fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

Umum

Google Melacak Aktivitas? Apa Saja dan Kenapa

Taufik Nurhidayat

Percayakah Anda jika Google mungkin mengetahui tempat yang sering Anda kunjungi di akhir pekan? Ya itu benar, karena Google melacak setiap aktivitas yang Anda lakukan entah itu berselancar di internet, kemana saja Anda berpergian, seberapa lama Anda tinggal di suatu tempat dan banyak hal lainnya.

Bahkan bukan hal mustahil jika Google mengetahui berapa lama anda menggunakan smartphone ketika berada di kamar mandi. Agak mengerikan memang, tetapi semoga saja hal itu tidak benar-benar terjadi.

Apa Saja Yang dilacak Google?

Google melacak semua aktivitas yang Anda lakukan dengan produk mereka atau berkaitan dengan mereka, seperti pencarian, youtube dan chrome. Apakah sebatas itu saja? Tidak! Bahkan mereka melacak lokasi Anda, untuk lebih jelasnya mari kita bahas lebih dalam tentang apa saja yang Google Lacak.

Salah satu produk andalan Google yang paling sukses adalah Google Search. Merupakan search engine yang paling banyak digunakan dan situs paling banyak dikunjungi. Google akan menyimpan setiap riwayat yang anda cari dengan berbagai tujuan salah satunya membuat pengalaman pencarian lebih baik.

YouTube

Cobalah untuk melakukan pencarian di YouTube dengan akun yang berbeda, dan hasilnya juga akan berbeda. YouTube akan merekomendasikan konten yang menurut mereka mungkin saja Anda tertarik.

Karena YouTube adalah bagian dari Google maka data pelacakan tersebut juga akan digunakan untuk kepentingan perusahaan Google dan mitra mereka.

Lokasi di Google Maps dan Android

Ada banyak cara bagi Google untuk melacak lokasi Anda. Meskipun GPS telah dimatikan pada smartphone Android, Google masih dapat melacak lokasi dengan cara lain seperti bluetooth, tower data seluler dan wi-fi.

Google sendiri telah mengklaim bahwa mereka melacak lokasi Anda dengan menekankan untuk kepentingan layanan seperti iklan dan saran komunitas. Meski ada cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi data yang dikumpulkan dan lama durasi disimpan, namun pengumpulan informasi lokasi merupakan hal yang agak mengerikan.

Google Photos

Jangan terkejut, semua video dan foto yang anda unggah di platform Google juga akan di ekstrak datanya. Namun kabar baiknya, data tersebut tidak digunakan untuk personalisasi iklan.

Setiap foto yang diunggah akan diproses untuk pengenalan wajah dan objek sehingga foto tersebut dapat dikelompokkan secara efisien.

Google Assistan

Google mengklaim setiap perintah suara yang Anda berikan kepada Google Assistan akan disimpan, yang digunakan untuk personalisasi iklan serta rekomendasi konten terkait seperti YouTube atau pencarian google.

Browser Chrome

Siapa yang tidak kenal dengan browser satu ini? Minimal Anda pernah mendengarnya. Setiap situs web yang Anda jelajahi dengan browser chrome akan tersimpan di database google. Tentu saja data tersebut akan tersedia untuk kepentingan produk google lainya.

Situs Web yang Tertaut Google

Google Analytics adalah salah satu alat gratis yang digunakan untuk menganalisa situs web dan aplikasi, namun sebenarnya alat satu ini adalah pelacak aktivitas lintas internet. Menurut data yang kami peroleh dari SpreadPrivacy, Google Analytics digunakan pada 72.5% dari 75K situs web teratas.

Bahkan jika Anda tidak menggunakan produknya, google mampu melacak setiap aktivitas yang Anda lakukan di sebagian besar situs web.

Produk Lain Google

Kemungkinan besar semua produk google yang terhubung dengan internet akan disisipkan pelacak. Seperti salah satu layanan email gratis yaitu Gmail, semua email masuk dan keluar akan di analisa dan akhirnya disimpan di database google.

Kenapa Google Melacak Aktivitas?

Jika anda melihat iklan pada sebuah website, aplikasi maupun youtube, mungkin Anda akan merasa aneh karena iklan yang ditampilkan adalah apa yang anda pikirkan bahkan mungkin yang anda inginkan. Itu terjadi karena pengiklan menargetkan Anda dan tentu saja informasi dari target tersebut disediakan oleh perusahaan periklanan seperti Google. Namun bukan berarti informasi sensitif seperti nama, tanggal lahir, dan alamat dapat diakses oleh pengiklan.
Bukan hanya perusahaan raksasa Google saja, perusahaan lain seperti Meta (Facebook), Microsoft dan perusahaan teknologi lainya juga melakukan praktik yang sama. Dengan alasan yang mirip, informasi tersebut dikumpulkan untuk penargetan iklan berdasarkan pengguna.

Selain karena iklan, pelacakan juga dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sebuah bisnis dan dapat memantau kegunaan situs web atau aplikasi.

Bagaimana Cara Supaya tidak Dilacak Google

Mungkin Anda kesal dengan sistem pelacakan Google, dan ingin berhenti dari semua itu. Tetapi Anda tidak akan pernah bisa benar-benar menghindar dari pelacakan jika tetap menggunakan produk mereka. Namun Anda masih bisa mengurangi informasi yang akan diberikan kepada sistem pelacak Google. Apa saja itu?

Menggunakan VPN

Dengan menggunakan VPN, alamat IP dari perangkat yang digunakan akan disembunyikan dan juga terenkripsi. Meski alamat IP disembunyikan pelacak masih dapat mengakses informasi lainya sehingga menggunakan VPN tidak akan benar-benar menghentikan pelacakan, tetapi lebih baik menggunakannya dari pada tidak sama sekali.

Gunakan Plugin Anti Pelacakan

Mungkin Anda pernah menggunakan mode Incognito Browsing pada browser dan merasa aman dengan mode tersebut. Padahal mode tersebut hanya akan menghapus history dan cache yang bersifat lokal setelah sesi selesai saja. Mode tersebut tidak akan mencegah pelacakan berhenti mengumpulkan informasi.

Solusinya adalah menggunakan plugin anti pelacakan atau browser yang mendukung anti pelacakan secara default seperti Brave Browser.

Jangan Menggunakan Akun

Jika Anda melakukan pencarian dengan Google, maka jangan menggunakan akun google. Hal tersebut mencegah pelacakan mengidentifikasi Anda dari akun yang tertaut.

Penutup

Kita tidak akan benar-benar bisa menghentikan pelacakan Google, kecuali kita berhenti menggunakan produk mereka. Tetapi produk Google hampir ada dimana-mana, selain Google perusahaan teknologi lain juga melakukan hal serupa.

Tetap waspada mengenai privasi di internet dan jangan pernah memberikan informasi sensitif pada situs atau aplikasi yang tidak dapat dipercaya.

Baca Juga