fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

General

Cara Membatasi Konten Youtube Untuk Anak

Dhian rama

Dewabiz – Nyaris semua anak senang menonton video di YouTube. Untuk membatasi tontonannya agar yang dilihat hanya konten ramah anak, Kamu perlu pahami cara membatasi konten youtube untuk anak. YouTube memang membantu memudahkah anak belajar dan mencari hiburan.

Namun, tidak menutup kemungkinan anak akan secara tidak sengaja membuka konten video yang tidak sesuai untuk mereka. Menurut studi di jurnal Indian Pediatrics, media dapat berpengaruh negatif pada anak-anak karena memiliki pengaruh besar pada kesehatan anak. Termasuk juga kekerasan, obesitas, penggunaan tembakau, penggunaan alkohol, hingga perilaku seksual berisiko.

Cara membatasi konten youtube untuk anak

Melarang anak untuk mengakses YouTube bukanlah cara yang tepat, karena anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka akan mencari cara lain untuk tetap bisa mengaksesnya. Maka, Kamu perlu melakukan bentuk proteksi lain tanpa melarang mereka untuk membuka YouTube.

Nah, di bawah ini ada beberapa cara setting YouTube untuk anak agar ia hanya menonton konten yang aman.

1. Membuat Akun Keluarga

Agar lebih mudah memantau aktivitas anak dalam mengakses YouTube, pertama Kamu perlu membuat akun keluarga.

Caranya adalah dengan mendaftarkan email baru pada akun Google kemudian masuklah ke halaman YouTube.

Berikut cara setting YouTube untuk anak dengan buat akun keluarga:

  • Buka aplikasi Family Link pada perangkat yang digunakan, baik ponsel atau laptop.
  • Pilih akun “Anak Kamu”.
  • Klik “Kelola setelan YouTube”.

Di bagian “Setelan YouTube Kids”, Kamu dapat memperbarui setelan level konten, mengaktifkan atau menonaktifkan fitur penelusuran, hingga menghapus akses ke YouTube Kids.

2. Gunakan Aplikasi YouTube Kids

Cara setting YouTube untuk anak agar ia menonton konten yang aman dengan mudah adalah dengan gunakan aplikasi YouTube Kids yang dapat diunduh melalui perangkat Android/iOS.

Aplikasi YouTube ini dikhususkan untuk anak sehingga ramah anak.

Karena seluruh konten yang ditayangkan pada YouTube Kids telah ditinjau dan disesuaikan jenis kontennya hanya yang aman untuk anak.

3. Membuat Playlist Anak

Kamu sebaiknya membuat playlist (daftar putar) anak, di mana isinya adalah konten video yang aman untuk diakses oleh anak.

Misalnya playlist bermain, belajar, lagu anak, dan playlist anak lainnya.

Hal ini dilakukan guna menghindari anak membuka konten YouTube yang tidak sesuai dengan usia mereka.

4. Berlangganan Channel YouTube Khusus Anak

Kamu juga bisa mengatur akun keluarga tadi untuk berlangganan (subscribe) akun YouTube anak.

Jadi, daftar video yang muncul pada halaman depan YouTube adalah video-video yang berasal dari akun YouTube anak yang telah di-subscribe tadi.

Cara setting YouTube untuk anak dengan langganan channel khusus memungkinkan anak hanya melihat video-video dari akun yang di-subscribe saja.

Selain itu, Kamu bisa memblokir akun-akun YouTube yang sekiranya tidak sesuai dan tak boleh ditonton Si Kecil

5. Atur Konten yang Sesuai Usia Anak

YouTube juga bisa mengatur konten sesuai usia anak Kamu secara otomatis, lho. Jadi, Si Kecil akan tetap dalam batasan usianya ketika menonton YouTube.

Untuk mengaktifkan fitur ini, berikut cara setting YouTube untuk anak sesuai usianya:

  • Ketuk ikon “Kunci” di sudut bawah halaman mana pun pada aplikasi YouTube.
  • Selesaikan soal perkalian atau baca dan masukkan angka yang muncul atau, masukkan kode sandi khusus.
  • Pilih ikon “Pengaturan”.
  • Pilih “Profil anak Kamu” dan masukkan kata sandi akun YouTube parents.
  • Pilih sendiri konten yang sesuai usia anak, misalnya “Prasekolah (Preschool), Lebih Muda (Younger), atau Lebih Dewasa (Older),” dan klik “Setujui”.

Setelan konten “Prasekolah” di peruntukkan bagi anak usia 4 tahun ke bawah.

Pengaturan ini memungkinkan anak-anak menonton video yang mendorong kreativitas, keceriaan, pembelajaran, dan eksplorasi.

Sementara setelah pada konten “Lebih Muda” di rancang dengan mempertimbangkan anak-anak berusia 5–8 tahun.

Konten ini mencakup lagu, kartun, kerajinan, dan konten lain yang umumnya menarik bagi anak-anak prasekolah dan sekolah dasar awal.

Pada setelan konten “Lebih Dewasa” yang di peruntukkan bagi anak-anak berusia 9–12 tahun, YouTube menyediakan konten video musik, game, sains, dan lainnya.

6. Nyalakan Mode Aman

YouTube pada dasarnya dibuat hanya untuk remaja yang berusia 13 tahun ke atas. Oleh sebab itu, belum tentu aman untuk anak usia di bawah 13 tahun.

Namun, jangan khawatir, YouTube menawarkan fitur yang disebut mode aman untuk melindungi dan membatasi konten video yang kemungkinan akan di akses anak.

Cara setting YouTube untuk anak menjadi mode aman adalah sebagai berikut:

  • Klik pengaturan atau setting.
  • Kemudian carilah tulisan “Restricted Mode” di bagian bawah halaman YouTube.
  • Lalu aktifkan dengan klik tombol “on”.

7. Pantau Kolom Rekomendasi Video

Video-video yang di munculkan dalam kolom rekomendasi biasanya sejenis dengan video yang sering di tonton anak.

Oleh karena itu, Kamu perlu memantau tontonan anak apakah sudah sesuai dengan usianya atau tidak melalui rekomendasi video yang tersedia.

Selalu lakukan cara ini dengan rutin untuk mencegah hal-hal yang tak di inginkan karena secanggih apa pun teknologi, bisa saja ada beberapa konten tidak sesuai yang mungkin terlewat.

8. Aktifkan Google TelusurAman

Sebagai proteksi tambahan, Kamu juga perlu mengaktifkan mode “SafeSearch” atau penelusuran aman pada Google.

Jadi, Si Kecil tidak dapat mencari kata kunci yang tidak sesuai usianya di browser.

Untuk mengaktifkan fitur ini, berikut langkah-langkahnya:

  • Buka Google.com.
  • Klik “Pengaturan” di sudut kanan bawah.
  • Pilih “Pengaturan Pencarian”.
  • Centang “Aktifkan TelusurAman” dan klik “Kunci TelusurAman”.

Dampak positif youtube anak

Anak-anak akan lebih paham teknologi sejak usia dini. Ini juga lebih mengeksplorasi dengan lebih banyak masukan dan ide yang di peroleh dari menonton YouTube.

Mereka juga tahu lebih banyak tentang dunia atau hal-hal yang mungkin tidak mereka temui setiap hari. Ambil contoh budaya negara lain.

Dengan film atau pertunjukan yang melibatkan situasi sosial, anak belajar tentang situasi sosial dan apa yang harus di lakukan dalam situasi tersebut. Tentunya harus ada peran orang tua atau orang dewasa untuk menjelaskannya.

Anak-anak lebih mudah menerima informasi karena televisi menembus gaya belajar auditori, visual, dan motorik anak. Dan seperti yang kita sadari bahwa menonton youtube lebih menarik bagi anak-anak dari pada menonton tv. Ini karena banyak kartun dan pelajaran lain yang tidak tersedia di TV. Dan mereka bisa menontonnya berulang kali tanpa terganggu oleh iklan.

Dampak negatif youtube untuk anak

Bahaya YouTube yang pertama bagi anak-anak adalah dapat membahayakan kesehatan mereka, apalagi jika durasinya terlalu lama dan terlalu berdekatan. Misalnya, kerusakan pada mata, menyebabkan postur tubuh anak yang buruk, karena menatap saat berbaring atau membungkuk, anak cenderung menjadi gemuk, karena menatap sambil makan.

Seperti yang sudah di sebutkan di atas, dampak anak-anak menonton YouTube secara rutin akan membuat mereka ketagihan. Jika di biasakan menonton youtube setiap hari, anak bisa menjadi kecanduan dan tidak mau berbuat apa-apa karena youtube adalah salah satu media favorit mereka.

Menonton YouTube adalah aktivitas pasif. Sehingga membuat anak kurang mobile dan kurang interaktif.

YouTube tidak melatih kemampuan motorik dan sosial anak. YouTube memang memberikan pengetahuan tentang situasi sosial, tetapi tidak dapat memberikan “pengalaman dunia nyata” untuk anak-anak dalam tindakan atau interaksi.

Itulah cara membatasi konten youtube untuk anak yang bisa kamu terapkan di rumah sehingga screen time Si Kecil tetap dalam batasan usianya. Terima Kasih

Baca Juga