Panduan Menggunakan VPS (Virtual Private Server) Bagian 1

Virtual Private Server (VPS) dalam proses update dari share hosting tidak sesulit yang Anda pikirkan. Akan tetapi, dalam langkah memakai VPS, mungkin buat beberapa orang berasa susah, apalagi Anda belum juga familiar pada command line.
Kenapa VPS Baru Mesti Dikonfigurasikan?

Umumnya, saat Anda mendaftarkan buat beli paket hosting yang dasar, provider akan meng aktifkan semua software yang dibutuhkan. Secara singkat, Anda sendiri tinggal ‘terima jadi’. Pada shared hosting, contohnya, Anda mendapatkan akses pada control panel account dengan cepat sesudah Anda sukses mendaftarkan serta membuat account:

Pada control panel hosting, Anda akan mendapatkan bermacam pilihan yang diperlukan dalam mengonfigurasi account. Namun, Anda tidak mempunyai hak atau bahkan juga kontrol penuh pada penyusunan server. Itu semua karena Anda berbagi dalam server atau mesin yang sama juga dengan user lainnya.

Akan tetapi, pemakaian server dengan berbarengan seperti yang berlangsung pada shared hosting tak kan Anda dapatkan dalam VPS. Virtual Private Server memberi Anda kebebasan untuk mengurus serta mengatur server. Semua buat Anda, tak perlu berbagi kepada user lainnya. Provider hosting cuma akan setup softaware dasar buat server, contohnya Apache atau Nginx, serta bekasnya diurus oleh Anda sendiri. Itu semua karena ada banyak tingkatan atau langkah yang perlu Anda kerjakan lebih dulu sebelum VPS ‘siap’ dipakai:

  • Memastikan kapan semestinya Anda memakai VPS.
  • Membuat koneksi pada VPS serta issue command.
  • Meng-install software baru serta lakukan up-date (pembaharuan).
  • Mengonfigurasikan account user baru (bila dibutuhkan).
  • Setup atau aktifkan firewall.

Bicara masalah issue commands, maka terlihat sama dengan gambar berikut ini:

Alih-alih Graphical User Interface (GUI), untuk berhubungan dengan VPS, biasanya Anda akan memakai command line. Sebelumnya Anda akan terasa susah saat memakai command line. Akan tetapi, makin lama, dengan perlahan-lahan, Anda akan terlatih dengan pemakaian baris perintah itu, ditambah lagi jika Anda rajin mencari info tentang command yang benar serta pas dan mengikuti beberapa panduan simpel yang diketemukan pada internet.

Sebetulnya, Anda dapat juga tersambung dengan server memakai GUI. Tinggal setup saja pada control panel hosting. Akan tetapi, cara ini tak kan kami ulas . pemanfaatan command line telah menjadi pilihan yang pas serta efektif. Selain itu, memakai command simpel akan mengajari Anda beberapa hal mengenai manajemen server, yang tentunya akan bermanfaat bersamaan dengan perkembangan pada situs web anda.

Langkah untuk Mengonfigurasi VPS Baru

Login pada VPS dengan melalui Secure Shell (SSH) Access

Tidak hanya browser, ada banyak pilihan yang dapat Anda pakai supaya tersambung ke situs web. contoh, dengan File Transfer Protocol (FTP), Anda dapat mengupload, mengunduh, serta mengeditnya file pada server:

Walau FTP dapat begitu bermanfaat dalam membuat suatu koneksi antara anda dengan situs web, Tetap juga aplikasi ini tidak sangat mungkin Anda dalam membuat dan mengirim command ke server. Oleh karena itu, dalam masalah ini, Anda memerlukan Secure Shell (SSH) access, salah satunya type protokol yang menyiapkan akses buat Anda dalam mengaktifkan pada server.

Sesudah sukses tersambung pada server lewat SSH, jadi Anda dapat membuat serta mengirim command. SSH diketahui dapat membuat sistem keamanannya yang terjamin. Itu semua karena SSH memberikan enkripsi yang kuat dan protokol buat otentikasi.
Sesudah sukses membuat account dan beli paket VPS, jadi Anda akan mendapatkan info berbentuk:

  • Alamat IP server
  • Username (umumnya root)
  • Password untuk account root Anda

Account root (atau superuser) ialah user yang mempunyai hak (privilege) serta akses penuh dalam satu skema. Supaya lebih gampang dimengerti, kira saja account root sama dengan administrator. Akan tetapi, account root mempunyai power yang semakin banyak.
Untuk setup VPS, Anda memerlukan satu account root yang bisa dipakai untuk sebuah pembentukan konenksi awal. Bila Sistem Operasi yang dipakai di end berbasiskan Unix, jadi Anda bisa tersambung dengan cara langsung ke server dari command line. Akan tetapi, seandainya Sistem Operasi yang dipakai merupakan Windows, karena itu install-lah aplikasi SSH lebih dulu. Biasanya, ada dua type aplikasi SSH, serta yang pertama yaitu Bitvise:

Bitvise adalah pilihan sangat pas bila yang Anda perlukan merupakan interface simpel yang mirip dengan model Windows classic. Akan tetapi, proses setup VPS semakin banyak dikerjakan pada command line, apabila model tidak demikian mempunyai pengaruh.
PuTTY merupakan type aplikasi SSH selanjutnya yang memperlihatkan interface yang semakin lebih simpel. Walaupun minimalis, PuTTY banyak sekali pilihan konfigurasi penambahan hingga aplikasi ini seringkali diambil serta dipakai saat Anda ingin bergelut dalam manajemen server.

Aplikasi SSH yang akan kami pakai dalam panduan ini yaitu PuTTY. Oleh karenanya, install serta aktifkan PuTTY lebih dulu. Setelah itu, Anda akan lihat satu monitor dengan penampilan seperti berikut ini:

Tuliskan alamat IP server di kolom Host Name (atau alamat IP) serta kelolalah penyusunan Port pada default value, yaitu 22:


Dibawah kolom IP, ada pilihan buat pilih type koneksi yang akan Anda pakai. Pilih SSH, selanjutnya tekan pilihan Open.
Monitor command line bakal muncul, serta di sinilah Anda dapat memasukkan info login. Dalam perihal ini, Anda disuruh buat masukkan root serta password yang sesuai dengannya

Jika tidak ada kekeliruan pada data yang dimasukkan, maka setelah itu akan muncul ringkasan singkat berisi rincian sebuah server, dan prompt buat memberikan command:

Anda sukses mengakhiri langkah awal dari langkah setting VPS. Janganlah close monitor command line sebab ada banyak task yang akan anda kerjakan.

Memberikan Update Pada Server

Sesudah sukses login pada VPS, Maka bakal muncul satu pesan yang memberitahukan kalau ada package atau security yang butuh untuk diupdate

Biasanya package merupakan software atau piranti lunak dengan bahasa unix. Bila software tersebut sudah diaktikan dalam satu sistem, Paling penting untuk Anda jangan lupa untuk selalu mengupdate komponen tersebut, bahkan juga server.
Memanfaatkan software yang telah kedaluwarsa atau outdated sama juga membuat server (dan web) Anda rawan pada intimidasi serta bahaya cyber. Bahkan juga Anda tidak dapat mendapatkan sebuah kelebihan dan keunggulan dari beberapa fitur yang cuma dapat diaktifkan apabila software telah anda update. Oleh karenanya, update-lah package server itu, lalu download patch keamanan yang pending atau terlambat.

Buat up-date software, tulis apt up-date pada command line serta sentuh tombol Enter di Keyboard, Maka Server akan mengecheck kembali package manakah yang butuh diperbarui. Sesudah itu, tulis apt dist-upgrade buat mengupdate package server:
Tunggu dulu sesaat sampai proses up-date usai dijalankan. Sesudah semua tuntas, restart server dengan memakai command reboot. Close atau tutup monitor command line. Tunggulah beberapa saat satu atau dua menit, selanjutnya login kembali dengan memakai PuTTY (atau aplikasi yang jadi pilihan Anda).

Bila tidak ada daftar software yang perlu diupdate, jadi anda dapat mendalami langkah setelah itu dari langkah memakai VPS. Untuk pelajaran langkah selanjutnya silahkan anda baca dibagian kedua dari terus artikel ini!