fbpx

Daftar Cloud Depa by Dewabiz - Dapatkan Saldo Gratis Secara Cuma Cuma!

Tips & TrikPanduanPengetahuan

Mengenal Cybersquatting Dan Cara Pencegahannya

Yanti puspita

Hai semua! Dalam dunia digital yang semakin maju, sebagai pelaku bisnis Anda perlu mengenal cybersquatting untuk terus waspada terhadap ancaman yang mungkin mengintai bisnis Anda.

Cybersquatting ini merupakan sebuah praktik tidak etis yang bisa merugikan bisnis dan merusak reputasi brand yang telah Anda bangun dengan susah payah.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, Anda akan mengenal cybersquatting, bagaimana cara pencegahannya serta tipe dari cybersquatting itu sendiri. Mari simak artikel ini dengan seksama untuk melindungi bisnis Anda dari ancaman tersebut.

Mengenal Cybersquatting, Cara Pencegahan Dan Tipe-Tipenya

Saat sedang menjalankan bisnis, salah satu hal yang perlu di perhatikan adalah pembuatan website. Untuk membuat website ini, Anda tentunya harus membuat nama domain yang sesuai.

Domain ini menjadi sangat penting karena dapat mempresentasikan konsistensi Anda dalam membangun brand bisnis Anda.

Tapi tahukah Anda bahwa ada sebuah kejahatan bernama cybersquatting yang membeli domain mirip dengan nama brand Anda.

Hal tersebut tentu bisa menjadi ancaman ketika Anda telah membangun bisnis Anda. Dengan demikian, pada artikel ini akan di bahas pembahasan untuk mengenal cybersquatting, hal-hal yang bisa di lakukan untuk mencegahnya dan tipe cybersquatting.

Pengertian Cybersquatting

Mengenal Cybersquatting, atau yang di sebut juga sebagai domain squatting, merupakan tindakan penyalahgunaan merek dengan cara mendaftarkan dan menjual.

Menggunakan nama domain dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari nama merek bisnis orang lain.

Misalnya, jika sebuah bisnis menggunakan nama merek “Aldi” dengan alamat website resmi Aldi.com.

Pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mendaftarkan domain TokoAldi.com dan meniru tampilan website asli, sehingga konsumen percaya bahwa itu adalah situs resmi.

Selain itu, pelaku cybersquatting juga dapat menciptakan konten yang merugikan reputasi bisnis tersebut.

Pelaku cybersquatting memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, seperti menjual hak atas domain tersebut kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang. Meskipun ada berbagai tujuan yang mungkin dimiliki oleh pelaku cybersquatting, namun akibatnya tetap negatif dan dapat merusak suatu bisnis.

Cara Mencegah Cybersquatting

Setelah mengenal cybersquatting, Anda perlu untuk melindungi bisnis dari cybersquatting ini, terdapat beberapa langkah yang dapat di ambil, berikut beberapa di antaranya.

Perlindungan Hukum

Setelah mengenal cybersquatting, penting untuk memahami sistem hukum yang berlaku agar Anda dapat memperoleh perlindungan hukum terhadap domain yang Anda miliki.

Di Indonesia, ada pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang dapat digunakan sebagai dasar penindakan terhadap cybersquatting.

Beli Tld (Top Level Domain) Yang Lebih Banyak

Untuk mengurangi risiko cybersquatting, Anda dapat membeli berbagai jenis TLD yang populer seperti .com, .org, .net, .co.uk, dan sebagainya.

Hal ini dapat meminimalkan kemungkinan cybersquatter menggunakan domain dengan nama merek Anda.

Daftarkan Merek Anda Secepat Mungkin

Penting untuk mendaftarkan merek bisnis Anda agar orang lain tidak dapat mendaftarkannya. Dengan pendaftaran merek, Anda akan memiliki perlindungan hukum dan dapat menghindari berbagai masalah yang mungkin timbul.

Gunakan Perangkat Anti-Cybersquatting

Saat ini, setelah mengenal cybersquatting Anda bisa menggunakan perangkat lunak dan alat bantu yang di rancang untuk membantu pemilik bisnis dalam memitigasi cybersquatting.

Perangkat tersebut dapat mendeteksi dan melaporkan domain palsu yang dapat merugikan bisnis Anda.

Perhatikan Tanggal Kadaluwarsa Domain

Pastikan untuk selalu memantau tanggal kadaluwarsa domain Anda agar menghindari penyalahgunaan oleh cybersquatter.

Penyedia layanan hosting yang terpercaya biasanya akan memberi tahu Anda tentang tanggal kadaluwarsa domain.

Dengan mengenal cybersquatting dan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat melindungi merek bisnis Anda dari praktik cybersquatting yang merugikan.

Kesadaran dan tindakan proaktif dalam menjaga keamanan merek dan domain adalah langkah yang sangat penting dalam menghadapi ancaman cybersquat.

Tipe-Tipe Cybersquatting

Usai mengenal Cybersquatting dan cara mencegahnya, Anda juga perlu tahu bahwa Cybersquatting memiliki beberapa tipe. Berikut adalah beberapa di antaranya,

TLDs Exploitation Cybersquatting

Mengenal Cybersquatting tipe TLD yang terdapat lebih dari 2.000 di pasaran. Perusahaan besar seperti Microsoft, Amazon, dan Facebook menggunakan berbagai varian TLD untuk melindungi merek mereka.

Namun, perusahaan kecil seringkali tidak memperhatikan varian TLD ini. Cybersquatter memanfaatkan kesempatan ini dengan mendaftarkan domain bisnis yang populer dengan TLD yang berbeda, demi keuntungan pribadi.

Typosquatting

Mengenal Cybersquatting tipe Typosquatting yang merupakan salah satu bentuk cybersquatting yang sering terjadi.

Para cybersquatter menciptakan nama domain dengan ejaan yang sedikit berbeda dari nama domain bisnis yang populer. Mereka menggunakan strategi ini untuk menarik pengunjung yang melakukan kesalahan pengetikan dalam mengetikkan nama domain.

Karena situs-situs web populer dikunjungi oleh jutaan orang, kesalahan pengetikan tersebut bisa mengarahkan pengunjung ke situs palsu yang dibuat oleh cybersquatter.

Look-alike Domain Cybersquatting

Mengenal Cybersquatting tipe Look-alike Domain Cybersquatting yang umumnya membeli domain yang mirip dengan versi aslinya namun di tambahkan beberapa karakter lain.

Contohnya, mereka dapat menambahkan karakter seperti amazon-site.com, amazonshopping.com, Ama-zon . com, dan sebagainya.

Mereka juga bisa mengulang kata dalam domain, seperti foxbusiness.com yang mirip dengan businessfox.com. Strategi ini bertujuan untuk menipu pengunjung yang salah mengetikkan nama domain.

Gripes Sites Cybersquatting

Tidak semua cybersquatter hanya berfokus pada keuntungan finansial semata. Beberapa di antaranya memiliki tujuan lain, seperti:

  • Menghancurkan reputasi bisnis tertentu
  • Balas dendam pribadi
  • Mendukung tujuan politik atau keyakinan tertentu
  • Menghina atau mencemooh visi dan misi suatu bisnis

Celebrity Name Cybersquatting

Mengenal Cybersquatting tipe Celebrity Name Cybersquatting yang sering membeli domain dengan nama selebriti bahkan sebelum selebriti tersebut membuat website resmi nya sendiri.

Mereka bahkan bisa membeli domain yang mirip dengan nama selebriti yang sudah memiliki website.

Tindakan ini dimotivasi oleh keinginan untuk mengumpulkan lalu lintas pengunjung dengan memanfaatkan popularitas selebriti tersebut.

Cybersquatter dapat menghasilkan pendapatan dari pihak ketiga yang ingin memasang iklan di situs web tersebut atau menjual merchandise dengan menggunakan citra merek selebriti tersebut.

Misleading Subdomain Cybersquatting

Mengenal Cybersquatting tipe Misleading Subdomain Cybersquatting yang dapat membagi domain menjadi dua bagian dan menambahkan subdomain untuk menipu orang-orang.

Misalnya, dari alamat website www.britannica.com, mereka dapat membaginya menjadi britan dan nica. Kemudian, mereka menggunakan nica.com sebagai domain utama dan britain.nica.com sebagai subdomain palsu.

Hal ini memungkinkan cybers quatter untuk memanfaatkan nama domain subdomain yang terlihat mirip dengan nama domain besar dan terkenal seperti Facebook.

Meskipun mereka tidak dapat membeli domain utama, mereka dapat menggunakan subdomain palsu untuk menciptakan kesan yang menyesatkan.

Homograph Attacks

Mengenal Cybersquatting tipe Homograph attacks yang menggunakan punycode untuk mengubah domain biasa yang terdiri dari angka, huruf, atau karakter khusus menjadi domain yang terlihat legal.

Sebagai contoh, cybersquatter bisa membeli domain “аррӏе.com” yang, setelah dikonversi, terlihat identik dengan “apple.com” di bilah URL.

Meskipun demikian, browser seperti Chrome atau Internet Explorer telah memiliki mekanisme keamanan yang dapat mendeteksi domain homografik dan memberikan peringatan ketika mengunjungi situs palsu.

Expiration Date Exploitation Cybersquatting

Mengenal Cybersquatting tipe Expiration Date Exploitation yang memantau domain-target yang mereka inginkan dan mencari tahu kapan tanggal kadaluarsa domain tersebut.

Jika pemilik domain gagal memperbarui nama domain tepat waktu, cybersquatter dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan membeli domain yang sama.

Biasanya, perusahaan besar jarang menghadapi masalah ini karena mereka menerima pemberitahuan tentang tanggal kadaluarsa. Namun, perusahaan kecil mungkin lebih rentan terhadap serangan ini.

Dalam menjalankan bisnis, perlindungan terhadap ancaman cybersquatting adalah langkah yang tak boleh diabaikan.

Dengan mengenal cybersquatting dan mengenal tindakan pencegahannya, Anda dapat melindungi nama domain dan reputasi bisnis Anda dari penipuan dan penyalahgunaan.

Baca Juga