fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

BusinessPanduan

Begini Cara Memulai Bisnis Sewa Kamera yang Cuan

Wiliam

Siapa sangka, usaha bisnis sewa menyewa belakangan kian diminati oleh banyak orang, karena cukup menguntungkan dengan modal tidak begitu besar. Salah satunya usaha sewa kamera, sangat cocok untuk Anda yang baru ingin memulai usaha.

Prospeknya terbilang tinggi, termasuk mereka yang menyukai semua hal berbau fotografi. Meski bisnis ini terlihat mudah, diperlukan persiapan yang matang dan ilmu bisnis yang cukup agar bisa menjalankannya dengan konsisten lho.

 Sebab tanpa pengetahuan mengenai seluk-beluk kamera, dan hal lain terkait usaha sewa menyewa maka kemungkinan besar Anda mengalami kerugian nantinya. Untuk itu, simak informasi berikut untuk mendapatkan insight terkait usaha sewa kamera. Berikut ini tips memulainya:

1. Tentukan Target Penjualan Anda

Langkah pertama yang harus dipersiapkan selain modal, yakni menentukan target penjualan. Dengan mengetahui konsumen anda bisa membantu untuk menyiapkan beberapa produk yang dibutuhkan, sistem pemasaran, serta strategi yang perlu diterapkan nantinya.

Karena tidak semua orang bisa memakai kamera, serta setiap orang memiliki skill Fotografi yang berbeda kak menentukan target penjualan ini bisa dilakukan secara spesifik kepada satu atau beberapa kalangan. Promosi serta strategi marketing yang diterapkan tentu berdasar pada target pasar anda.

Biasanya, peminat sewa kamera adalah anak mudah yang lagi senangnya jalan jalan. Anda bisa memulai promosi dengan memberikan penawaran terbaik serta paparkan keuntungan bisnis Anda.

2. Sediakan Beberapa Jenis Kamera

Menyiapkan kamera menjadi hal utama yang paling terutama sebelum memulai bisnis sewa menyewa. Pastikan Anda sudah memiliki satu atau dua unit yang bisa disewakan. Inilah yang menjadi modal awal anda agar bisa mendapatkan keuntungan.

Perlahan tapi pasti, ketika keuntungan sudah didapatkan setiap harinya mulailah menyediakan berbagai jenis kamera agar pelanggan memiliki banyak pilihan dengan kualitas gambar yang baik. Beragamnya produk kamera yang anda tawarkan membuat pelanggan lebih puas dan nyaman untuk menggunakan jasa yang Anda tawarkan.

3. Siapkan Modal Pendukung Lainnya

Selain kamera sebagai modal utama, anda perlu mempersiapkan serta menghitung modal penunjang bisnis sewa menyewa ini. Penting sekali untuk mengetahui berapa besaran modal yang diperlukan untuk memulai usaha hingga mendapatkan pelanggan.

Yang dibutuhkan tergolong lumayan, apalagi membeli kamera lebih dari satu pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu berbagai komponen pendukung lainnya seperti lensa, tas kamera, baterai, dan aksesoris lainnya perlu dilengkapi juga.

Catat secara detail semua nominal alat yang akan digunakan, sehingga lebih mudah mempertanyakan berapa anggaran yang harus dipersiapkan. Ketahui juga di mana sumber modal tersebut, entah itu memakai uang pribadi, bekerjasama dengan teman, berupa pinjaman dari pihak lain, atau mencari investor.

4. Memilih Lokasi Penyewaan

Setelah mempersiapkan beberapa langkah di atas selanjutnya memilih tempat yang strategis untuk penyewaan kamera. Pada dasarnya, proses sewa barang elektronik satu ini bisa dilakukan di rumah dan promosinya harus setiap hari. Tak masalah tidak menyewa ruko ataupun tempat terlebih dulu untuk memulai bisnis ini.

Bisa memulainya di rumah dan mempromosikan jasa sewa kepada teman teman atau pihak yang membutuhkan melalui sosial media. Tawarkan kepada mereka kamera sesuai dengan kebutuhan dan bila perlu beri layanan pengantaran dan keuntungan lain menggunakan bisnis Anda.

Jika dirasa rumah tidak begitu strategis, anda bisa mencari lokasi yang dekat dengan target pasar. Misalnya target pasar adalah mereka yang berusia muda, maka lokasi yang berada di sekitaran kampus atau sekolah menjadi pilihan tepat.

5. Tentukan Harga Sewa Kamera

Selanjutnya yang tak boleh dilewatkan yakni menentukan harga sewa sebelum akhirnya membiarkan kamera anda dipakai oleh orang lain. Harga ini tentu harus dipertimbangkan secara matang dan bisa bersaing dengan kompetitor di pasaran. Melakukan survei terlebih dahulu terkait harga sewa agar tidak mematok harga yang lebih tinggi ataupun lebih rendah.

Berikan keunggulan lain serta keuntungan yang bisa didapatkan pelanggan apabila menyewa kamera di tempat Anda. Pastikan itu tidak dimiliki oleh kompetitor lain sehingga calon penyewa tidak berpikir dua kali untuk transaksi dengan anda.

Modal, biaya operasional, biaya perawatan, menjadi pertimbangan utama menentukan harga sewa. Jangan sampai ada kerusakan yang tak terduga dan pelanggan bersangkutan tidak mau bertanggung jawab. Tetapkan peraturan sedari awal agar semua berjalan lancar.

6. Promosikan Bisnis Anda

Yang tak kalah penting saat bisnis sudah berjalan atau bahkan belum dimulai, lakukan promosi seefektif mungkin melalui berbagai sosial media. Ini dilakukan agar masyarakat bisa mengetahui layanan atau produk yang ditawarkan. Entah itu secara online maupun offline melalui selebaran dan lain sebagainya.

Takan kontak yang bisa dihubungi pada setiap iklan yang anda sebarkan. Agar calon pembeli bisa dengan mudah menghubungi apabila mereka membutuhkan. Jika perlu, di sosial media sertakan review atau testimoni pelanggan sebelumnya yang sudah merasakan keuntungan penyewaan jasa kamera Anda.

7. Mengasuransikan Kamera yang Disewakan

Terakhir, terkait tips memulai bisnis sewa kamera adalah jangan lupa mengasuransikan barang elektronik satu ini untuk menghindari resiko kerusakan ataupun hilang. Terlebih saat ini ada banyak sekali produk asuransi yang bisa digunakan untuk melindungi aset berupa barang elektronik.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, berikan aturan dan syarat kepada calon penyewa apabila ada kejadian atau kerusakan tak terduga setelah pemakaian. 

Jangan lupa meminta identitas penyewa saat mereka akan menggunakan kamera Anda, dengan begitu mudah melacak jika terjadi sesuatu di luar dugaan seperti misalnya membawa lari kamera yang disewakan tadi.

Anda juga bisa menerapkan sistem DP, agar transaksi berjalan lancar dan meminimalisir kecurangan pelanggan.

Baca Juga