fbpx

Mengenal Saas, Paas, dan Iaas Dalam Cloud Computing

Pernah dengar soal cloud computing? Nah, seberapa akrab Anda dengan istilah Saas, Paas, dan Iaas? 

Bicara tentang komputasi awan (cloud computing), tentu tak bisa dilepaskan dengan ketiga istilah keren di atas. Kali ini biar bantu jelasin dan contoh Iaas, Saas, dan Paas ya. Yuk, simak di bawah ini.

Sejumput Informasi Cloud Computing 

Sebelum membahas 3 hal tersebut, baiknya Anda mengingat kembali apa itu cloud computing. Komputasi awan atau yang biasa disebut cloud computing adalah pengiriman sumber daya IT melalui yang disesuaikan dengan permintaan. 

Bagi yang bingung, cloud computing bisa diibaratkan seperti jaringan listrik. Saat Anda butuh listrik, apa Anda harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak, selain mahal biayanya, hal ini memerlukan keterlibatan pihak yang ‘mengerti’ alias para ahli. 

Solusinya, Anda bisa menghubungi PLN sebagai penyedia layanan untuk menyambungkan rumah Anda dengan jaringan listrik. 

Begitulah, cloud computing membantu Anda mengakses layanan tanpa membuat Anda ribet dan merogoh kocek terlalu dalam. Pematokan harga biasanya disesuaikan dengan pemakaian atau istilahnya as you go.

Layanan cloud computing terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu Saas, Paas, dan Iaas. Melalui 3 model ini, Anda bisa mengakses komputasi daya, database, penyimpanan, dan lainnya dari vendor / penyedia cloud, sesuai kebutuhan Anda.

Pengertian Saas (Software as a service) 

Saas atau Software as a service merupakan layanan yang menawarkan . Aplikasi atau software tersebut dijalankan dan dikelola oleh penyedia layanan. Anda bisa mengaksesnya dari berbagai perangkat selama tersambung internet. 

Baca Juga :  Cara Submit Sitemap di Google Search Console

Anda tidak perlu memikirkan bagaimana caranya merawat aplikasi atau mengelola infrastruktur dasar. Cukup pahami saja bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut. Normalnya, aplikasi ini tersedia dalam bentuk . Anda bisa menggunakannya tanpa harus membeli lisensi yang relatif mahal.  

Contoh Saas

Beberapa contoh Saas : Dropbox, G Suite, Cisco Webex, SAP Concur, Adobe Creative Cloud, Office 365, dll

Pengertian Paas (Platform as a service)

Paas atau Platform as a service  merupakan layanan yang menekankan pada penyediaan platform untuk mengoperasikan software dan sistem secara lebih cepat dan lebih mudah.

Paas adalah pilihan yang baik untuk Anda yang ingin membangun aplikasi dan skema database sendiri, tapi tidak mau ribet dengan networking, runtime, OS, storage, servers, virtualizations, dan middleware. 

Contoh Paas 

Beberapa contoh Paas : VMWare, AWS, Windows Azure, Google App Engine, Force.com, Openshift, Heroku, dll 

Pengertian Iaas (Infrastructure as a service)

Iaas atau Infrastructure as a service adalah layanan yang memungkinkan Anda untuk menyewa infrastruktur IT, seperti prosesor, RAM, dan penyimpanan yang sudah tervirtualisasi. 

Tapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi ataupun aplikasi di atasnya. Anda lah yang mengatur sistem operasi, aplikasi, dan konfigurasi lainnya. 

Iaas menjadi pilihan tepat kalau Anda merasa konfigurasi yang disediakan Paas tidak sesuai dengan keinginan. Saat Anda ingin menggunakan aplikasi yang membutuhkan konfigurasi yang unik. 

Anda bisa menyewa layanan ini sesuai kebutuhan. Biasanya, para penyedia layanan menawarkan layanan model Iaas dalam bentuk (Virtual Private Server). 

Baca Juga : VPS Super Compute High Performance SSD Enterprise

Memilih Iaas, Anda bisa memperoleh tingkat fleksibilitas dan kontrol pengelolaan tertinggi atas sumber daya IT. Penyedia layanan hanya bertanggung jawab untuk networking, storage, servers, dan virtualization. 

Baca Juga :  Simak Fitur-Fitur WordPress di Bawah ini, Lengkap dengan Penjelesannya!

Contoh Iaas

Beberapa contoh Iaas : Microsoft Azure, Linode, DigitalOcean, AWS, Cisco Metacloud, Google Compute Engine, Rackspace, dll

Perbedaan Saas, Paas, Iaas, dan On-Premises

Ilustrasi Contoh Iaas

Itulah pengertian dan perbedaan Saas, Paas, dan Iaas dalam cloud computing disertai contoh-contohnya. Melalui tiga layanan di atas, Anda bisa membebaskan diri dari kesibukan menyiapkan stack sepenuhnya sendiri (on-premises). 

Dengan begitu, Anda terhindar dari pemborosan waktu, tenaga, dan cost. Kapan mau coba? 

Baca Juga : Cara Ganti Password Cloud VPS Dengan Mudah