Umum

Tahukah Anda Dengan LiteSpeed Web Server?

Dewabiz
January 3, 2019
Tahukah Anda Dengan LiteSpeed Web Server?
Tahukah Anda Dengan LiteSpeed Web Server?


LiteSpeed Web Server- Hari-hari ini menjadi sebuah perbimbangan didunia internet, karena LiteSpeed menjadi sebuah pertimbangan dikalangan pengguna internet marketing. Dan katanya LiteSpeed ini bisa berdaya saing dengan Apache yang sudah digunakan 4 juta orang di seluruh dunia. Dan lebih manariknya lagi LiteSpeed mempunyai performa yang lebih cepat dari Apache.

Gimana sobat, sudah penasarankah dengan LiteSpeed Web Server? Jika benar ayo kita bahas sama-sama di artikel kali ini, simak dengan baik-baik sampai akhir.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang LiteSpeed Web Server dengan keunggulan dan fitur-fitur apa saja yang dimiliki oleh LiteSpeed itu. Dan disini juga kami akan membahas sedikit tentang bagaimana perbandingan LiteSpeed dan Apache, jadi anda nanti bisa menilainya dengan pemikiran masing-masing.

Oke langsung saja mari kita masuk ke pembahasan yang pertama yaitu :


Tentang LiteSpeed Web Server

LiteSpeed Web Server merupakan server web yang mempunyai kinerja tinggi serta dengan pengelolaan oleh teknologi LiteSpeed. Teknologi LiteSpeed ini dapat menggantikan Apache Web Server dengan tidak usah mengubah konfigurasi, program, atau detail sistem operasi yang sudah ada, bahkan tanpa perlu merusak apapun.

Dengan demikian, LiteSpeed Web Server bisa melakukan dengan baik untuk menambah kecepatan situs web dengan berbagai fitur-fitur yang banyak, lengkap serta administrasi webs pada dashbord yang mudah digunakan. Membantu Anda untuk membangun infrastruktur situs web yang efektif dan handal itu bisa dilakukan oleh LiteSpeed.

Teknologi terbaru ini akan memanjakan kita dengan berbagai fitur-fitur yang diberikannya bagi penggunannya, bisa jadi dengan menggunakan LiteSpeed setiap orang akan mudah membangun situ web mereka dengan handal. Fitur-fitur Yang ada di LiteSpeed

Diatas kita sudah membahas apa itu LiteSpeed dan pengertiannya, dan sini kita akan mengenal tentang fitur-fitur yang diberikan oleh LiteSpeed

Dalam skala kecepatan dan kestabilan LiteSpeed memiliki kinerja yang unggul untuk menangai beban yang diberikan. Dalam penyajiak konten PHP, LiteSpeed Web Server memiliki kinerja yang lebih canggih dibandingkan dengan Apache Web Server.

LiteSpeed Web Server juga sangat bagus serta ideal digunakan untuk beberapa CMS seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan lain sebagainya.

Nah, dibawah ini ada fitur-fitur yang disajikan oleh LiteSpeed yakni diantaranya adalah..

Server APIs

Anda pernah mendengar tentang Server APIs, bagi sebagian orang tidak asing lagi dengan ini, namun bagi para pemula memang ini nama yang aneh dan asing sekali.
LiteSpeed Web Server mendukung beberapa API server untuk melaksanakan komunikasi tiap web server pada aplikasi eksternal yang digunakan. Aplikasi eksternal seperti PHP, Ruby, dan Python dengan performa yang efisien.

Sistem Operasi

LiteSpeed Web Server mempunyai Sistem Operasi yang dapat berjalan pada beberapa sistem operasi, diantaranya Linux, FreeBSD, Mac OSX, dan Solaris. Kamu bisa memilih sistem operasi mana yang memang kamu suka.

GZIP Compression

Fitur gzip compression ‘kompresi gzip’ pada LiteSpeed Web Server memungkinkan kita untuk bisa menghemat bandwidth dengan mengecilkan ukuran file yang dikirimkan kepada client.
Fitur gzip compression bisa menghemat dan mempercepat laju situs web kita, karena setipa file bisa jadi di compres terlebih dahulu.

Control Panels

Control Panels yang digunakan oleh apache itu kan bekerja baik dengan LiteSpeed. pengguanan plugin yang untuk cPanel, Plesk, dan DirectAdmin. Karena dengan Plugin ini memungkinkan kamu untuk mengontrol fungsi web server yang saat ini sudah ada dari panel tersebut.


Konfigurasi File Apache

LiteSpeed Web Server telah didesain untuk dapat menonaktifkan file httpd.conf dan .htaccess. Kamu tidak mesti mengerjakan konfigurasi ulang saat beralih ke LiteSpeed. LiteSpeed Web Server dapat menggunakan dengan penataan yang sudah anda punya serta memprosesnya memakai event-driven architecture.
Jadi bila kamu ingin pindah ke LiteSpeed tidak bakal repot sebab LiteSpeed dapat mengikuti penataan yang sudah anda punya serta proses.

LiteSpeed Web Server sudah didesain untuk bisa menonaktifkan file httpd.conf dan .htaccess. Kamu tidak harus melakukan konfigurasi ulang saat berpindah ke LiteSpeed. LiteSpeed Web Server bisa menggunakan dengan pengaturan yang sudah kamu punya serta memprosesnya menggunakan event-driven architecture.
Jadi jika anda ingin pindah ke LiteSpeed tidak akan repot karena LiteSpeed bisa mengikuti pengaturan yang sudah kamu punya serta proses.

Mendukung Penuh .htaccess

LiteSpeed Web Server bisa membaca file .htaccess secara otomatis, namun memprosesnya menggunakan sistem cache .htaccess.

SSL Acceleration

Dengan menggunakan SSL acceleration untuk mengirimkan page HTTPS LiteSpeed bisa tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan Apache dan pengiriman page HTTPS nya.

Modul Apache

Kompetibel dengan semua core apache modul bagi LiteSpeed, termasuk mod_rewrite, mod_security, mod_include, dan mod_cache.

Concurrent Connections
Concurrent connections LiteSpeed Apa Sih?

Dengan menggunakan event-driven architecture LiteSpeed Server bisa memungkinkan untuk melayani ratusan sampai dengan ribuan concurrent connections ‘koneksi serentak’. Dengan perbandingan Apache, di dalam Apache RAMnya akan habis lama sebelum dapat melayani koneksi serentak yang cukup banyak. Jadi bisa dibilang LiteSpeed sudah lebih unggul dari Apache karena bisa melayani koneksi serentak. Wow Kan?

Pada Konten Statis Kinerjanya Tinggi

Pengggunaan event-driven architecture LiteSpeed Server bisa memungkinkan untuk mengelola permintaan statis lebih cepat daripada Apache. Bahkan LiteSpeed bisa dibilang mengklaim lebih cepat 10x pada trafik yang lebih tinggi. Fantastic?

Koneksi dan Pembatasan Bandwidth

LiteSpeed Web Server sudah mempunyai koneksi per-IP, permintaan (request), dan bandwidth throttling. Dengan menggunakan fitur custom ini, IP yang membuat terlalu banyaknya koneksi dan permintaan atau meminta terlalu banyaknya bandwith maka akan terkunci dan menghentikan penyerang sebelum mereka mau masuk ke server.

Kompatibel Dengan CageFS

CloudLinux bisa terhubung dengan teknologi LiteSpeed, sehingga dapat mendukung sistem operasi yang banyak digunakan oleh industri share hosting.

Proteksi Brute Force untuk wp-login.php

Seperti penyerang yang terkadang menargetkan wp-login.php dan halaman xmlrpc.php melalui POST dan berpotensi membuat server down atau overload. Selama penyerang menggunakan brute force, mereka mencoba untuk bisa mendapatkan akses ke dalam website dengan menggunakan username dan password secara acak dan berulang. Ini mencakup sistem yang menggunakan WordPress shared hosting pada serangan brute force yang sangat besar.

Ternyata fitur-fitur diatas hanya sebagaiannya saja, masih banyak fitur yang di dapata dari LiteSpeed Server ini seperti PHP Selector, Node.js Selector, Lightweight Virtual Environment (LVE), dan lain sebagainya.


Perbandingan Antara LiteSpeed Web Server Dengan Apache Web Server


Web Server LiteSpeed

LiteSpeed ini banyak dikenal sejak mereka dapat menangani concurrent connections ‘koneksi serentak’ sekalipun menggunakan memori yang kecil. LiteSpeed mengenalkan dirinya sebagai web server yang dapat membaca file konfigurasi Apache. Jadi apabila pengguna apache sekalipun ingin pindah ke LiteSpeed tidak perlu lagi mengkonfigurasi ulang.
Ternyata, LiteSpeed Web Server ini muncul dan dikenal sekitar 7 tahun setelah apache dikenalkan.

Apache Web Server

Pada saat itu Apache sukses menjadi web server yang stabil dan aman. Bisa dibilang bahwa Apache menjadi web server yang paling fleksibel serta serbaguna karena kemampuannya bisa memuat komponen. Fitur ketersediaannya yang sepenuhnya gratis itulah yang paling berharga dari Apache. Dan Apache dikenalkan sejak tahun 1995 untuk pengembangan situs web.

Bagikan Artikel Ini