fbpx

Mengenal Istilah Tier Data Center dan Klasifikasinya

Bagi orang yang awam di dunia (networking), istilah tier center tentu masih asing di telinga mereka. ini akan mengajak Anda mengenal istilah center beserta klasifikasi atau tingkatannya.

Harapannya, untuk Anda yang ingin membeli/menyewa layanan tidak salah dalam memilih spesifikasi yang dibutuhkan.

Apa Itu Tier Data Center?

tier data center

Bagi pemilik server hosting, keberadaan tier pada data center sangat penting karena berhubungan dengan tingkat keamanan data center itu sendiri.

Semakin tinggi angka tier menunjukkan makin bagus kondisi data center. Jika diibaratkan sebagai , semakin bagus pelayanannya, semakin banyak pula bintangnya. 

Karena pelayanan yang semakin bagus, harganya pun akan ikut naik. Bisa dibilang, harga tidak ‘menghianati’ hasil (kualitas). 

Istilah tier mulai populer sejak 1990-an seiring dengan perkembangan data center. Sejak saat itu, pusat data tier ini dijadikan standar global untuk validasi bagi pendirian infrastruktur data center.

Tier yang digagas Institute juga menjadi instrumen standardisasi/sertifikasi dan alat pembanding untuk mengetahui performa satu data center dengan data center lainnya. 

Klasifikasi Tier Data Center

keberadaan tier pada data center

Tier pada data center diklasifikasikan menjadi 4 tingkatan yang berbeda. Semakin tinggi tingkatan semakin bagus pula fitur yang dimiliki.

1. Tier 1 – Basic Capacity

Masuk dalam kelompok data center standard, Tier 1 beroperasi menggunakan jalur distribusi non-redundant. Kenapa disebut Tier 1? Sebab hanya punya masing-masing 1 jalur distribusi dan 1 uplink pada setiap server.

Baca Juga :  cPanel vs Plesk, Mana Lebih Baik untuk Wordpress Web?

Pengguna dari data center, yang juga masuk dalam klasifikasi basic capacity ini, umumnya perusahaan-perusahaan yang sudah punya pusat data sendiri.

Untuk bisa mendapatkan layanan data center Tier 1, Anda perlu menyiapkan beberapa peralatan pendukung, seperti genset, perangkat UPS, dan raised floor (alat pendingin).

Sifatnya memang tidak wajib (optional), tapi jika Anda mempersiapkannya, itu lebih baik untuk back up. Genset, misalnya, diperlukan jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik.

2. Tier 2 – Redundant Capacity

Jika pada Tier 1 memiliki genset, UPS, dan alat pendingin sifatnya hanya optional. Namun, pada Tier 2, ketiga peralatan tersebut sifatnya sudah wajib dimiliki.

Itulah kenapa data center Tier 2 disebut redundant capacity, sebab sudah memiliki sumber daya cadangan.

Selain ketiga peralatan di atas, beberapa peralatan pendukung lainnya yang diperlukan, antara lain penyimpanan energi, peralatan penolak panas, tangki bahan bakar, sel bahan bakar, dan pompa.

Untuk menghindari kerusakan sistem, selalu lakukan shutdown, jika terjadi gangguan atau dilakukan maintenance.

3. Tier 3 – Concurrently Maintainable

Berbeda dengan Tier 2 yang masih harus shutdown, data center Tier 3 tidak perlu dilakukan shutdown saat ada perbaikan, maintenance rutin, penggantian komponen, atau terjadi gangguan teknis.

Mengapa? Sebab, pusat data kelompok Tier 3 sudah didukung sumber daya energi yang memadai. Untuk mendapatkan layanan Tier 3, Anda harus memiliki lebih dari satu sumber listrik dan jaringan.

4. Tier 4 – Fault Tolerant

Pada level tier tertinggi, Tier 4, persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pengguna sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Tier 3.

Yang membedakan, Tier 4 punya jalur khusus untuk mengeluarkan udara panas. Tiga peralatan pendukung yang punya jalur khusus tersebut, seperti alat pendingin, UPS, dan genset.   

Baca Juga :  Memahami Tentang Seo dan Manfaatnya

Kelebihan yang lain dari Tier yang masuk kategori Fault Tolerant ini, memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi sehingga gangguan teknis dan non-teknis bisa diminimalisir.

Khusus untuk Tier 4, ada petugas yang memantau serta memastikan bahwa layanan Tier Data Center berjalan dengan baik.

Untuk Anda yang ingin membeli atau menyewa server hosting yang memiliki tier data center, bisa menghubungi DewaBiz  sebagai provider hosting-nya.