fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

BusinessGeneral

Tips Bisnis Thrift Shop untuk Pemula Biar Punya Hasil Menguntungkan

Dhian rama

Bisnis thrift shop saat ini kian digemari oleh banyak orang, dari beragam generasi. Bagaimana tidak, dengan belanja di thrift shop, kamu bisa mendapat barang dengan kualitas seperti baru, namun harganya jauh lebih murah. Hebatnya, kamu bisa meraih barang dari brand-brand terkenal.

Di tambah dengan kemajuan teknologi, thrifting (Belanja barang bekas) sekarang sudah bisa di kerjakan secara online. Dan bisnis thrift shop yang di barengi dengan taktik pemasaran yang tepat, nantinya akan mendatangkan keuntungan yang berlimpah. Tertarik memulai bisnisnya? Ketahui terlebih dahulu tipsnya di bawah ini.

Apa itu thrift shop?

Bisnis thrift shop adalah menjual barang-barang bekas (Second hand) seperti pakaian, buku, dan perlengkapan rumah tangga. Walaupun bekas, tetapi barang-barang yang di jual mempunyai kualitas yang masih bagus, dan terlihat seperti baru. Ada banyak barang bekas yang bisa di jual, tetapi yang paling terkenal adalah pakaian, karena mengikuti perubahan tren yang sangat cepat.

Apakah jika barang-barang bekas dipakai kita sendiri namanya juga thrift shop?

Jika yang kamu jual barang-barang bekas kamu sendiri, namanya bukan thrift shop tetapi preloved. Perbedaan paling dasar antara thrift shop dan preloved adalah, jika thrift shop merupakan barang bekas yang kamu jual merupakan hasil beli dari supplier atau importir. Jika preloved, itu barang bekas miliki kita sendiri.

Tips memulai bisnis thrift shop!

Tertarik memulai Bisnis thrift shop sendiri? Berikut 8 cara yang bisa kamu coba!

1. Tentukan sasaran market dan product yang akan dijual

Ada banyak product Bisnis thrift shop yang bisa kamu jual: bisa tas, jam tangan, barang elektronik, buku, pakaian, atau peralatan rumah tangga. Dari tiap tiap product, sasaran market-nya bisa beda-beda. Misalnya, peralatan rumah tangga sasaran marketnya lebih ke ibu rumah tangga atau anak kosan. Sedang untuk baju dan barang elektronik sasaran marketnya beda lagi.

Oleh karena itu, sebelum kamu memulai Bisnis thrift shop ini, tentukan terlebih dahulu product apa yang mau kamu jual. Fokus ini bisa memudahkan menentukan sasaran market, membangun ciri khas toko, membuat konten, dan lainnya.

Misalnya, sekarang sedang tren orang yang senang pakaian ala Korea yang konsepnya sederhana, cute, dan warnanya pastel. Dari sini, kamu bisa menentukan konsep foto product, feed Instagram, nama brand, packaging, dan konten pemasarannya.

2. Cari dan pilih supplier yang tepat

Selanjutnya adalah menemukan supplier yang tepat, untuk mencukupi keperluan stok barang. Kamu bisa mencari sendiri barang bekas yang akan kamu jual dengan Bisnis thrift shop, misalnya ke Pasar Cimol Gedebage Bandung, atau ke Pasar Senen Jakarta. Kamu juga bisa memperoleh stok lewat supplier, bisa yang di dalam negeri atau dari luar negeri. Jikalau  baju bekas, biasanya di kirim dalam 1 karung besar.

Di dalam memilih supplier, kamu wajib membandingkan antara supplier satu dengan lainnya. Karena biasanya,  beda supplier beda harga, beda jumlah barang yang di peroleh, dan beda fasilitas juga.

3. Buat nama brand dan logonya

Meskipun jualan barang bekas, tapi kamu juga perlu menambah label, stiker, atau thank you card, dengan nama dan logo brand kamu. hal itu untuk memperkenalkan brand kamu, serta membuat pembeli merasa seperti beli baju baru.

4. Jaga kebersihan product

Product Bisnis thrift shop memang mempunyai kualitas yang masih bagus, tetapi, biasanya product itu di kirim dalam jumlah banyak dari luar negeri. Jadi, sangat penting untuk mempertahankan kebersihan produknya.

Misalnya, baju yang dikirim dalam karung besar, tentu bajunya kusut dan tidak jelas kebersihannya.

Oleh karena itu, produknya perlu dicuci atau diuap, dan disetrika terlebih dahulu sebelum dijual. Mempertahankan kebersihan product, merupakan tanggung jawab kamu sebagai penjual. Perhatikan juga kebersihan daerah penyimpanan, dan jika bajunya sudah  rapi, maka akan lebih menarik ketika foto product.

5. Melakukan foto product

Untuk memasarkan product secara online, kamu harus foto produknya untuk diunggah di media sosial, e-commerce, atau marketplace. Foto product tidak wajib di studio foto. Kamu bisa melakukannya di rumah aja dengan menggunakan Hp. Yang penting adalah peletakan barang, pencahayaan, dan cara pengambilan gambarnya.

Contohnya seperti ini, produk baju digantungkan di tembok dengan menggunakan hanger. Tembok yang digunakan warnanya polos sehingga konsumen akan fokus ke produknya. Ada juga contoh penggunaan produk agar memberi bayangan ke konsumen seperti apa ketika produknya dipakai

6. Tentukan harga jual produk

Agar Bisnis thrift shop berjalan dengan lancar, kamu perlu mengetahui cara menghitung harga jual dengan baik. Tentunya agar bisa memperoleh keuntungan. Kalau dijual terlalu murah, kamu tidak akan dapat keuntungan, tapi kalau dijual terlalu mahal, nanti barangnya tidak ada yang mau beli.

Jadi, menghitung harga jual harus disesuaikan dengan harga pasaran, kualitas barang, biaya operasional, modal, dan lainnya. Harga jual juga harus kamu sesuaikan dengan kualitas produk, jangan sampai kamu memberi harga terlalu mahal untuk kualitas produk yang kurang sesuai.

7. Pasarkan produk

Setelah foto produk dan harga barang sudah ada, saatnya memasarkan produknya. Kamu bisa menjualnya di berbagai media online. Misalnya, di Instagram, TikTok Shop, Facebook Marketplace, dan memasukkannya ke e-commerce.

Kalau kamu berniat menggunakan beberapa media sekaligus, berarti kamu harus siap untuk memproduksi konten pemasaran yang berbeda juga. Karena ada media sosial yang fokus ke foto, ada juga yang ke video. Misalnya, TikTok lebih ke video, sedangkan instagram bisa keduanya: foto dan video (reels).

Jangan lupa untuk memberikan informasi yang diperlukan, ya. Misalnya caption di Instagram atau Facebook yang menyertakan brand, ukuran, bahan, harga, dan ada kecacatan atau tidak. Karena beberapa produk thrift shop biasanya ada yang cacat, misalnya: lubang kecil, kancing lepas, atau noda.

8. Buat strategi pemasaran yang tepat

Bisnis thrift shop bisa jadi cuan jika dibarengi dengan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran ini bisa kamu sesuaikan lagi dengan target market dan media jualan yang kamu pilih. Misalnya, target marketnya anak muda usia 20 tahunan, media sosial seperti Instagram dan TikTok bisa jadi media promosi yang tepat karena itu adalah media yang paling sering diakses oleh mereka.

Selain itu, konten marketing yang digunakan juga harus sesuai dengan masing-masing medianya, ya. Misalnya, kamu bisa promosi lewat live TikTok. Atau live di e-commerce, biasanya Shopee juga mengadakan live dengan seller toko tertentu untuk mempromosikan produk jualannya.

Gimana, semakin tertarik untuk memulai bisnis thrift shop? Semoga 8 cara memulai bisnis thrift shop di atas bisa membantu, ya! kamu juga bisa belajar tentang cara jualan di media online. Tidak cuma itu, kelas tentang strategi pemasaran, konten marketing, digital marketing, TikTok marketing, semuanya lengkap! Selamat belajar! Dan selamat mencoba!

Baca Juga