fbpx

8 Tahap Cara Menggunakan Website Builder

Apakah Anda termasuk pemula dalam dunia ? Jika demikian, tak perlu merasa khawatir tak bisa membuat sendiri karena tidak punya kemampuan coding. Ya, Anda bisa mempelajari cara menggunakan website builder dalam tahapan sederhana berikut ini.

Inilah Tahap Cara Menggunakan Website Builder

Ya, Anda tak perlu pusing-pusing belajar dan coding untuk sekedar membuat situs sesuai kebutuhan.

Karena sekarang sudah banyak website builder yang diperkenalkan di pasaran. Cara menggunakan website builder sendiri terbilang mudah karena memang ditujukan untuk pembuatan situs dengan mudah.

Penggunaan website builder memungkinkan Anda untuk menggunakan template website yang dibuat oleh designer profesional.

Selain itu, tampilan ini juga dibuat se-intuitif mungkin oleh visual editor sehingga membuat situs buatan Anda bisa benar-benar sesuai kebutuhan. Semua itu bisa dilakukan hanya dalam 8 tahap sederhana berikut ini:

1. Tentukan Website Builder Anda

Ada banyak pilihan website builder yang bisa saja membingungkan Anda saat menentukan salah satu yang akan digunakan. Untuk itu, Anda bisa memilih builder yang menawarkan:

  • Penggunaan yang mudah, mudah dipelajari dengan tampilan dan tool yang ramah pengguna
  • Dukungan pelanggan, untuk memastikan Anda mendapatkan bantuan saat ada masalah 
  • Kompatibilitas dengan versi mobile
  • Harga yang sesuai dengan anggaran  
Baca Juga :  Apa itu CloudFlare? Fungsi dan Cara Kerjanya

2. Membuat Design Dasar

Langkah selanjutnya adalah membuat rancangan untuk website yang bisa dilakukan dengan memilih template atau mencari diantara koleksi tema.

Tahap ini bertujuan untuk membuat struktur dasar dari design website Anda sesuai dengan penempatannya. Selanjutnya, Anda bisa melakukan beberapa penyesuaian berdasar dasar tersebut.   

3. Menentukan Skema Warna

Skema warna yang digunakan akan menentukan penampilan website dan bisa saja mempengaruhi kesan yang diberikan. Jika Anda tak cukup percaya diri untuk bereksperimen dengan warna, manfaatkan tool yang akan membuatkan skema warna untuk Anda. Ya, alat gratis seperti Coolers atau bahkan Canva layak untuk dicoba.

4. Menentukan Halaman Macam Apa yang Ditambahkan ke Website  

Kebanyakan situs setidaknya memajang Homepage dan About, dan tak menutup kemungkinan Anda ingin menambahkan halaman lain. Website misalnya, akan menambahkan halaman lain untuk mengenalkan dan menawarkan produk dan jasa mereka.

Untuk itu, Anda pun perlu merencanakan halaman apa saja yang ingin ditambahkan dan menentukan skala prioritas dari halaman-halaman tersebut.

5. Unggah Gambar

Setelah memiliki beberapa halaman dengan design dan skema warna, langkah berikutnya adalah menambahkan gambar. Pastikan gambar yang Anda unggah berkualitas dan relevan dengan website Anda untuk membuatnya benar-benar unik.

Anda juga bisa menggunakan tool editor gambar untuk memastikan file gambar tersebut tetap jernih namun tak banyak menghabiskan ruang penyimpanan.    

6. Tambahkan Teks dan Artikel 

Tahap berikutnya adalah mulai mengisi halaman dengan atau copy yang relevan. Untuk yang satu ini, Anda perlu memastikan bahwa konten yang diunggah adalah tulisan yang relevan dan original.

Atau copy yang menjual jika ditujukan untuk . Dalam hal ini, Anda juga bisa menggunakan teknik agar artikel efektif meningkatkan kinerja website. 

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Anda Harus Memilih Hosting Blog Berbayar

7. Manfaatkan Fitur Lain Website Builder Pilihan Anda

Elemen penting yang sering dikesampingkan adalah fitur detail seperti Buttons, Social links, Contact forms, Embedded maps atau bahkan Embedded videos.

Baca Juga : Cara Jitu Belajar Web Design Untuk Pemula

Kebanyakan website builder memudahkan Anda untuk memanfaatkan elemen-elemen ini. Pelajari setiap elemen baik itu kelebihan dan kekurangannya terhadap jenis website yang sedang Anda buat.

8. Lakukan Pengujian 

Sebelum Anda mem-publish website tersebut, sudah seharusnya Anda menguji bagaimana kinerja dan tampilannya. Sederhana saja, Anda bisa memanfaatkan fungsi Preview atau Pratinjau terlebih dahulu. Tak hanya menguji tampilan versi desktop, pastikan Anda juga melihat bagaimana situs ditampilkan di browser mobile.

Akhir Kata

Itulah 8 tahapan dalam cara menggunakan website builder sebelum Anda klik tombol Publish. Perlu diketahui pula bahwa mungkin setiap website builder mungkin memiliki cara yang sedikit berbeda. Namun secara garis besar, yang perlu Anda lakukan tak jauh berbeda dari tahapan yang sudah dijelaskan di atas.