terakhir, simpan file dengan mengklik File > Simpan

Mulai Apache Di XAMPP

Langkah ketiga dalam cara merubah localhost menjadi domain adalah membuka modul Apache. Nah, berikut ini caranya:

  • Buka perangkat lunak XAMPP Control Panel di komputer kamu
  • Klik Mulai pada modul Apache untuk membukanya
  • Jika kamu sudah memulai XAMPP dari awal, silakan restart modul Apache dengan mengklik Stop, lalu klik Start

Akses Domain di Browse

Ini adalah langkah terakhir dalam cara mengganti localhost dengan nama domain, yaitu mengakses domain tersebut di browser. Bagaimana caranya? Dibawah ini langkah-langkahnya!

  • Buka browser dan tulis nama domain di Address Bar
  • Kamu akan diarahkan ke halaman Selamat Datang di XAMPP
  • Setelah itu kamu juga dapat mengakses halaman ini dengan mengetikkan localhost di Address Bar

Cara Ubah Localhost menjadi Nama Domain di Linux

Kamu juga bisa lho mengubah localhost menjadi nama domain di Linux. Mau tahu bagaimana caranya? Berikut cara merubah localhost menjadi domain di linux yang bisa kamu lakukan.

Pengaturan DNS

Langkah pertama yang harus di lakukan dalam cara merubah localhost menjadi domain di linux adalah mengatur DNS di server. DNS atau Sistem Nama Domain adalah sistem yang di gunakan untuk mengubah alamat IP menjadi nama domain.

Kamu perlu menambahkan catatan DNS yang cocok dengan nama domain yang ingin di gunakan. Pengaturan DNS harus di lakukan agar nama domain dapat di ubah menjadi alamat IP yang di kenali oleh server.

Ini untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses situs web atau aplikasi web menggunakan nama domain yang sesuai.

Konfigurasikan Virtual Host

Setelah pengaturan DNS selesai, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi virtual host di server. Host virtual adalah konfigurasi server yang di gunakan untuk mengarahkan permintaan dari nama domain tertentu ke di rektori yang sesuai di server.

Konfigurasi virtual host harus di lakukan agar server dapat mengenali nama domain yang ingin di gunakan dan melakukan permintaan ke direktori yang sesuai di server. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses situs web atau aplikasi web menggunakan nama domain yang sesuai.

Konfigurasi Apache

Di Linux, Apache adalah salah satu server web yang paling sering di gunakan. Untuk mengubah localhost menjadi nama domain di Apache, maka kamu perlu mengkonfigurasi file httpd.conf atau file .htaccess di server.

Konfigurasi Apache harus di selesaikan agar server dapat mengenali nama domain yang ingin di gunakan dan langsung memintanya ke direktori yang sesuai di server. Untuk memastikan bahwa pengguna dapat mengakses situs web atau aplikasi web menggunakan nama domain yang sesuai.

Lakukan Uji Coba

Setelah mengonfigurasi, kamu juga harus melakukan pengujian untuk memastikan bahwa nama domain berfungsi dan situs web. Atau dengan kata lain aplikasi web dapat di akses menggunakan nama domain yang sesuai.

Pengujian ini harus di lakukan untuk memastikan bahwa konfigurasi telah berhasil di lakukan dan situs web atau aplikasi web dapat di akses menggunakan nama domain yang sesuai.

Fungsi Localhost

Setelah mengetahui bagaimana cara merubah localhost menjadi domain baik tanpa linux atau menggunakan linux, maka kamu juga harus tahu apa saja fungsi dari localhost ini. Berikut adalah beberapa di antaranya!

Uji Situs Web atau Aplikasi Secara Offline

Fungsi utama localhost adalah memungkinkan kamu mengakses situs-situs yang berjalan di komputer. Ini sangat berguna, terlebih bagi kamu seorang pengembang web. Sebab, kamu bisa memastikan website berjalan dengan lancar sebelum di unggah ke server hosting online.

Hal ini akan meminimalisir resiko website yang kamu buat mengalami error pada layanan hosting dan tidak dapat di akses oleh pengunjung.

Periksa Kecepatan Koneksi Internet

Fungsi lain dari localhost adalah untuk memeriksa koneksi internet. Kamu dapat melakukannya dengan membuka software Command Prompt untuk Windows atau Terminal untuk MacOS.

Localhost Dapat Memblokir Akses ke Situs Tertentu

Bagi kamu yang belum tahu, mengakses suatu website bisa terjadi karena Domain Name Server (DNS) memberikan alamat IP dari alamat website yang kamu ketikkan di address bar browser. Untuk memfasilitasi proses ini, komputer akan menyimpan semua alamat situs web yang pernah di kunjungi.

Semua alamat dan alamat IP-nya dalam file pengaturan yang disebut “file hots”. Jadi, jika kamu tidak ingin menggunakan komputer untuk mengakses website tertentu, maka kamu bisa mengubah alamat IP menjadi 127.0.0.1 yang merupakan alamat localhost.

Jenis-Jenis Localhost

Berikut ini adalah beberapa jenis localhost yang paling populer dan paling banyak di gunakan. Jenis-jenis localhost ini tentunya harus kamu pahami jika sudah memutuskan untuk melakukan cara merubah localhost menjadi domain yang sudah di jelaskan di atas.

XAMPP

XAMPP adalah salah satu aplikasi server lokal yang paling umum digunakan. Localhost ini merupakan turunan dari Apache yang menggunakan MariaDB untuk databasenya, serta PHP dan Perl sebagai bahasa pemrogramannya. Dukungan sistem operasi XAMPP cukup luas.

Jadi, kamu dapat menginstal aplikasi ini di Windows, Linux, dan Mac OS X. Kabar baiknya, XAMPP bersifat open-source, sehingga kamu dapat mendownload dan menggunakannya secara gratis.

AMPPS

Seperti XAMPP, AMPPS juga merupakan aplikasi lokalhost open source. Di dalamnya, kamu akan menemukan Apache, MySQL, MongoDB, PHP, Perl, dengan bahasa pemrograman Python, dan Softaculous Installer.

Karena memiliki fitur instalasi Softaculous, AMPPS memungkinkan kamu menginstal berbagai aplikasi web seperti WordPress, Joomla, dan Drupal dengan mudah hanya dengan beberapa klik.

Namun, Softaculous memerlukan koneksi internet agar bisa di akses dengan baik. AMPPS ini juga berfungsi di Windows, Linux, dan Mac OS, lho.

WampServer

Wamp Server adalah perangkat lunak untuk menginstal Apache, MySQL, dan PHP di server lokal. Seperti dua aplikasi localhost sebelumnya, WampServer juga bisa kamu unduh dan gunakan secara gratis.

Sayangnya WampServer hanya di tujukan untuk komputer dengan sistem operasi Windows. Jika kamu adalah pengguna Mac OS X atau Linux, maka dua software sebelumnya adalah pilihan yang lebih cocok untuk di gunakan.

Demikianlah cara merubah localhost menjadi domain baik tanpa linux atau menggunakan linux. Selain itu sudah di jelaskan pula mengenai fungsi hinggs jenis-jenis localhost yang tentunya akan membantu kamu dalam merubah localhost menjadi domain. Semoga membantu!

Baca Juga