fbpx

Apa Itu Inodes: Pengertian, Cara Cek, dan Mengatasi Inodes Penuh

Di setiap direktori atau file pada Linux, Anda pasti akan menjumpai istilah inodes. Tak seperti istilah-istilah familiar lainnya, seperti RAM, bandwidth , atau kapasitas , inodes mungkin jarang terdengar. Tapi sebenarnya, apa itu inodes?

Inodes merupakan komponen penting pada sebuah hosting. ini akan menjelaskan pada Anda , cara mengeceknya, dan solusi untuk mengatasi jika inodes penuh.

Pengertian Inodes

apa itu inodes

Sederhananya, inodes adalah jumlah informasi file yang bisa ditampung di sebuah akun hosting. Jadi, jumlah file Anda nantinya tidak boleh melebihi kapasitas inode ini.

Inodes berisikan berbagai yang Anda unggah dalam panel hosting, seperti image, file, dan folder. Batasan inodes pada suatu akun hosting beragam, tergantung paket yang Anda gunakan. Apabila inodes sudah mencapai batas maksimal, maka akan mengalami gangguan atau bahkan tidak berjalan lagi.

Inodes tidak hanya mencakup file pada website saja, namun juga keseluruhan direktori pada akun hosting. Seperti, file , , dan temporary files juga dihitung sebagai inodes.

Yang perlu diperhatikan, inodes mengacu pada jumlah file, bukan kapasitas atau ukuran file. Jadi meskipun ukuran file yang Anda unggah kecil-kecil, apabila jumlahnya sudah melewati batas, tetap saja akan mengganggu performa website.

Akibat Apabila Inodes Penuh

Berikut beberapa akibat apabila inodes penuh atau telah mencapai batas maksimal.

1. Performa Hosting Menurun

Hal pertama yang bisa Anda identifikasi saat inodes sudah mencapai batas maksimal ada performa hosting yang menurun. Ini bisa terlihat dari kinerja website yang lambat dan kesulitan saat akan mengakses halaman-halamannya.

Baca Juga :  Mengenal Saas, Paas, dan Iaas Dalam Cloud Computing

2. File Tidak Ter-backup

Ketika inodes sudah penuh, maka hosting tidak dapat ter-backup dengan sempurna. Proses backup bekerja dengan menyalin file ke direktori lain, dilanjutkan dengan sistem compressing data pada direktori tersebut.

Sehingga, apabila jumlah file yang hendak di-compress cukup besar, CPU akan bekerja lebih berat pula. Ini dapat menyebabkan auto backup tidak berfungsi lagi. File-file yang sudah terlanjur Anda unggah, kemungkinan hilang karena hosting tidak melakukan backup.

3. Ancaman Suspend Akun

Apabila Anda menggunakan shared hosting, maka inodes akun Anda yang penuh dapat mengganggu server dan performa lainnya juga. Sehingga, akun Anda bisa saja dibekukan apabila tidak cepat-cepat mengambil tindakan.

4. Tidak Bisa Mengunggah File Baru

Apabila inodes sudah penuh, maka sudah pasti Anda tidak bisa mengunggah file baru lagi. Oleh karena itu, Anda harus segera mengatasi masalah inodes yang penuh ini.

Cara Mengatasi Inodes Penuh

1. Jangan Langsung Pindah Hosting

Saat Anda mengetahui bahwa inodes sudah penuh, sebaiknya Anda cari dulu di mana letak permasalahannya. Karena, bisa saja tidak mengatasi masalah. Masalah ini bisa terjadi lagi di hosting yang baru apabila Anda masih minim pengetahuan tentang inodes ini.

Letak kesalahan beragam, bisa dari inbox email atau direktori yang penuh, duplikat file, dan sebagainya. Dengan mengetahui penyebabnya ini, Anda sudah tahu cara memperbaikinya apabila hal ini terjadi lagi di masa depan.

2. Hapus Data

Cara paling mudah saat inodes penuh pasti adalah menghapus beberapa data terlebih dahulu. Anda bisa menghapus file-file yang sudah tidak diperlukan lagi. Selain itu, karena inodes juga mencakup file email, cache, temporary files, Anda juga bisa membersihkannya apabila sudah penuh.

Baca Juga :  Cloud Hosting Adalah : Pengertian dan Kelebihannya

3. Backup Data

Jangan lupa untuk melakukan backup data terlebih dahulu sebelum proses penghapusan. Sehingga, Anda bisa merestore-nya kembali saat terjadi error atau kehilangan data.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu inodes, akibat jika inodes penuh, dan cara-cara untuk mengatasinya agar website Anda bisa berjalan normal kembali. Semoga artikel ini bermanfaat, ya.