fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

General

Apa itu Headless WordPress, Ketahui Pengertian dan Cara Kerjanya

Yodik Prastya

Selama ini mungkin banyak yang belum tahu dan bertanya-tanya mengenai apa itu headless wordpress. Kamu tinggal simak saja penjelasannya di bawah ini sampai selesai ya.

Seperti diketahui, WordPress sendiri memang dari awal tidak didesain sebagai headless CMS. Akan tetapi, WordPress mempunyai fitur REST API yang bisa digunakan oleh pihak ketiga dalam membuat fronted. Dengan demikian, semuannya tidak hanya tergantung saja dari theme WordPress.

Apa Itu Headless CMS?

Kemudian mengenai apa itu headless wordpress, merupakan sebuah system manajemen konten yang berfungsi sebagai repositori konten. Yakni adalah memisahkan bagian front-front end (head) dari back end (body). Dengan demikian, konten bisa dibuat di satu back end dan diluncurkan ke sejumlah front end yan berbeda dengan menggunakan API.

Sedangkan system manajemen konten headless sendiri kerap disebut dengan infrastruktur konten atau API Konten. Kemudian system tersebut memiliki fungsi sebagai pemisah repositori konten back end dengan presentation layer atau area penyajian konten pada bagian front end.

Selain itu, headless CMS sendiri juga menawarkan CaaS atau Content as a Service. Dengan demikiaan,  proses dalam pembuatan dan pengeditan konten dapat kamu lakukan di infrastruktur CMS. Kemudian dengan konten mentahnya bisa disediakan untuk sistem lainnya.

Cara Kerja Headless CMS

  • Kamu bisa membuat dan mengelola konten pada antarmuka back-end,
  • Kemudian tim developer front-end akan membuat “head” (tempat konten disajikan), sekaligus mengelola distribusi konten. Dengan menggunakan framework dan front end, kamu bisa mengembangkan aplikasi atau meluncurkan channel baru.
  • GraphQL API atau RESTful API berfungsi sebagau penghubung ke setiap endpoint dalam penyediaan konten, perangkat IoT dan beberapa platform yang lain.
  • Dengan menggunakan sistem ini, ketika kamu membuat konten yang sama dari satu repositori, maka nantinya akan disajikan dalam beberapa jenis. Salah satu contohnya adalah postingan blog di halaman web, feed di media sosial, atau konten native pada smartwatch.

Kekurangan Headless WordPress

Setelah kamu mengetahui tentang apa itu headless wordpress sekaligus cara kerjanya. Sebenarnya ada hal yang harus kamu terima dengan fitur yang ada di dalamnya, yakni mengenai kekurangannya.

Memang, setiap aplikasi atau apapun itu tidak semuannya bisa didapatkan dengan sempurna. Tak terkecuali dengan Headless WordPress yang memiliki 3 kekurangan. Seperti apa saja kekurangan yang dimaksud tersebut, kamu harus mengetahui semuannya, dan berikut adalah diantaranya :

  • Pertama – Kamu tidak bisa menggunakan WordPress theme. Kamu pasti tahu bahwa WordPress memang terkenal dengan pilihan theme yang sangat banyak dan variatif. Namun ketika kamu memakai headless WordPress, maka kamu tidak dapat memakai theme tersebut. Sebab theme itu sudah terintegrasi secara kode dengan backend langsung.
  • Kedua – Kamu tidak bisa menggunakan semua plugin. Sama halnya dengan theme WordPress di atas. WordPress sendiri juga dikenal dengan banyaknya plugin untuk berbagai jenis kebutuhan, misalnya adalah WooCommerce, LearnDash dan masih banyak lagi. Ketika sebuah plugin sudah termodifikasi di bagian tampilan depan, maka kemungkinan besat plugin tersebut tidak dapat digunakan.
  • Ketiga – Kamu harus memerlukan penanganan khusus untuk SEO. Ketika di awal halaman dipanggil, namun belum ada konten, dan bahkan hanya ada kode Javascript saja yang digunakan untuk memanggil REST API. Sudah jelas, hal seperti ini akan berpengaruh pada kualitas SEO. Termasuk juga ketika melakukan sharing di sejumlah media social.

Baca Juga