fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

Tips & TrikPanduanWebsite

Mengenal High Availability? Ini Dia Dia Penjelasannya

Yanti puspita

Saat memulai perjalanan di bidang teknologi informasi, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah mengenal high availability.

Apakah Anda menginstal sistem sendiri atau menggunakan layanan pusat data pihak ketiga, memastikan ketersediaan sistem merupakan langkah awal yang penting.

Dalam dunia komputasi, istilah high availability merujuk pada periode waktu di mana layanan tersedia bagi pengguna, serta kemampuan sistem untuk merespons permintaan yang di ajukan.

High availability adalah kualitas yang menjamin kinerja sistem atau komponen dengan tingkat operasional yang optimal selama jangka waktu tertentu.

Dengan memiliki tingkat high availability yang tinggi, risiko waktu henti layanan yang tidak terencana dan dampak negatif yang menyertainya dapat di minimalkan.

Mengenal apa itu high availability

High Availability mengacu pada kemampuan suatu sistem untuk tetap beroperasi dengan tingkat kinerja optimal tanpa adanya gangguan dalam periode waktu yang telah di tentukan.

Dalam dunia yang semakin tergantung pada teknologi, memiliki sistem yang tersedia setiap saat menjadi sangat penting.

Anda bisa mengibaratkan High Availability seperti layanan kesehatan atau kepolisian, di mana keberadaannya sangat di butuhkan dan di harapkan berfungsi tanpa henti.

Namun, untuk mencapai tingkat high availability yang tinggi, di perlukan perencanaan dan pengaturan yang matang.

Sebuah sistem yang memiliki high availability harus didesain dengan baik dan di uji secara menyeluruh sebelum di gunakan.

Oleh karena itu, dalam artikel ini, akan di bahas secara komprehensif mengenai High Availability, mulai dari definisi, fungsi, hingga manfaatnya.

Jadi, mari telusuri lebih dalam dan pahami dengan lebih baik apa itu High Availability dan mengapa hal tersebut begitu penting dalam dunia teknologi informasi yang terus berkembang.

Apa Itu High Availability

High availability, atau ketersediaan tinggi, merupakan kemampuan suatu sistem untuk beroperasi tanpa henti selama periode waktu yang telah di tentukan.

Konsep ini penting dalam memastikan bahwa sistem dapat menjaga tingkat kinerja yang di harapkan tanpa mengalami kegagalan.

High availability menjadi krusial terutama untuk sistem-sistem yang kritis, karena kegagalan dalam sistem-sistem tersebut dapat menyebabkan gangguan layanan yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, sistem yang memiliki high availability harus di desain dengan baik dan di uji secara menyeluruh sebelum di gunakan.

Perencanaan untuk sistem dengan high availability memerlukan bahwa semua komponen memenuhi standar ketersediaan yang di inginkan.

Dalam mencapai tujuan high availability, aspek penting meliputi cadangan data dan mekanisme failover. Para perancang sistem juga harus mempertimbangkan teknologi penyimpanan dan akses data yang di gunakan.

Tujuan High Availability

Saat mengatur infrastruktur sistem yang kuat, salah satu prioritas utama adalah meminimalkan waktu henti dan gangguan layanan.

Terlepas seberapa andalnya sistem dan perangkat lunak yang di gunakan, masalah atau kegagalan bisa saja terjadi yang dapat mengganggu aplikasi atau server.

Dalam situasi seperti itu, menerapkan high availability pada infrastruktur menjadi strategi yang berguna untuk mengurangi dampak dari kejadian semacam itu.

Sistem dengan high availability mampu pulih secara otomatis dari kegagalan server atau komponen lainnya.

Salah satu tujuan utama dari high availability adalah menghilangkan titik-titik kegagalan tunggal dalam infrastruktur.

Titik-titik kegagalan tunggal ini merujuk pada komponen teknologi yang jika tidak tersedia, akan menyebabkan gangguan pada layanan.

Oleh karena itu, setiap komponen yang di perlukan untuk menjalankan aplikasi dengan benar harus memiliki redundansi untuk menghindari titik-titik kegagalan tunggal.

Implementasi high availability membantu memastikan bahwa sistem dapat menghadapi kegagalan dengan minimal dampak.

Cara Kerja High Availability

Dalam upaya mewujudkan high availability, sistem yang sepenuhnya tersedia sepanjang waktu mungkin tidak realistis.

Setelah mengenal high availability, selanjutnya mengetahui cara kerja high availability ini? Mari jelajahi tiga prinsip utama yang di gunakan dalam merancang sistem high availability.

Single Points of Failure

Konsep single points of failure merujuk pada komponen yang dapat menyebabkan kegagalan seluruh sistem jika terjadi kerusakan.

Misalnya, jika suatu bisnis hanya memiliki satu server yang menjalankan aplikasinya, maka server tersebut menjadi single points of failure.

Jika server tersebut mengalami kegagalan, aplikasi akan menjadi tidak tersedia. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan menghilangkan single points of failure dalam infrastruktur.

Reliable Crossover

Membangun redundansi dalam sistem high availability juga sangat penting. Redundansi memungkinkan komponen cadangan untuk mengambil alih saat komponen utama mengalami kegagalan.

Ketika terjadi kegagalan, penting untuk memiliki mekanisme crossover atau failover yang andal.

Ini berarti secara mulus beralih dari komponen X ke komponen Y tanpa kehilangan data atau mempengaruhi kinerja secara signifikan.

Kemampuan Deteksi Kegagalan

Kegagalan harus dapat terdeteksi dengan jelas, dan sistem harus memiliki mekanisme bawaan untuk menangani kegagalan secara otomatis.

Selain itu, perlu ada langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kegagalan yang umum terjadi. Terutama ketika dua atau lebih sistem atau komponen mengalami kegagalan bersamaan akibat penyebab yang sama.

Untuk menjaga high availability saat sistem di akses oleh banyak pengguna, load balancing menjadi kunci penting.

Load balancing secara otomatis mendistribusikan beban kerja ke sumber daya sistem, memastikan bahwa setiap sumber daya di gunakan secara efisien.

Dengan menggunakan load balancing secara cerdas, tidak ada satu sumber daya pun yang terbebani secara berlebihan.

Komponen High Availability

Beberapa komponen yang perlu di pertimbangkan dengan cermat dalam implementasi high availability adalah:

Lingkungan

Jika semua server terkonsentrasi di satu wilayah geografis, risiko bencana alam seperti gempa bumi atau banjir dapat mengakibatkan kegagalan sistem secara keseluruhan.

Dengan memiliki server yang terletak di pusat data dan area geografis yang berbeda, dapat meningkatkan keandalan sistem dalam menghadapi berbagai kondisi lingkungan.

Perangkat Keras

Server yang sangat tersedia harus di rancang untuk menangani pemadaman listrik dan kegagalan perangkat keras, termasuk hard disk dan antarmuka jaringan.

Pemilihan perangkat keras yang handal dan teruji menjadi kunci dalam membangun sistem yang dapat di andalkan.

Perangkat Lunak

Seluruh tumpukan perangkat lunak, termasuk sistem operasi dan aplikasi, harus siap menghadapi kegagalan tak terduga yang mungkin memerlukan restart sistem.

Mengimplementasikan mekanisme pemulihan yang cepat dan efisien, serta menjaga kestabilan perangkat lunak, merupakan langkah penting dalam mencapai high availability.

Data

Kehilangan dan inkonsistensi data dapat di sebabkan oleh berbagai faktor, tidak hanya kegagalan hard disk.

Sistem yang sangat tersedia harus mempertimbangkan keamanan data dan memiliki mekanisme cadangan yang kuat untuk menghindari kehilangan data yang tidak di inginkan saat terjadi kegagalan.

Jaringan

Pemadaman jaringan yang tidak terduga dapat menjadi titik kegagalan potensial lainnya dalam sistem yang sangat tersedia.

Penting untuk merancang strategi jaringan yang dapat mengatasi kemungkinan kegagalan, seperti menggunakan jalur jaringan yang berlebihan untuk meningkatkan ketersediaan.

Dengan menerapkan konsep-konsep high availability dan memperhatikan faktor-faktor yang terlibat, Anda dapat menciptakan lingkungan yang handal dan tangguh.

Hal ini memungkinkan bisnis dan pengguna untuk mengakses aplikasi dan layanan dengan konsistensi, mengurangi kerugian akibat waktu henti, dan meningkatkan kepuasan pengguna.

Dalam kesimpulannya, high availability adalah tujuan yang penting dalam desain dan pengelolaan sistem.

Dengan merancang arsitektur yang menghindari single points of failure, membangun redundansi yang andal, dan memiliki kemampuan deteksi kegagalan. Itulah artikel tentang mengenal high availability yang telah kami jelaskan dengan lengkap.

Baca Juga