fbpx

Apa itu Startup dan Ciri-Cirinya

adalah jenis yang sering juga disebut sebagai perusahaan rintisan. Istilah startup sendiri semakin populer di Indonesia, khususnya di kalangan anak-anak muda. Hal ini didukung dengan program pemerintah bertajuk 1000 Startup yang bertujuan untuk menyuburkan ekosistem startup di Indonesia.

Walaupun istilah startup sudah sangat familiar dan didengungkan di berbagai media, tidak banyak yang benar-benar memahami apa itu startup. Banyak yang mengira bahwa yang dimaksud dengan startup adalah perusahaan baru berbasis , apapun bidang bisnisnya dan bagaimanapun keadaannya.

Ini adalah pemahaman yang keliru. ini akan meluruskan pemahaman Anda mengenai startup, lengkap dengan ciri-ciri dan tingkatannya.

Apa itu Startup?

Diliput dari Comma, Startup adalah perusahaan yang masih dalam tahap rintisan dan pengembangan. Pada fase startup, perusahaan masih berfokus pada 3 tugas besar, yaitu:

  1. Mematangkan barang atau jasa penulis artikel blog yang dijual.
  2. Menemukan target pasar yang tepat.
  3. Memperkenalkan , barang dan jasa ke pasar.

Jadi, pengertian startup adalah perusahaan yang masih berupaya memapankan posisinya di pasar. Tahap ini sering juga disebut sebagai penetrasi.

Syarat terbentuknya startup sendiri ada 3, yaitu:

  1. Founder: pendiri startup yang menemukan ide bisnis.
  2. Investor: pemberi dana agar ide bisnis founder dapat dieksekusi.
  3. Produk: barang atau jasa yang akan dijual.

Setelah tiga syarat di atas terpenuhi, maka sebuah perusahaan secara otomatis termasuk dalam kategori startup. Langkah selanjutnya adalah mematangkan internal (produk/jasa, sistem operasional, karakter brand, dll) dan eksternal (target pasar, kompetitor, strategi , dll).

Ciri-ciri Startup

Walaupun startup adalah perusahaan rintisan, tidak semua rintisan dapat disebut sebagai startup. Ada ciri-ciri khusus yang membedakan startup dari bisnis konvensional. Beberapa ciri-ciri startup adalah:

  1. Usia perusahaan di bawah 3 tahun.
  2. Jumlah pegawai di bawah 20 orang.
  3. Pendapatan kurang dari 100.000 USD per tahun.
  4. Masih dalam tahap pengembangan produk dan penentuan pasar.
  5. Mengandalkan teknologi modern, terutama dan mobile.
Baca Juga :  Perbedaan Shared Hosting dan Dedicated Server, Pemula Wajib Tahu

Jika semua perusahaan memenuhi kriteria di atas, maka perusahaan tersebut dapat digolongkan sebagai startup.

[adv]