Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website

Cara Mengatasi Error 403 Forbidden Pada Website

Apakah Anda sedang mencari cara mengatasi error 403 forbidden pada website? Ya, Anda berada di tempat yang tepat! Munculnya pesan ‘403 Forbidden – you don’t have permission to acces/on this server’ tentu sangat mengesalkan. Tak hanya bagi pengunjung website, tapi juga pemilik website itu sendiri. Dari sisi pengunjung, tentu Anda tidak bisa mengakses halaman website seperti biasanya. Dari sisi pemilik website, tentu hal ini berpengaruh pada menurunnya traffic dan juga SEO website.

 

Cara Mengatasi Error 403 Forbidden – Langkah-langkah Mudah

Edwin Toonen, spesialis strategi konten dari Yoast mengatakan bahwa munculnya kode status HTTP apapun, mau itu 404, 301, hingga 403, memang tidak terlalu berpengaruh pada pengunjung setia website. Sesaat setelah diperbaiki, mereka akan kembali mengakses website. Namun menurut Toonen, dari sisi SEO, error 403 ini sangatlah fatal. Bot spider mesin pencari, misalnya Googlebot, menggunakan indikator ini untuk menentukan kesehatan website.

Pada dasarnya, error 403 forbidden ini mengindikasikan bahwa web server tidak memberikan ijin untuk mengakses website. Kode status 403 forbidden ini juga berarti bahwa server mengenalinya, tapi tidak memprosesnya. Web server pada umumnya memberitahukan masalah ini dalam bentuk payload. Bagi Anda yang belum paham, payload merupakan struktur kode yang mengindikasikan adanya bug pada kode data. Nah jika Anda kebetulan sedang mengalami error 403, tenang, karena DewaBiz akan memberikan cara mengatasi error 403 forbidden.

 

Apa Itu Error 403 Forbidden?

Pada dasarnya, error 403 forbidden ini merupakan salah satu dari jenis kode status HTTP website. Selain error 403,  Anda ‘pun mungkin pernah mendengar jenis kode status HTTP lain seperti 100, 200, 300, 400, dan lainnya. Informasi error 403 forbidden ini pada umumnya berisi informasi seperti di bawah ini:

HTTP 1.1 403 Forbidden

Date: 09, 27 Nov 2020 09: 19: 02 GMT

Jadi sebenarnya, apa artinya error 403 forbidden itu? Seperti yang dibahas sebelumnya, error 403 forbidden berarti server menerima permintaan tetapi menolak untuk memprosesnya. Error 403 ini hampir sama dengan error 401, namun bedanya cara autentikasi ulang tidak terlalu berpengaruh untuk error 403.

Sederhananya, error 403 forbidden ini mengindikasikan bahwa ada sumber daya atau halaman website yang tidak boleh diakses.

Baca juga: 2 Cara Memperbaiki pada Error 404 di Post dan Halaman WordPress

Dari sisi pengunjung website, itu artinya server tahu apa yang Anda inginkan, tapi tidak memperbolehkannya. Mengapa? Karena kamu tidak memiliki izin untuk mengaksesnya karena beberapa alasan yang diinginkan pemilik website atau penyedia hosting.

Bagi Anda pemilik website yang menemukan adanya error 403 forbidden ini, ada beberapa kemungkinan mengapa error tersebut terjadi.

  • Pertama, pihak hosting sedang melakukan update pada sistem. Hal ini tidak akan berlangsung lama, dan penyedia hosting profesional pasti akan menginformasikan hal tersebut sebelumnya.
  • Kedua, karena adanya pembatasan akses. Pemilik website atau penyedia hosting memang menerapkan pengaturan izin akses khusus.
  • Adanya corrupt pada file .htaccess.
  • Pengaturan file permissions yang keliru.
  • Adanya masalah pada plugin yang dipasang di website.

Nah jika Anda atau pihak hosting tidak menentukan sendiri adanya error 403 forbidden ini, maka Anda mesti mengatasinya sesegera mungkin. Berikut ini DewaBiz akan membahas mengenai beberapa cara mengatasi error 403 forbidden!

 

Panduan Mengatasi Error 403 Forbidden

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada tiga sebab terjadinya error 403, dimana bukan karena keinginan pemilik website yaitu masalah pada .htaccess, file permissions, dan plugin. Berikut DewaBiz akan memberi arahan cara mengatasi error 403 forbidden berdasarkan sumber masalahnya!

Memperbaiki Corrupt di File .htacces

  1. Langkah pertama yang mesti Anda lakukan yaitu mengecek keberadaan file .htaccess di cPanel. Silakan Anda log in ke cPanel Anda.
  2. Setelah masuk ke cPanel, cari akses ke File Manager
  3. Lalu pada cPanel, coba cek apakah terdapat file .htaacces.
  4. Jika tidak ada, mungkin karena file .htaccses disembunyikan/hidden. Anda tinggal klik ”Seting’ yang terletak di bagian sudut kanan atas. Nah disitu pilih oleh Anda ‘Show hidden files’.
  5. Nah jika .htaccess masih tidak ada, maka kemungkinan terhapus atau hilang. Anda tinggal membuat file .htaccess baru.
  6. Setelah file .htaccess sudah ada, maka download oleh Anda file .htaccess tersebut. Cara download-nya yaitu cukup dengan klik kanan pada mouse Anda lalu pilih download.
  7. Setelah terunduh, maka langkah selanjutnya yaitu hapus file .htaccess yang baru saja Anda buat.
  8. Nah setelah itu coba buka website, jika tidak ada notifikasi error 403 forbidden, itu artinya memang masalahnya terletak di .htacces yang corrupt.
  9. Langkah selanjutnya yaitu membuat file .htacces baru.
  10. Caranya cukup mudah, Anda tinggal login ke dashboard WordPress Anda (disini memakai CMS WordPress, namun pada prinsipnya bisa diaplikasikan juga untuk CMS lain).
  11. Lalu pilih ‘settings’, lalu ‘permalinks.
  12. Nah setelah itu Anda tinggal klik ‘save changes’.
  13. Dengan cara ini, maka akan secara otomatis membuat file .htaccess yang baru.

 

Memperbaiki Error 403 Forbidden Dengan Mengecek Permissions

Jika cara sebelumnya masih belum bisa mengatasi error 403 di website Anda, ada kemungkinan masalahnya terletak di Permissions. Pada dasarnya, saat Anda membuat file atau folder di cPanel maka permissions secara otomatis ter-setting default.

Karena bisa jadi error 403 bersumber dari permissions, maka Anda bisa merubah settingan default permissions. Nah Anda bisa menggunakan File Zilla untuk merubah permissions ini, berikut langkah-langkahnya:

  1. Pertama, Anda mesti mengakses File Zilla.
  2. Nah setelah itu coba masuk ke direktori utama akun hosting milik Anda.
  3. Pilih ada folder utama website Anda yang ada direktori public_html.
  4. Lalu klik kanan pada mouse Anda dan klik ‘File permissions’.
  5. Setelah itu pilih opsi ‘Apply to Directories Only and Numeric Value’.
  6. Lalu masukan 755, setelah itu klik ‘OK’.
  7. Apabila Anda bisa masuk, maka coba ulangi dari langkah folder utama, namun kali ini masukan 644.
  8. Begitu semua langkah telah selesai, akes kembali website Anda.
  9. Nah sekarang coba cek website Anda, apabila error 403 forbidden tidak ditemukan, berarti memang masalahnya terletak di permissions.

 

Mengatasi Error 403 Forbidden Dengan Menonaktifkan Plugin

Jika kedua cara sudah Anda lakukan, besar kemungkinan masalahnya terletak di plugin yang Anda pasang di website Anda. Plugin ini bisa saja error atau mungkin juga Anda memasang plugin yang terlalu banyak. Untuk mengatasinya, coba cek panduan di bawah ini:

  1. Pertama, Anda mesti masuk kedalam akun hosting dengan menggunakan FTP Client.
  2. Setelah itu, masuk ke folder utama tempat instalasi website Anda, biasanya di public_html.
  3. Lalu akses oleh Anda folder wp-content.
  4. Nah ini bagian terpenting, pada folder pluggins, ganti namanya menjadi ‘disabled-plugins’ atau nama lain yang masih bersangkutan. Dengan cara ini, maka secara otomatis semua pluggin jadi non-aktif.
  5. Akses kembali situs web Anda.
  6. Nah baru Anda bisa mengecek kembali kondisi website Anda.
  7. Jika error 403 sudah tidak ada, maka masalahnya memang terletak pada plugin.

 

Kesimpulan

Nah itulah cara mengatasi Error 403 forbidden di website Anda. Bagaimana sudah paham bukan? Jika Anda belum berhasil mengatasinya, jangan ragu untuk menghubungi tim kami. Error 403 forbidden ini sepintas terlihat seperti masalah besar. Tenang saja, error 403 bukanlah error yang bersifat permanen. Jika Anda tidak bisa mengatasinya sendiri, jangan ragu untuk menggunakan layanan konsumen DewaBiz.

Selain beberapa faktor pemicu error yang sudah dibahas di atas, error 403 bisa saja disebabkan karena masalah sepele, misalnya mengetikan URL direktori yang berakhiran ‘/’. Selain itu terkadang, error 403 forbidden ini bisa hilang dengan cara yang sangat mudah yaitu tinggal melakukan refresh pada browser.

Related Posts