fbpx

Macam-macam Web Server, dari Open Source hingga Berbayar

Macam-macam ada banyak, mulai dari yang open-source alias gratis hingga yang mengharuskan Anda rogoh kocek. Pada dasarnya perangkat web terdapat dua bagian, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Namun artikel ini berfokus membahas tentang software web server, yaitu perangkat lunaknya saja.

Apa  Itu Web Server?

Macam-macam web server

Sebelum membaca lebih jauh, mungkin ada di antara dari Anda yang belum memahami apa itu web server. Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi sebagai pengelola permintaan informasi dari web .

Web server ada banyak macamnya. Apa saja macam-macam web server beserta kelebihan dan kekurangannya? Simak detailnya berikut ini.

1. Apache HTTP Server

Apache adalah contoh web server pertama yang open source. Apache merupakan web server karya pengembang software bernama Robert McCool. Sejak rilis tahun 1995 hingga tahun 2020-an, sebanyak 30% lebih konten di menggunakan web server ini.

Karena banyak penggunanya, menjadikan Apache memiliki komunitas yang besar. Sehingga ketika ada permasalahan, mudah untuk menemukan informasi atau solusi. Selain itu, Apache memiliki user experience yang mudah.

Kekurangannya adalah, ketika sebuah menerima traffic yang tinggi, kadang terjadi penurunan performa. Selain itu, Apache juga memiliki opsi konfigurasi yang lumayan banyak, sehingga keamanannya rentan terhadap serangan DoS.

2. Sun Java System Web Server

Sun Java System Web Server adalah web server open-source yang mudah dalam menggunakan. Pasalnya, consol browser web bisa mengatur web server. Dengan tampilan visual atau Graphical User Interface (GUI)-nya yang bersih membuat mudah digunakan untuk konfigurasi, mengatur, dan memonitor web server.

Baca Juga :  Cara Memilih Domain yang Baik untuk Sekolah

Meski memiliki kelebihan seperti di atas, Sun Java tidak luput dari kekurangan. Web server ini memiliki komunitas yang sedikit. Selain itu, file jenis log atau yang memiliki sistem mudah ditembus oleh hacker.

3. NginX Server

NginX adalah web server software yang berguna untuk reverse , chache, dan penyeimbang muatan. Beberapa perusahaan ternama seperti Autodesk, GitLab, , LinkedIn, hingga Facebook menggunakan NginX. Berdasarkan statistik Web Technology Surveys, pengguna Nginx adalah 33.2% dari seluruh website.

Selain karena open-source, NginX juga memiliki kinerja tinggi, stabilitas yang bagus, penggunaan resource yang tidak terlalu tinggi, serta konfigurasi mudah.

4. Litespeed

Jika membandingkan dengan Apache, Anda akan mengetahui bahwa performa Litespeed enam kali lebih cepat. Selain itu, ada fitur anti Distributed Denial of Service (DdoS). DdoS merupakan serangan hacker dengan membanjiri traffic server, sistem atau jaringan. Sehingga server tidak bisa melayari request informasi lagi.

Selain kemampuannya mengelola php baik yang statis maupun dinamis, Litespeed juga kompatibel dengan format dokumen .htaccess.

5. Internet Information Services (IIS)

Contoh web server yang berbayar alias tidak gratis adalah Internet Information Services. Web server ini merupakan besutan dari microsoft dan digunakan pada sistem operasi (OS) windows.

Kelebihannya adalah mendukung bahasa .net, di mana bahasa ini hanya bisa dibaca di IIS. Selain itu,  ada fitur bandwidth throttling yang dapat mencegah menggunakan bandwidth berlebihan, memiliki isolasi resource gunanya ketika sebuah website rusak, tidak berdampak pada yang lainnya.

Kekurangan pertama yang perlu Anda ketahui adalah web server ini tidak gratis. Web server ini hanya dapat digunakan di OS windows, perlu resource server yang besar, keamanan server masih rentan karena sistem password mudah di-hack, sehingga rawan terkena hack.

Itulah macam-macam web server yang perlu Anda ketahui. Mulai dari yang open source hingga yang berbayar. Jika ingin kemudahan dalam konsultasi tentang web server, Anda bisa langsung berhubungan dengan DewaBiz dan memilih web server paling cocok.

Baca Juga :  5 Cara Mudah Memperbaiki Adsense Yang Ditolak