fbpx

Mengenal Content Mapping :  Pengertian, Manfaat dan Tips Membuatnya

Pernahkah Anda mendengar istilah tentang content mapping? Untuk Anda yang menggeluti dunia content , tentu istilah tersebut sudah tidak asing.

Umumnya, marketer akan berhati-hati dalam proses pembuatan konten. Mulai dari cara mengidentifikasi user, membuat konten berkualitas, menentukan target konten, dan lainnya. Maka, marketer akan menciptakan content mapping agar konten yang mereka buat efektif untuk menarik perhatian user atau

Content mapping adalah proses perencanaan yang dilakukan untuk membuat konten yang tepat sasaran dan tepat waktu. Tujuannya untuk dapat memenuhi kebutuhan pembaca dengan baik. Proses ini terkadang melibatkan jasa penulis artikel untuk memudahkan pekerjaan.

Dalam pembuatannya, marketer akan mempertimbangkan karakteristik dari user yang akan mengonsumsi konten. Misalnya, Anda Anda mengidentifikasi user yang sedang mengalami masalah dalam public speaking. Maka, Anda akan menyusun konten mengenai tips mengatasi masalah public speaking supaya dapat dikonsumsi oleh sang user.

Source : unsplash.com

Singkatnya, pemetaan konten membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan pelanggan lewat konten-konten yang akan dihasilkan. Alhasil, konten yang dibuat tidak akan sia-sia. Kemudian, akan membantu Anda mengembangkan konten supaya menghasilkan persona yang bagus terhadap user.

Manfaat Content Mapping

Content mapping sudah menjadi kebutuhan tersendiri di dalam dunia marketing. Umumnya, marketer membutuhkan pemetaan user agar setiap konten yang diciptakan bisa sesuai dengan target. Ada banyak manfaat content mapping, yakni :

1. Mempermudah Marketer Memahami Pelanggan

Proses pemetaan konten dengan cara yang tepat, akan membantu untuk mengetahui karakter secara detail.  Dalam prakteknya, marketer wajib mencari tahu dahulu apa saja yang menjadi keinginan konsumen, demikian juga kebutuhannya. 

Baca Juga :  Fungsi Mail Server dan Peranannya Bagi Web Bisnis Anda

Hal ini memungkinkan marketer untuk memahami permasalahan secara mendalam, sehingga penyelesaiannya dapat lebih mudah ditemukan. Solusi inilah yang kemudian akan ditawarkan lewat konten yang dibuat oleh marketer.

2. Mempermudah Proses Pembuatan Konten Berkualitas

Content mapping akan mempermudah pekerjaan marketer dan membuat kualitas pekerjaan menjadi lebih optimal. Marketer yang sudah mengerti target pasar akan lebih mudah untuk mencapai tujuannya. 

Konten yang disusun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga tujuan pemasaran yang dilakukan akan tercapai dengan maksimal. Proses pembuatan konten pun akan menjadi lebih mudah.

3. Melihat Gambaran Umum Konten pada Website

Pemetaan konten juga berfungsi untuk membantu identifikasi konten yang sudah ada di dalam . Konten-konten yang sudah dibuat ini akan lebih mudah untuk dikategorikan. Hal ini juga akan membuat pelabelan konten yang sudah ada semakin mudah, termasuk konten-konten baru yang akan dimasukkan ke dalam situs tersebut.

Langkah-Langkah dalam Membuat Content Mapping

1. Bikin Buyer Persona

Buyer persona adalah representasi dari target pelanggan yang telah Anda buat dengan melakukan riset yang mendalam. Dalam membuat buyer persona, Anda membutuhkan berbagai informasi. Yakni mengenai usia, gender, lokasi, minat, dan informasi lainnya mengenai user.

Anda bisa melakukan survei atau langsung melakukan wawancara terhadap mereka untuk menggali informasi ini.

2. Ketahui Customer Journey

Customer journey adalah cara bagaimana user menemukan atau bahkan membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan. Setelah membuat buyer persona secara otomatis akan semakin mudah dalam membuat content mapping.

Meski demikian, Anda harus memahami terlebih dahulu tingkah laku user dalam melakukan pembelian. Misalnya, user membeli produk lewat media sosial Instagram ataupun iklan dari billboard. Anda bisa mengetahui konten apa yang tepat untuk membimbing user dalam proses menemukan produk.

3. Analisis konten

Kemudian, Anda harus pahami terlebih dahulu kira-kira konten apa saja yang memiliki traffic tinggi. Pastikan Anda hanya sekedar membuat konten agar jumlahnya terlihat banyak. Namun, utamakan membuat konten yang memiliki potensi dalam mendongkrak kredibilitas Anda.

4. Susun Peta Konten

Apabila tiga hal tersebut terpenuhi, kini saatnya Anda untuk memetakan konten dengan teratur. Mulai dari segi buyer persona sampai kepada analisis konten.

Baca Juga : Apa itu Webinar? Pengertian, Manfaat dan Cara Kerjanya

Hal-hal yang Perlu Anda Perhatikan dalam Menyusun Content Mapping

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat menyusun content mapping. Antara lain adalah:

Baca Juga :  Business Analyst, Ini Job Desk dan Tanggung Jawabnya 

1. Awareness

Di tahap ini, calon customer Anda akan mencari konten yang membantu untuk mengidentifikasi masalah mereka. Mereka akan mencari konten yang dapat mengedukasi dan memberikan informasi tentang apa yang mereka butuhkan. 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus memberikan konten yang mereka cari, sehingga mereka dapat menemukan bisnis Anda sebagai jawaban yang tepat untuk persoalan mereka. 

Handal dalam menciptakan awareness adalah sebuah kunci sukses Anda menuju situs yang sukses. Yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat konten blog, membuat sesi tanya jawab, infografik, media sosial, dan berbayar.

2. Interest

Setelah ada prospek, mereka akan melanjutkan ke tahap minat, dengan mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan Anda, produk Anda, dan informasi bermanfaat yang disediakan oleh perusahaan Anda. Inilah kesempatan untuk mengembangkan hubungan dengan orang-orang di database. 

Yang perlu Anda lakukan adalah mempertahankan prospek melalui , mengadakan event, buletin, newsletter, dan lainnya.

3. Evaluation

Pada tahap ini, pembeli akan membuat keputusan akhir, apakah mereka akan membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan atau sebaliknya. Umumnya, bagian pemasaran dan penjualan akan berusaha memelihara proses pengambilan keputusan dan meyakinkan pembeli.

Agar Anda mendapatkan kepercayaan tersebut, maka lakukan , presentasi, membuat video edukasi tentang kelebihan produk atau layanan yang Anda tawarkan.

4. Purchase

Tahap akhir ini adalah ketika calon customer membuat keputusan final untuk membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan. Kemudian, statusnya berubah menjadi pelanggan. Pembeli akan memberikan rekomendasi pada calon klien lainnya, sehingga keempat proses ini terulang kembali.Demikian penjelasan lengkap mengenai content mapping serta tahapan dalam membuatnya. Perlu Anda ketahui, membuat pemetaan konten sangat penting untuk meraih hasil maksimal ke depannya, khususnya dalam dunia marketer.

[adv]