fbpx

Addon Domain: Buat Website Baru Tanpa Domain Baru

Saat mengelola sebuah , terdapat beberapa istilah domain yang memiliki manfaat besar, yaitu dan addon domain. Kedua istilah ini kerap kali disamakan dengan subdomain. Padahal ketiganya tidaklah sama.

Agar tidak lagi salah dalam membedakan ketiga istilah domain, Anda harus tahu apa itu addon domain terlebih, kemudian apa bedanya dengan parked domain dan subdomain.

Pengertian Addon Domain

pengertian addon domain

Saat Anda memiliki sebuah domain, Anda bisa menambahkan domain lain yang bisa jadi itu tidak berhubungan dengan domain utama Anda. Nah, domain lain inilah yang disebut dengan addon domain.

Nantinya, file milik addon domain akan terletak di subdirektori domain utama, tepatnya pada folder public_html dari hosting yang Anda punya. 

Jadi, dengan addon domain, Anda seolah bisa memiliki domain baru. Namun, penyimpanannya tetap ada di domain utama.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki sebuah dengan domain utama bisnisku.com. Anda bisa membuat addon domain dengan nama bisnisfashionku.com. 

Nah, penyimpanan contoh add domain bisnisfashionku.com akan berada di folder public_html milik domain bisnisku.com.

Seperti yang telah Anda ketahui, beberapa orang kerap kali kesulitan dalam membedakan istilah addon domain dengan subdomain dan juga parked domain. Namun, ketiganya sejatinya memiliki beberapa perbedaan. Apa saja?

Perbedaan Addon Domain, Subdomain, dan Parked Domain

Pada subdomain, Anda menggunakan domain baru, tetapi masih menjadi bagian domain utama. Dalam hal ini, nama domain utama masih terkandung dalam -nya.

Ini berbeda dengan addon domain yang mana Anda bisa membuat domain baru yang berbeda dengan domain utama. Jadi, URL domain baru nantinya tidak mengandung domain utama.

Baca Juga :  Apa itu Flowchart? Pengertian,Fungsi dan Jenisnya

Perbedaan subdomain dan addon domain selanjutnya adalah karena masih tergabung dalam satu domain utama, subdomain tidak membutuhkan akun FTP. Namun, jika domain utama mati, maka subdomain tidak bisa Anda akses.

Sementara itu, addon domain masih membutuhkan akun FTP. Saat menambahkan addon domain, Anda bisa membuat akun FTP tersebut. Akan tetapi, addon domain tetap bisa Anda akses meski domain utama telah mati.

Lalu, apa bedanya dengan parked domain?

Parked domain ini menempel pada domain utama. Sehingga, tampilannya akan sama dengan website pada domain utama saat Anda mengakses domain yang diparkingkan.

Parked domain hanya berfungsi untuk mengecoh dan membuat website Anda lebih aman dari penyalahgunaan. Adanya parked domain juga bisa meningkatkan traffic dan mengantisipasi salah tik saat memasukkan alamat web.

Apa Fungsi Addon Domain?

fungsi addon domain

Addon domain sendiri memiliki beberapa fungsi dan menghadirkan berbagai keuntungan. Fungsi addon domain di antaranya:

  1. Saat hendak membuat website baru, Anda tidak perlu lagi membeli baru;
  2. Beberapa akun pada FTP (File Transfer Protocol) akan otomatis dibuat saat pembuatan addon domain;
  3. Adanya folder khusus, public_html yang berguna untuk memisahkan addon domain dengan domain utama.

Sekali lagi, dengan menambahkan addon domain, Anda bisa membuat website baru dengan konten yang berbeda tanpa harus membeli domain dan hosting baru. 

Dengan begitu, Anda bisa menekan biaya untuk membuat website baru. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa domain utama Anda sudah aktif.

Akan tetapi, ada keterbatasan dalam addon domain, yaitu tidak bisa mengakses sendiri karena cPanel hanya milik domain utama. Sehingga, addon domain masih bergantung pada domain utama.

Jadi, addon domain adalah domain baru yang tidak memiliki hubungan dengan domain utama. Namun, penyimpanan addon domain akan ada di file subdirektori dari domain utama.

Baca Juga :  Ekstensi Domain: Pengertian, Jenis-jenis, dan Fungsinya